Langsung ke konten utama

Asasiyatu fi Sholah: Jangan tinggalkan aku!

Kalau ada seseorang yang menginginkan kebaikan untukmu, yaitu yang selalu hadir memberikan solusi dalam setiap masalah, menjadi ketenangan kala susahmu, selalu hadir membersamaimu dan memberikan segala yang kamu butuhkan. Dialah Allah, rabb semesta alam.

Benar, dialah yang menginginkan kebaikan untukmu, sebenarnya dia tidak membutuh kebaikan kamu, walaupun orang-orang berkata "jika dia baik, kenapa memerintahkan kita ibadah, kami merasa terbebani". Ya Rabb ampunilah kami atas kelalaian kami dan atas ketidaktahuan mereka. Saudaraku, sebenarnya dari Amalan yang Allah minta untuk dikerjakan, hasilnya bukan untuk Allah, entah jika kita melakukan kebaikan selama hidup didunia, maka tidak menambah keagungan Allah, karena dialah yang maha agung, atau jika kita melakukan dosa (keburukan) selama hidup kita, itupun tidak mengurangi statusnya sebagai yg maha terpuji. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, 

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demi-kianlah Dia menundukkannya untuk-mu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. al-Hajj: 37) 

Dalam QS adz dzariat :57

dalam hadist ((arbain: 24)

Sekali lagi, Allah tidak butuh dengan amalan kita, tapi kitalah yang membutuhkannya, apabila kita beramal, maka kita akan diberikan ganjaran oleh Allah, jika beramal baik, akan mendapat kebaikan, jika beramal buruk, maka akan buruk pula hasilnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala banyak menegaskan di dalam Alquran, seperti

dalam Surat Al-Isra ayat ke-7, Allah Ta'ala berfirman, 

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri." [Quran Al-Isra: 7]

Di dalam ayat yang lain di Surat Fussilat ayat ke-46, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman

Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya." [Quran Fussilat: 46]

Hidup kita di bumi ini, bukanlah satu satunya hidup, sebenarnya masih teamat fase kehidupan kita, dan fase dihidup di bumi adalah fase ke-2 yaitu alam dunia, begini urutannya (1) Alam Roh, (2) Alam Rahim, (3) Alam Dunia, (4) Alam Barzah, (5) Kiamat, (6) Hari Kebangkitan, (7) Padang Mahsyar, (8) Syafaat, (9) Yaumul Hisab, (10) Yaumul Mizan, (11) Sirath, (12) Surga/Neraka.

Dari 12 fase kehidupan ini, fase dunia akan menentukan fase berikutnya, fase dunia adalah fase menanam, dan ganjarannya ada pada fase berikutnya. Sebenarnya saat di Alam Roh, kita telah melakukan perjanjian kepada Allah. Perjanjian manusia kepada Allah terekam dalam surah Al-A'raf ayat

وإدْ أَحَدَنا من بنى ادم من ظهورهم : 172 دْيَهُمْ وَأَرْدَ دَهُمْ وَرَىٰ فَسُهِمْ لَسَ تَبْيَكُمْ قَالُوا بى شه ن ا أن تقف وايَوْمَ الْقِيِّمَةِ لَا لَقَا عَنْ هَدَا

"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)""

Kemudian sangat sadis jika kita mengingkari perjanjian kita kepada Allah yang telah menciptakan kita, padahal tujuan kita diciptakan adalah untuk beribadah padanya. Allah berfirman

وَمَا حوت الجنَّ وَلَا أَنسَ لَى اليَعْدُونَ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (QS. Az-zariyat: 56)

Ibadah kepada Allah harus dilakukan dengan takwa yaitu melakukan perintahnya sesuai kemampuan dan menjauhi segala larangannya. Melakukan perintahnya sesuai kemampuan adalah dengan memaksimalkan amalan yang wajib, adapun jika masih mampu untuk melakukan amalan sholeh lainnya maka lakukanlah. Adapun terhadap larangannya, tidak ada toleransi sama sekali, semuanya harus dijauhi. Karena Takwa inilah yang akan menjadi bekal untuk kita dalam melakukan perjalanan ke fase berikutnya. Allah berfirman

و زودوافَ إِن حَي رَل زاد التقوى

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al- Baqarah: 197)

