Langsung ke konten utama

STID M Natsir Hadapi Era Society 5.0 Dengan Soft Skill, Apa Aja Soft Skillnya?


 

M

asyarakat 5.0 merupakan suatu tatanan kehidupan yang hadir mewarnai perdaban dunia bertujuan meratakan kesejahteraan kepada segenap lapisan masyarakat dengan memanfaat teknologi kecerdasan buatan dan internet of things (IoT). Masyarakat 5.0 ini dapat disebutkan sebagai masyarakat yang berpusat pada manusia melalui system yang mengintegrasikan/ menyesuaikan/ mungkin menyatukan antara dunia maya dan ruang fisik.

            Berikut wawancara mahasiswa Jurnalistik Dakwah (V KPI A), Abrar karim dengan Rektor STID Mohammad natsir,  Ust. Dr. Dwi Budiman Assiroji, M.Pd.I, Jakarta, Rabu (28/12/2022)

Sekarang era 4.0 telah banyak terjadi perubahan sosial, sedangkan era 5.0 akan segeran menyusul, bagaimana pendapat ustadz dengan pendidikan di STID M Natsir ini?

Perkembangan dunia ini berjalan secara cepat, yakni dalam sisi teknologi dan sosial yang kemudian harus kita syukuri. di sisi yang lain, yakni gerakan dakwah maupun gerakan pendidikan juga harus responsif terhadap perkembangan itu, apa pun bentuk perkembangannya, agar tidak mengalahkan tujuan dari gerakan kita. dalam rangka menghadapi perubahan perubahan itu, kita harus merespon setiap perkembangannya dengan respon yang tepat dan sesuai dengan perkembangan. Prinsip dari gerakan pendidikan dan dakwah di stid M. Natsir, diantaranya:

1.       Jangan terlalu terjebak pada perkembangan itu sendiri

Dapat diartikan, jangan sampai setiap perkembangan itu merubah konsep kita. apalagi bila kita terlalu terjebak dalam perkembangan yang sifanya teknis, kenapa demikian?, sebabkan perkembangan itu sendiri terus berubah dan terus berkembang, bahkan para ahli dan pengamat menyebutkan era industri saat ini 4.0 berlangsung cepat dan digantikan dengan era society 5.0 ini berlangsung sangat cepat dibandingkan dengan dahulu yang memerlukan beberapa abad, 50 tahun, dan kini perubahan terjadi dalam selang beberapa tahun saja.

2.       Seorang dai mempunyai pegangan selalu dalam perubahan apa pun berupa soft skill,

Perubahan zaman seperti apapun itu, tetap yang menjadi ciri, warna, dan karakteristik kita sebagai kader dai adalah softskill. Soft skill yang paling utama adalah keimanan, ketakwaan, adab, akhlak mulia. inilah yang harus selalu menjadi pegangan dan terus dijaga oleh dai.

Apa dampak positif dan negatif kedepannya yang kiranya akan kita alami sebagai dai di era 5.0?

1.       Sisi positif dari perkembangan era adalah dakwah akan semakin mudah di laksanakan, dahulu hanya bisa dalam bentuk manual, tetapi sekarang bisa dalam bentuk online, itu merupakan salah satu kemudahan untuk kita.

            STID M Nasir mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kemudahan kemudahan itu dalam konsep perkuliahannya terlebih dalam bidang prakteknya, namun kita perlu mengakui dibandingkan dengan kampus-kampus maupun gerakan dakwah lain memang jauh lebih lambat, karena pengembangan pada bidang teknologi tentu memerlukan dana dan juga SDI dan SDM yang paling bagus. Namun tentu saja itu tidak bisa dijadikan sebagai alasan, dan kita selalu berusaha agar implementasi dari perubahan atau perkembangan revolusi industri ini juga dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk dakwah.

