﷽
اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا،
Jamaah jum'at yg dirahmati Allah
Pada kesempatan kali ini, kami ingin mengangkat sebuah tema bahwa tidak akan ada kekecewaan bagi mereka yg benar-benar menuntut ilmu, baik itu ilmu dunia maupun ilmu akhirat.
Kita bisa melihat gambaran nya dalam kehidupan masyarakat kita di Indonesia maupun seluruh dunia, orang yang sukses di dunia adalah orang yang tahu cara kerja dunia, dan orang yang kini namanya dikenang sebagai orang sholeh pun demikian, seperti Nabi Muhammad, para khalifah Abu Bakar, Umar, Usman, Ali, para imam, Bukhari, Muslim, Ibnu Katsir dan lainnya, mereka adalah orang yg dipahamkan agama sehingga walaupun jasad mereka telah terkubur, namun Nama mereka terus disebut-sebut.
Imam Syafi'i pernah berkata dalam kitab Manaqib Asy-Syafii
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ
“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka hendaknya dengan ilmu.” (Manaqib Asy Syafi’i, 2/139)
Kemudian adapula tambahan
وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ
"dan barang siapa yang ingin keduanya maka hendaklah dengan ilmu"
Ketahuilah para jamaah sekalian, Sebaik-baik ilmu adalah Ilmu Allah, karena Allah yg memiliki alam semesta ini, Allah juga lah yang maha mengetahui cara kerja alam semesta termasuk bumi yang kita tempati saat ini, dan Ilmu Allah adalah ilmu Agama Islam, ilmu yang menyeluruh mengajar cara mendapatkan dunia dan cara mendapatkan akhirat, karena Islam adalah rahmatan lil alamin. Salah satunya contoh nyata, dapat kita lihat melalui kesuksesan nabi Muhammad dalam kehidupan beliau,
Nabi Muhammad bukan hanya sebagai seorang nabi saja, beliau juga seorang presiden, panglima perang, menteri keuangan, guru, pedagang/wirausaha, seorang pengasuh anak yatim, seorang suami, dan lainnya. Cukuplah kita menjadikan beliau sebagai seorang contoh yg patut diteladani, yaitu dengan membaca siroh perjjalanan beliau atau mendengar penyampaian tentang kisah beliau, diantaranya adalah melalui kajian Sirah Nabawiah
Jamaah yang Allah muliakan
Ilmu agama adalah ilmu yang luas, maka hendaklah kita sebagai seorang muslim untuk mempelajari nya, yang sebenarnya juga untuk kebaikan kita di dunia dan diakhirat
Dalam Shohih Bukhari, dikatakan Dari [Mu'awiyyah] memberi khutbah untuk kami, dia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ وَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَاللَّهُ يُعْطِي وَلَنْ تَزَالَ هَذِهِ الْأُمَّةُ قَائِمَةً عَلَى أَمْرِ اللَّهِ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ
"Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah faqihkan dia terhadap agama. Aku hanyalah yang membagi-bagikan sedang Allah yang memberi. Dan senantiasa ummat ini akan tegak diatas perintah Allah, mereka tidak akan celaka karena adanya orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datang keputusan Allah." (HR. Al-Bukhari: 69)
Maka dari itu jamaah sekalian, semangatlah dalam menuntut ilmu agama, karena Allah telah menyiapkan banyak kebaikan apabila kita paham terhadap Ilmu Agama Allah ini.