Ustadz Saifullah Zein, Lc. dalam kitab karangannya, ia menerangkan tentang makna dunia, beliau menyebutkan "Dunia ini, Walaupun sangat sebentar dibandingkan akhirat, namun dia adalah fase paling penting dalam menentukan kebahagiaan akhirat. Mulai dari kubur hingga Surga atau Neraka. Makajangan disia-siakan berlalu tanpa makna. Gunakan setiap detiknya untuk beramal. Cukup sudah lalainya, mau sampai kapan? Ayolah, jangan telat persiapkan kehidupan akhiratmu, kehidupan abadimu. Ingat! Hanya orang tertipu yang menganggap dirinya masih muda. Ingat! Setiap hari, kematian semakin mendekat. Jangan sampai kita termasuk mereka yang merengek minta dikembalikan ke dunia untuk beramal setelah berada di liang lahad." (Nafahat: 111)

Memang benar adanya, rengekan pendosa yang terlanjur mati membawa dosanya, sebagaimana dalam AlQuran, Allah berfirman,

ف وترى إذ لا م ج رمون السر و رضِ هِمْ عَنْ دَيَهِمْ يَنَا

بأضنا من معاف از جمع ان ع م ل صلا ح ا نا موقنون

"Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang- orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), "Wahai Rabb kami,

kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang- orang yakin." (as-Sajdah: 12)

Tapi itu tak akan terjadi, fase dunia hanya ada sekali, fase selanjutnya adalah fase pembalasan, semua yang kita tanam di dunia akan kita raih di

fase berikutnya yaitu fase akhirat. Setelah meninggal dunia, di Alam Barzakh/Kubur nanti manusia akan ditanya tentang 3 hal,

Imam Tirmidzi (1071) meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu- berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi

إذا رَايَتْ أَوْقَالَ ):wa sallam- bersabda أَحَ لَكُمْ شَرَاهُ وَكَ ان من وَدَانِ أَزْرَقَ ان يقال ل أَحَدِهِمَا

ال من لا ر ول آخر الفاير فوق فان : والتى تتقول في ه دا ل رجل فيقول ما ان يقول : هو قد لله وَيَرْفة ، هرة د أول الآة فى اللهُ ، وَأَنْ مُحَمَّدًا هَدَهُ

وَمَن فوه فوقف ان : ق ذلت ان لم أَن لتقول هذا ثم يس حل في رسن خون ذراع في سنين ثم

ين ورل هي حق الله نم فيقول : أرجع الى ألق يف أَخِرُهُمْ فوق فى ان :ن م لقوم ة لاع روس الذي

ل اي وقظه لا أحب أقه اليه حتى يده لله من ص جع ه ل ك . وَإِنْ كَانَ منطقا قال سمعت الناس

يق فى ون فقلت ل لا أدري فوق وان : قدلو انتقام في لتقول لى ك فوق اللل أرض : التومي عليه ، فتم ايه فت خل فقية التحول اغه فل اي زال فيها ولاح ي ث ) مُعَبّا حتى يقه لله من صجع ه ل ك A. pabila حرنه لال لن يفي صحيح الترمذي

mayit atau salah seorang dari kalian sudah dikuburkan, ia akan didatangi dua malaikat hitam dan biru, salah satunya Mungkar dan yang lain Nakir, keduanya berkata: Apa pendapatmu tentang orang ini (Nabi Muhammad)?, maka ia menjawab sebagaimana ketika di dunia: Abdullah dan Rasul-

Nya, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan

yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Keduanya berkata:

Kami telah mengetahui bahwa kamu dahulu telah mengatakan itu.

Kemudian kuburannya diperluas 70 x 70 hasta, dan diberi penerangan, da dikatakan: Tidurlah. Dia menjawab: "Aku mau pulang ke rumah untuk memberitahu keluargaku". Keduanya berkata: "Tidurlah, sebagaimana tidurnya pengantin baru, tidak ada yang dapat membangunkannya kecuali orang yang paling dicintainya, sampai

Allah membangkitkannya dari tempat tidurnya tersebut"

Apabila yang meninggal adalah orang

munafik, ia menjawab, "Aku mendengar orang mengatakan aku pun

mengikutinya dan saya tidak tahu."

