Langsung ke konten utama

Pembahasan KitabTa'limul Muta'allim part 4 | Mengagungkan ahli ilmu dan ahlinya

 Bismillah, Alhamdulillah, allahumma sholliy 'ala nabiyyina Muhammad





mengagungkan ahli ilmu (para ustadz) dan keluarganya

mengagungkan kitab

mengagungkan teman/sesama pelajar



dahulu sheik imam al ajal, dulu pernah tinggal di bukhoro dan tinggal disebuah desa, beberapa hari saja, karena beliau sakit, yg mengharuskan beliau untuk tidak tinggal di kota. dan semua murid muridnya mengunjungi beliau, kecuali seorang muridnya yg merupakan seorang ulama sheik bakr bin Muhammad azzar najariy, pada suatu hari mereka(guru dan murid) bertemu, sheikh imam bertanya "mengapa engkau tidak mengunjungi aku ketika aku sakit, iya, aku tidak mengunjungimu karena aku sibuk, kamu sibuk apa?, saya melayani kebutuhan ibu saya, semoga engkau diberikan karunia panjang umur, dan semoga juga engkau tidak dikaruniai kenikmatan majelis ilmu, dan terjadi apa yg didoakan,muridnya ini umurnya panjang dan tidak mendapat manisnya iman dan murid ini tinggal dipedesaan, dan pelajarannya tidak teratur. maka beliau mengatakan, barangsiapa yg ustadznya tersakiti olehnya maka terhalang keberkahan ilmu darinya, dan tidak mendapatkan faedah kecuali sedikit saja.



sesungguhnya ustadz, mualim, dokter, keduanya tidak mau menasehati kecuali keduanya dihormati, maka bersabarlah terhadap penyakitmu apabila engkau enggan mendapat nasehat doktermu, dan tenanglah bersama kebodohanmu apabila engkau enggan mendengar nasihat gurumu. jadi, apabila sedang sakit kita diberi 2 pilihan, ingin cepat sembuh atau tetap dalam kondisi sakit, begitu juga menuntut ilmu, kita punya 2 pilihan, sabar dalam menuntut ilmu atau tetap dalam kebodohan.



sebuah kisah dari mesir yg bisa dipraktekan, dulu ada sekolah tidak resmi(formal)/ halaqoh hafalan biasa, disana guru yg ngajar selalu membawa tongkat atau selang, seolah olah bila mendapat pukulannya bisa mati anak anak pelajarnya, disana ada anak anak yg tidak suka dengan sikap gurunya mengadu ke orangtuanya, ada orangtua yg lebih menyayangi fisik anaknya ketimbang jiwa anaknya, ada juga orangtua yg lebih keras lagi terhadap anaknya untuk tetap belajar, termasuk sheikh nafi, dulu saat menghafal kitab seperti ini, sampai beliau melapor pada bapaknya, apa kata bapaknya?, wahai sheikh kalau anak saya tidak menghafal patahkan saja tangannya, biar nanti saya yg bawa ke rumah sakit, 



terdapat kisah tentang kholifah harun arrosyid yg terkenal sebagai pemimpin kaum muslimin, beliau mengutus anaknya untuk belajar ilmu dan adab kepada Al Imam al asma'i, pada suatu hari, kholifah mengunjungi anaknya di halaqohnya imam al asma'i, pada suatu hari ia melihat imam asma'i sedang berwudhu yaitu saat membasuh kaki, dan beliau melihat anaknya sedang menuangkan air ke kaki imam asmai, maka kholifah arrosyid mencwla imam asmai, dengan perkataannya, jika kebanyakan kita "anak saya di sini untuk belajar bukan disuruh suruh" sementara beliau "ajib, sesungguhnya aku mengutus anakku ini agar engkau mengajarkannya, membimbingnya, pemperbaiki adabnya, kenapa tidak engkau suruh anakku ini untuk menumpahkan airnya kemudian dia pula yg menggosokkan kakimu"