Dengan cepatnya perkembangan teknologi ini, maka diharapkan agar kita menjadikan perkembangan ini untuk dakwah agar mahasiswa responsif terhadap segala sesuatu yang artinya responsif kapan pun terjadi perubahan dan perkembangan. Ketika itulah Mahasiswa dilatih untuk kuat dalam hal belajar secara autodidak, belajar mandiri, belajar cepat. Ini lah salah satu karakter dari generasi digital, mereka adalah generasi yang cepat belajar secara mandiri/otodidak karena sudah banyak memiliki tools/alat-alat pengajaran yang bisa didapatkan secara online dan pada situasi digital

2.       Sisi negatif memang tidak bisa dinafikan, saya (rektor) selalu menekankan di beberapa kesempatan kepada para Mahasiswa untuk mewaspadai apa yang disebut dengan kemaksiatan digital, yang akan berdampak kepada dai itu sendiri maupun kepada masyarkat secara umum.

Ini merupakan tantangan yang sampai hari ini masih belum memiliki formula yang sesuai untuk dihadapi. Inilah kenapa dari dulu konsep di STID, Mahasiswa Semester 5 sampai semester 8 itu diperbolehkan tinggal di Masjid, dibolehkan membawa handphone dan lainnya sebagainya, itu semua karena kita sudah percaya, bahwa para kader ini ‘kuat memegang amanah handphone ini’, namun amanah itu dulu tidak seperti sekarang, tapi sekarang ini amana mengegang handphone ini kan jauh lebih berat, karena semakin tahun semakin canggih, dan terus terang saya lihat beberapa kasus kita temukan, justru banyak kawan-kawan ini yang tergoda, dimulai dari kemasiatan digital itu, makanya ini juga tantangan yang kuat dan serius.

Tapi kita percaya bahwa seberat apapun tantangan kemasiatan itu yang dapat menghadapkan secara efektif dengan soft-skill kita, yaitu keimanan, ketakwaan, adab dan akhlak mulia. jadi kita tidak akan mungkin bisa membuat sistem pengawasan yang ketat selain daripada sistem yang sudah disiapkan oleh Allah dan rosulnya ini, yaitu sistem keimanan yang kita tekankan.

Sebagian orang yang akan memandang bahwa STiD ini terlalu “kolot” dalam hal misalnya akhlak maupun keta dalam hal penggunaan handphone, tapi karena kita menyandari bahwa sumber segala hal dan kebanyakan sumber maksiat di handphone yang telah terbukti dilapangan secara empirik beberapa kasus semuanya berawal dari dunia digital itu, sehingga kita sangat menekankan penjagaan pada ribadi terhadap sisi negatif tersebut.

Sarana atau metode dakwah apakah yang akan dijalankan di STID M NATSIR sebagai upaya menghadapi era 5.0?

Sarana dalam menghadapi perkembangan memang memerlukan dana yang besar, namun kita telah berusaha, khususnya di STID salah satunya dengan membangun akses internet yang baik dan lancar melalui jaringan WIFI. Metode saat ini sedang dijalanlan adalah bekerja sama dengan penyedia layanan online “sifima”. Ini yang akan di terapkan pada semester ini sehingga ke depan nanti layanan online akan murni berbasis kepada layanan online, layanan digital. Metode dakwah dari dahulu telah tsawabit/tetap dan tidak bisa di ubah lagi, maka yang akan kita lakukan adalah, melakukan eksplorasi lewat penelitian-penelitian mahasiswa maupun dosen, bagaimana menerapkan metode yang sudah ada dalam Al-Quran dan sunnah itu, kemudian    tinggal penelitian-penelitian itu di formulasikan agar dapat digunakan oleh para dai

Pada masa sebelumnya alumni STID setelah pengabdiannya, sebagian dari mereka kembali menjadi pengurus Dewan Dakwah atau membangun peradaban di kampungnya, tetapi sekarang, alumni STID telah berani maju menjadi pemimpin daerah contohnya Bupati di Sambas, menjadikan posisi penguasa sebagai media dakwahnya, apakah kedepannya STID bisa menciptakan pemuda yang semisal atau yang dapat berinovasi lebih?

Harapannya Alumni STID siap dimana saja untuk berkontribusi baik di pengurusan dewan dakwah, maupun masyarakat luar sebagai pemimpin formal maupun pemimpin. Merupakan hal yang bagus apabila alumni STID dapat menjadi pemimpin daerah, namun itu bukan suatu perjalanan yang kita tetapkan, apapun jalan para kader kedepannya, kita tidak hanya menyiapkan pada satu sisi saja, dan tidak ada batasan untuk itu, sekarang telah ada alumni yang menjadi bupati, camat, kepala desa, ketua bawaslu. maka apapun jalan para alumni ini, tetap diatas visi sebagai kader da’i

Apa harapan ustadz, khususnya kepada mahasiswa-mahasiswa STID dalam bersosialisaai dengan era 5.0?