Keduanya berkata, "Kami berdua sudah mengetahui bahwa kamu dahulu

mengatakan itu." Dikatakan kepada bumi, "Himpitlah dia, maka dihimpitlah

jenazah tersebut sampai tulang rusuknya berserakan, dan ia akan

selalu merasakan azab sampai Allah

bangkitkan dari tempat tidurnya tersebut." (HR. Tirmidzi, no. 1071. Al- Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Ini adalah bagian dari balasan apa yang dikerjakan di dunia, Allah

memerintahkan kita beribadah adalah untuk kebaikan kita di dunia maupun di

fase selanjutnya, siapa yang patuh, maka ia akan mendapatkan kebaikan, dna siapa yang enggan, maka ia akan

mendapatkan apa yang Allah takdirkan.

Kemudian di fase Kiamat adalah fase akhir zaman, dimana Allah

menugaskan Isrofil meniup sangkakala yg sebanyak 2 kali, Tiupan pertama

mengagetkan seluruh makhluk dan

mematikannya, dan tiupan kedua akan membangkitkan kembali. Allah berfirman,

وق خفي الصورقص ع ق حنفي السَّمَاوَاتِ وَمَنفي

ل أَرْض لا من شاء لله حق خفيه أخرى فإذا هُمْ قي امْ ينظُرُونَ

"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki

Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka

berdiri menunggu (putusannya masing- masing)." (QS. Az-Zumar [39]: 68)

dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu

'anhu, dalam sebuah hadits yang

panjang di dalamnya diceritakan,

ت مي خفي الصورفل ايسر فرعه أَحَدَلا فرغى ....

ليا وفعلي، اقال: وَأَوّلَ مَن يُسَ مَعَهُ رَجُل عوط

حوض بالاه ، قال فيصعق ، فصعق الناس ت مي سل لله - أوقال ينزل لله - خطرًا لله للطل أو الظل

ن عمان الشراك فتقت هزة أراد الناس تم

...يق خفيه أخرى فإذا هم قيام ينظرُونَ

"l

Kemudian ditiuplah sangkakala.

Tidak ada seorang pun yang mendengarnya kecuali dia memasang pendengarannya dan menjulurkan

lehernya. Beliau bersabda, 'Maka orang yang pertama kali mendengarnya

adalah seseorang yang memperbaiki telaga untuk untanya.' Beliau berkata,

'Dia pun mati, dan orang-orang pun

mati.' Kemudian Allah mengirim -atau beliau berkata, 'Menurunkan'- hujan

gerimis atau naungan -Nu'man (salah

seorang perawi) ragu-ragu- yang darinya Allah menumbuhkan

(membangkitkan) jasad-jasad manusia. Kemudian ditiuplah sangkakala yang ke dua, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing) ..." (HR. Muslim no.

2940)

Pada Fase kebangkitan, seluruh manusia dari awal penciptaan yaitu Nabi Adam, hingga manusia yang wafat nanti akan dibangkitkan kembali

sebagai mana timbuhnya tanaman, Rasulullah bersabda,

"Kemudian Allah menurunkan air

(hujan) dari langit, maka mereka pun tumbuh sebagaimana tumbuhnya

tanaman. Tidak ada sesuatu pun dari

jasad manusia kecuali telah hancur

kecuali satu tulang, yaitu tulang

ekornya, dan dari sanalah manusia tersusun kembali pada hari Kiamat."

(HR. Bukhari, no. 4935 dan Muslim, no.

2955)

Pada hari itu manusia dibangkitkan dalam 2 keadaan, banyak diantaranya

memiliki wajah yang tertunduk lagi terhina, kemudian banyak pula wajah

yang berseri-seri. Mari kita tela'ah

firman Allah tentang hal ini dalam

kitabnya,

بسم الله الرحمن الرحيم

ة ل نلى ا حيث العشرية .

Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?

Pada hari itu banyak wajah yang

tertunduk terhina,

ع اللحمة نصية

(karena) bekerja keras lagi kepayahan,

تصل ى نارًا حَاهِيَة

mereka memasuki api yang sangat

panas (neraka),

تشرقى من عين الية .

diberi minum dari sumber mata air

yang sangat panas.

لي سلة م طعام لا من ضوع .

Tidak ada makanan bagi mereka selain

dari pohon yang berduri,

ل ايمن في اي تغني من جوع

yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.

وج وهي وفي نزاعم ة .