pembahasan kedua

mengagungkan kitab



diantara bentuk pengagungan ilmu adalah pengagungan kepada kitab, maka hendaklah seorang penuntut ilmu itu mengambil kitabnya kecuali dalam keadaan suci, kemudian beliau menyebutkan kisah dari imam alhurwani, beliau berkata sesungguhnya aku mendapatkan ilmu ini dengan mengagungkan ilmu tersebut, beliau berkata, sampai kertas putih kosong juga demikian, sesungguhnya aku tidak mengmbil lembaran lembaran kecuali dalam keadaan suci


menghormati kitab

1. dalam membawa kitab tidaklah pantas berdampingan dengan pecel lele

2. meletakkan kitab tidak pantas menjadi wadah gorengan

3. dalam bermuamalah dgn kitab dengan baik

4. jangan menaruh kita di tempat biasa orang jalan

5. jangan menyimpan kitab di rak sepatu,

6. jangan menjulurkan kaki ke kitab, karena ini bentuk merendahkan sesuatu


sebagian orang bila dikatakan, inilah adab adab menuntut ilmu, mereka mengatakan ini berlebihan, tapi memang ini tidakalah wajib tetapi inilah adab penghormatan terhadap kitab, didalamnya terdapat ilmu agama, syariat, perkataan Allah, rasul, para ulama. inilah adab bagi yg benar banar penuntut ilmu


Wallahualam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jumat: Melepas Kepergian Ramadhan

﷽ Khutbah Pertama انّ الْحَمْدَ ِلله،ِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَه،ُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِه،ِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَة،ٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاء،ً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام ،َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا الله،َ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُم،ْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ... فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ!، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِه،ِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّق...

Da’wah dan Perubahan Perilaku - Ilmu Dakwah 2

Da’wah dan Perubahan Perilaku (Materi Ke-4 dari MK Ilmu Dakwah)   A. Persuasi Dakwah Persuasi dalam konteks dakwah merujuk pada usaha meyakinkan dan mempengaruhi orang lain untuk mengadopsi keyakinan, nilai, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Tujuan utama persuasi dakwah adalah membantu orang memahami dan menerima ajaran agama dengan cara yang lembut dan efektif. Berikut adalah beberapa prinsip dan strategi persuasi dalam ilmu dakwah: Pemahaman Target Audiens: Penting untuk memahami karakteristik, kebutuhan, dan pandangan target audiens. Dengan memahami siapa yang akan diberikan dakwah, pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih relevan dan persuasif. Penggunaan Argumentasi Rasional: Menggunakan argumen yang rasional dan berdasarkan bukti-bukti yang dapat diterima secara logika dapat meningkatkan daya persuasi. Penjelasan yang jelas dan terstruktur membantu orang memahami ajaran agama secara mendalam. Emosi yang Tepat: Menggunakan elemen emosional dengan bijak dapat ...

Malam Zhafaf

﷽ Malam adalah malam setelah akad nikah, dimana seorang jejaka pertama kali menyandang status sebagai suami, dan seorang gadis untuk pertama kali juga menyandang sebagai seorang istri. Malam ini merupakan malam sakral yang perlu diperhatikan oleh 2 insan yang telah bersama menjalin janji akan menjadi teman hidup serumah didunia hingga akhirat Hal-hal yang dapat diperhatikan di malam pertama pernikahan diantaranya: 1. mempersiapkan sematang mungkin, baik fisik maupun mental. sebab malam ini memiliki kesan yg sangat dalam untuk jangka waktu yg sangat lama a. laki: berhias, menghilangkan bulu ketiak, kumis, kuku, bulu kemaluan, merapihkan janggut, memakai wewangian dan bersiwak. sebagaimana dalam riwayat muslim, bahwa Aisyah menuturkan kebiasaan Rasulullah saat pertama kali memasuki rumah yaitu sikat gigi, dan ada kemungkinan kemudian menyambut istri beliau dengan ciuman. b. wanita: sama halnya dengan laki-laki, berhias, terutama memotong kuku karena malam itu wanita cenderung mencengkram...