Istiqomah dengan visi kita, memenghasilkan krader-kader dai yang memiliki keimanan dan ketakwaan dengan berusaha berkontribusi membuat satu kebaikan atau satu gerakan saling menguatkan kertahanan umat dan bangsa, Senantiasa istiqomah dalam mengemban amanah dakwah, memegang teguh nilai nilai dainya, dan tidak mudah terbawa arus perubahan.

Secara tidak langsung kita perlu mempersiapkan, memotivasi, mendorong kader dai yang aktif berdakwah dalam bidang teknologi contohnya pada prodi KPI, walaupun belum ada program dai online atau digital, tapi ini bisa menjadi suatu masukan dan rencana agar menyiapkan dai-dai khusus yang terjun secara online.

Munculnya bisikan syaithon yang mengacu kepada modernisme merupakan cobaan bagi kader dai, diharapkan agar beradaptasi dengan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan sosial yang perkembangannya kedepan semakin cepat. (Wartawan : Abrar Karim)

Biodata Narasumber[1]

Nama                           : DWI BUDIMAN ASSIROJI

Perguruan Tinggi         : STID Mohammad Natsir Bekasi

Program Studi              : Komunikasi dan Penyiaran Islam

Jenis Kelamin               : Laki-Laki

Jabatan Fungsional        : Lektor

Pendidikan Tertinggi    : S3

Status Ikatan Kerja        : Dosen Tetap

Status Aktivitas             : Aktif



[1]https://pddikti.kemdikbud.go.id/data_dosen/OEFEQTU3N0EtQTM4Ri00MDVELUE4RUUtOTIwMzVCOTY5RTg5

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penuntut Ilmu tidak akan Kecewa - Khutbah Jumat

﷽ اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، اشهد ان لا اله الا انت وحدك لا شريك لك، اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ و اشهد ان محمدا عبدك ورسولك  اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ أم بعد، عباد الله، اصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون  Jamaah jum'at yg dirahmati Allah Pada kesempatan kali ini, kami ingin mengangkat sebuah tema bahwa tidak akan ada kekecewaan bagi mereka yg benar-benar menuntut ilmu, baik itu ilmu dunia maupun ilmu akhirat.  Kita bisa melihat gambaran nya dalam keh...

Da’wah dan Perubahan Perilaku - Ilmu Dakwah 2

Da’wah dan Perubahan Perilaku (Materi Ke-4 dari MK Ilmu Dakwah)   A. Persuasi Dakwah Persuasi dalam konteks dakwah merujuk pada usaha meyakinkan dan mempengaruhi orang lain untuk mengadopsi keyakinan, nilai, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Tujuan utama persuasi dakwah adalah membantu orang memahami dan menerima ajaran agama dengan cara yang lembut dan efektif. Berikut adalah beberapa prinsip dan strategi persuasi dalam ilmu dakwah: Pemahaman Target Audiens: Penting untuk memahami karakteristik, kebutuhan, dan pandangan target audiens. Dengan memahami siapa yang akan diberikan dakwah, pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih relevan dan persuasif. Penggunaan Argumentasi Rasional: Menggunakan argumen yang rasional dan berdasarkan bukti-bukti yang dapat diterima secara logika dapat meningkatkan daya persuasi. Penjelasan yang jelas dan terstruktur membantu orang memahami ajaran agama secara mendalam. Emosi yang Tepat: Menggunakan elemen emosional dengan bijak dapat ...

Pdf Kumpulan Materi Khutbah Jumat 3 Jilid Ebook

Berikut adalah ebook kumpulan materi khutbah Jum'at yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi pera mubaligh, dai, ataupun dapat menjadi penambah wawasan keislaman bagi pembaca pada umumnya. Judul Buku: Khutbah Jum'at Kontemporer Mendakwahkan Islam Rahmatan Lil 'alamin Penulis: Muhammad Hanifuddin, dkk. Ebook terdiri dari 3 jilid, dan dapat diunduh melalui link google drive dibawah ini Jilid I Jilid II Jilid III