Diantara nya adalah siapa yang menempuh perjalanan dalam menuntut ilmu, ia tinggalkan pekerjaannya, ia tinggalkan urusannya, untuk hadir dalam majelis ilmu seperti saat ini, maka Allah siapkan surga untuknya
dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Perlu kita ketahui bahwa, seorang yang menuntut ilmu itu seakan-akan membeli surga, dan surga itu harganya mahal
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ غَالِيَةٌ، أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ الجَنَّةُ
“Ketahuilah, bahwa barang dagangan Allah itu mahal. Dan ketahuilah, bahwa barang dagangan Allah itu adalah Surga.” (HR. Tirmidzi)
Jamaah yang dimuliakan Allah
Imam Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata: "Kalaulah bukan karena para ulama, (yg memberikan pemahaman agama kepada umat manusia), maka manusia tidak ada bedanya dengan binatang-binatang ternak" (Mukhtashar Minhāj al-Qāshidīn, hal. 15)
Buya Hamka juga pernah berkata "kalau hidup sekedar hidup, babi dihutan pun juga hidup, kalau kerja sekedar bekerja, kera pun juga bekerja"
Dengan demikian, sangat pentinglah kita semua sebagai manusia, ciptaan Allah yang terbaik, untuk menuntut ilmu Agama Islam yang mulia ini,
Jamaah yg berbahagia
Allah menciptakan akal kita ini untuk berfikir dan bertafakur memikirkan luasnya nikmat Allah kepada kita, agar kita menjadi Hamba Allah yg selalu bersyukur.
Akal kita diibaratkan seperti sepasang mata yg sempurna, namun tanpa cahaya yang menerangi, maka mata yg canggih pun tidak ada gunanya, bisa jadi seseorang itu melangkah ke jalan yg benar, dan bisa pula seseorang terjerumus ke dalam jurang yg lebih dalam lagi
Maka, ilmu hadir sebagai cahaya yg menerangi kita, cahaya yg memberikan kepada kita pengetahuan, mana jalan yg baik dan mana jalan yg rusak, agar kita tidak salah langkah, atau tidak salah arah
Kemudian keutamaan lain dari seorang yang difahamkan ilmu agama, itu lebih baik dibandingkan ribuan ahli ibadah yg tidak paham ilmu agama. Bahkan nabi memberikan perumpamaan dengan jauhnya jarak antara keduanya, seperti jarak antara beliau sebagai seorang nabi dgn orang yg paling rendah.
Dari Abu Umamah Al Bahili, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ
"Keutamaan seorang Ahli Ilmu daripada seorang Ahli ibadah, bagaikan keutamaan diriku jika dibandingkan dengan orang yang terendah diantara kamu. Kemudian Rasulullah bersabda, sesungguhnya Allah dan para Malaikatnya, semua penduduk langit, dan penduduk bumi, hingga semut yang berada di dalam lubangnya, juga ikan paus di lautan, selalu bersholawat (mendoakan) Orang-orang yang mengajarkan (dengan ilmunya) kebaikan kepada Manusia (HR. Tirmidzi)
Jamaah yang Allah muliakan
Ilmu itu di cari untuk beberapa alasan,
1. Menghilangkan kebodohan pada diri sendiri,
Dengan ilmu kita jadi tahu, mana yg halal dan mana yg haram
2. Menghilangkan kebodohan pada diri orang lain
Dengan ilmu yg sudah kita dapatkan, maka hendaklah kita bagikan kepada orang lain, terutama orang yang terdekat, Rasulullah bersabda
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
"Sampaikan walaupun hanya satu ayat" (HR. Al-Bukhari)
3. Meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan cara mengamalkan ilmu tersebut
Menuntut ilmu adalah untuk mengamalkan ilmu tersebut, tanpa riya, sumah, atau ujub. Dan bahwa seorang yg sudah memiliki ilmu, paham ilmu, bahkan ahli ilmu atau ulama, maka sepantasnya mereka semakin takut kepada Allah
إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟
"Sesungguhnya yang benar-benar takut kepada Allah hanyalah ulama" (QS. Fatir: 28)
Jamaah jumat rahimakumullah
Menuntut ilmu adalah kewajiban seorang muslim, baik muslim laki-laki maupun muslim perempuan, baik yang kecil maupun dewasa,
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
”Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)
Maka sebelum kami tutup khutbah pertama ini, kami mengajak para jamaah sekalian untuk hadir dalam majelis-majelis ilmu setidaknya sekali dalam sepekan, atau minimalnya dengan mentadaburi makna ayat suci Al-Quran dan juga Hadist nabi
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Alhamdulillah
BalasHapus