Pada hari itu banyak (pula) wajah yang

berseri-seri,

اس في ها رضية .

merasa senang karena usahanya

(sendiri),

في جدة عالية

(mereka) dalam surga yang tinggi,

ل السمع فيه الاغية .

di sana (kamu) tidak mendengar

perkataan yang tidak berguna.

فِيهَا عَنْ جَايَة

Di sana ada mata air yang mengalir.

قية اس رُر مووعة

Di sana ada dipan-dipan yang

ditinggikan,

وَالأَوَابٌ رَضُوعَة

dan gelas-gelas yang tersedia (di

dekatnya),

الانه

وَ مَارِقُ حَرف ق ة

dan bantal-bantal sandaran yang

tersusun,

وَرَيَلِي صَتْوَةٌ

dan permadani-permadani yang

terhampar.

(Q.S. Al-Qhosyiah: 1-16)

Begitulah kesudahan bagi manusia, dia

akan diberikan ganjaran sesuai yang

dia amalkan di dunia, kebaikan sekecil

apapun yang ia lakukan di dunia akan

dibalas

sesuai itu pula, dan keburukan

pun demikian juga. Allah berfirman,

ف من يعمل حقالَ دَرَةٍ حَي رَايَرَة

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,

ومن يعمل حقالَ دَرَقِش رايَ رَه

dan barangsiapa mengerjakan

kejahatan seberat zarrah, niscaya dia

akan melihat (balasan)nya.

(Q.S. Al-Zalzalah: 7-8)

Selanjutnya di Dalam keadaan

demikian setiap manusia akan

dikumpulkan di bumi yang lain benama Padang Mahsyar

ي ومتبدل ل ارض في رل ارض والسموات ورز والله . لا واحداقة ار 48

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti

dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul (di Padang Mahsyar)

menghadap Allah Yang Maha Esa,

Mahaperkasa.

Di Padang Mahsyar inilah manusia menunggu pengadilan dari Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam

وش روت ل أرضين وريَهَا وَقعَ التِّبُ وَجِ اى .

باني ن والشهداء وقضى بونة صلاح ق وه حلا

يظلمون

"Dan Bumi (Padang Mahsyar) menjadi

terang benderang dengan cahaya

(keadilan) Tuhannya; dan buku-buku

(perhitungan perbuatan mereka)

diberikan (kepada masing-masing), nabi-nabi dan saksi-saksi pun

dihadirkan, lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil, sedang

mereka tidak dirugikan." (QS. Az-

Zumar:69)

Kelak pada hari kiamat para hamba

akan dikumpulkan dalam keadaan telanjang lagi tidak berkhitan

sebagaimana halnya dahulu mereka

baru terlahir dari perut ibunya.

Hal itu berdasarkan riwayat dalam

sebuah hadits yang dikeluarkan oleh

Imam Bukhari dan Muslim, diambil dari

haditsnya Aisyah radhiyallahu 'anha, ia bercerita: 'Aku pernah mendengar

Rasulallah Shalallahu 'alihi wa sallam

bersabda:

قال سول الله صلى الله فيه مرل : م ي حرز

الناس يوم القيامة فاة عراة ع ل 1 . « قلت يا سَرول

لله الرسَاء وَلا رَجَال جميع اين طرب عصهم الى بعض

قال صلى الله عليه وسلم يا عشرة ل أمْ رُشْرَدْ

من أن ينطرب عمرهم الى بعض « ] أخرجه البخاري

وصرام 1

"Manusia kelak pada hari kiamat akan dihimpun dalam keadaan tidak beralas

kaki, telanjang bulat dan tidak berkhitan'. Maka aku penasaran, lalu

bertanya: 'Wahai Rasulallah, laki dan

perempuan semuanya akan dihimpun

bersamaan, nanti mereka akan saling melihat satu sama lain? Namun beliau

menjelaskan: "Wahai Aisyah!

Perkaranya lebih besar dari hanya sekedar melihat pada aurat satu sama

lainnya". HR Bukhari no: 6527, Muslim

no: 2859.

Definisi Sholat:

Fikih sholat

1. Syarat sah Sholat

2. Rukun dan sunnah didalam sholat :

Gerakan yg harus ada dan gerakan yang disunahkan untuk dilakukan

3. Pengiring sholat

3. 1. Dzikir

3. 2. Sholat sunnah Rawatib

3. 3. Ittikaf

4. Larangan/ Pembatal dalam Sholat

Akibat Alkabair: meninggalkan sholat

Pentingnya sholat

Tetap sholat walau dalam keadaan

apapun

1. Sakit

2. Diperjalanan/kendaraan

2. 1. Sholat Jamak

2. 2. Sholat Qosor

3. Perang

4. Berjamaah

4.1. 1 imam lk 1 makmum: Ik/pr

4.2. 1 imam lk 2 makmum Ik

4.2. 1 imam lk 1 makmum lk 1

makmum pr

4.3. 1 imam pr 1/banyak makmum

4.4. Ketika imam salah

4.5. Ketika imam batal

5. Terlambat datang

6. Sendiri

Macam-macam Sholat

1. Sholat wajib

1. 1. Wajib Ain : 5 waktu

1. 2. Wajib kifayah sholat jenazah -

sholat Ghoib

2. Sholat sunnah

2. 1. Qiamullail

2. 2. Tahajjud

2. 3. Witir

2. 4. Rawatib

2. 5. Dhuha

2. 6. Tahyatul Masjid

2. 7. Syukrul wudhu

2. 8. Intidzor

2. 9. Sholat led (hari raya)

2. 10. Sholat Istisqo

2. 11. Sholat Istikhoroh

2. 12. Gerhana Matahari dan atau bulan

2. 13. Sholat

3. Sholatnya Muallaf

Gerakan sholat tambahan

1. Sujud Sahwi

2. Sujud Tilawah

Kriteria Orang yg boleh untuk tidak

sholat

Ciri-ciri orang yg lalai dan ancaman

1. Beriman: Orang yang sholat tapi

tidak diterima sholatnya

2. Munafik

3. Kafir

Tidak tau

Tau sebagian

Tau tapi salah faham

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penuntut Ilmu tidak akan Kecewa - Khutbah Jumat

﷽ اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، اشهد ان لا اله الا انت وحدك لا شريك لك، اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ و اشهد ان محمدا عبدك ورسولك  اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ أم بعد، عباد الله، اصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون  Jamaah jum'at yg dirahmati Allah Pada kesempatan kali ini, kami ingin mengangkat sebuah tema bahwa tidak akan ada kekecewaan bagi mereka yg benar-benar menuntut ilmu, baik itu ilmu dunia maupun ilmu akhirat.  Kita bisa melihat gambaran nya dalam keh...

Da’wah dan Perubahan Perilaku - Ilmu Dakwah 2

Da’wah dan Perubahan Perilaku (Materi Ke-4 dari MK Ilmu Dakwah)   A. Persuasi Dakwah Persuasi dalam konteks dakwah merujuk pada usaha meyakinkan dan mempengaruhi orang lain untuk mengadopsi keyakinan, nilai, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Tujuan utama persuasi dakwah adalah membantu orang memahami dan menerima ajaran agama dengan cara yang lembut dan efektif. Berikut adalah beberapa prinsip dan strategi persuasi dalam ilmu dakwah: Pemahaman Target Audiens: Penting untuk memahami karakteristik, kebutuhan, dan pandangan target audiens. Dengan memahami siapa yang akan diberikan dakwah, pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih relevan dan persuasif. Penggunaan Argumentasi Rasional: Menggunakan argumen yang rasional dan berdasarkan bukti-bukti yang dapat diterima secara logika dapat meningkatkan daya persuasi. Penjelasan yang jelas dan terstruktur membantu orang memahami ajaran agama secara mendalam. Emosi yang Tepat: Menggunakan elemen emosional dengan bijak dapat ...

Pdf Kumpulan Materi Khutbah Jumat 3 Jilid Ebook

Berikut adalah ebook kumpulan materi khutbah Jum'at yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi pera mubaligh, dai, ataupun dapat menjadi penambah wawasan keislaman bagi pembaca pada umumnya. Judul Buku: Khutbah Jum'at Kontemporer Mendakwahkan Islam Rahmatan Lil 'alamin Penulis: Muhammad Hanifuddin, dkk. Ebook terdiri dari 3 jilid, dan dapat diunduh melalui link google drive dibawah ini Jilid I Jilid II Jilid III