Langsung ke konten utama

BISA (Belajar Islam Sedari awal) 1: Agama Nenek Moyang Manusia, Nabi Adam-Nabi Nuh

Sebagaimana peribahasa “setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya”. Dunia tempat berbagai ujian dan godaan, tapi ada segelintir jiwa yang menang. Mereka adalah orang-orang yang berhasil menemukan cahaya kebenaran, mereka menang dan berhasil mengalahkan godaan dunia, hanya agar mendapatkan kemenangan yang hakiki, kemenangan di kehidupan pertama di dunia, dan kehidupan kedua di akhirat.

Dalam sebuah hadist yang shahih, utusan Allah, Muhammad ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah akan mengutus (menghadirkan) bagi ummat ini (Islam), orang yang akan memperbaharui (urusan) agama mereka pada setiap akhir seratus tahun” (HR. Abu Dawud)

Bahwa sejak dahulu, keyakinan rohaniyah itu hanya satu, namun setelah berlalu zaman demi zaman, keyakinan yang lurus itu akhirnya terkikis sedikit demi sedikit yang akhirnya bercabang-cabang hingga tak terhitung banyaknya jumlah keyakinan (agama) pada abad ke 21 saat ini.

Dalam Kitab Suci Al-Qur’an disebutkan, “Manusia itu ummat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan , dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan diantara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memeberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendaknya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendakinya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqoroh: 213)


Umat Nabi Adam hingga Nabi Nuh (Noah)

Nabi Adam vs Iblis

Nabi Adam adalah nenek moyang seluruh manusia,dari dirinyalah kita semua berasal. Sebagaimana makhluk lainnya; dari Cahaya, Allah ciptakan makhluk yang paling taat bernama Malaikat; dari Api, Allah ciptakan makhluk bernama Jin; dan dari Tanah, Allah menciptakan Adam (Manusia) di surganya. Ketika Allah menciptakan Adam, Allah memerintahkan penduduk langit untuk bersujud (penghormatan) kepada Adam, semua Malaikat patuh pada perintah Allah dan bersujud, tapi Iblis dari golongan Jin bersikap sombong dan tidak mau sujud. Maka Iblis diusir keluar dari surga disebabkan sikap sombong dan tidak mau menuruti perintah Allah.

Tempat tinggal adam yang pertama adalah di Surga yang penuh dengan kenikmatan, apapun yang diinginkan, pasti bisa diperoleh didalamnya. Namun dari semua kenikmatan itu, ada satu batasan yang tidak boleh dilanggar, yakni mendekati sebuah pohon terlarang apalagi memakan buahnya. Diatas pengawasan/pengaturan Allah, Iblis menyelinap masuk ke Surga dan menggoda Adam dan Istrinya Hawa, Iblis (Pendusta) berkata bahwa “Allah melarang kalian memakan buah itu supaya kalian tidak menjadi Malaikat Abadi di Surga”. Hawa Tergoda bisikan Iblis, ia tidak mau keluar dari tempat ternikmat(Surga) dan mengajak Adam memakan buah tersebut, supaya bisa kekal selama-lamanya di Surga.


Nabi Adam dan Hawa

Namun hasilnya bertolak belakang, setelah memakan buah terlarang itu, bukan hanya tidak menjadi Malaikat Abadi di Surga, tapi mereka juga mendapatkan hukuman dari Allah karena melanggar larangan Allah, maka Allah turunkan Adam, Hawa, dan Iblis ke Bumi. Allah-lah yang mengatur segalanya, dan tujuan penciptaan Adam (manusia) sebagai pemimpin di bumi berawal sejak saat itu.

Adam dan Hawa yang merasa bersalah, bertaubat kepada Allah, dan Allah mengampuni mereka, tetapi mereka tetap harus hidup di Bumi yang sangat berbeda dengan Surga. Sedangkan Iblis, bukannya ikut bertaubat kepada Allah, dia semakin tidak tahu diri, dan berkehendak untuk menyesatkan adam dan keturunannya. Allah membiarkan Iblis dan keturunannya hidup bersama manusia hingga hari kiamat sebagai ujian hidup bagi Manusia.


Keturunan Adam

Umat manusia mulai berkembang, Adam mulai memiliki anak kembar yang berpasang-pasangan, dan mereka hidup di Bumi dengan beribadah kepada Allah dan juga berusaha ternak, bertani, dan lainya untuk mencukupi kehidupan. Salah satu ibadah saat itu adalah ibadah Qurban, yaitu mengorbankan sesuatu yang mereka dimiliki/usahakan kepada Allah.


Qorban & Pembunuhan pertama akibat kedengkian

Dikisahkan, 2 anak Adam, Qobil dan Habil, melakukan pengorbanan itu kepada Allah. Habil mengorbankan ternaknya, Domba gemuk yang paling dia sayangi, dan Qobil mengorbankan hasil tanamannya, Sayur-mayur yang buruk dan busuk. Maka Allah yang maha baik dan hanya menerima yang baik, memilih Qurban dari Habil dan tidak menerima Qurban dari Qobil.

Qobil yang telah dikuasai oleh iblis, marah dan membunuh saudaranya tersebut karena iri dan dengki. Setelah membunuh saudaranya, dia kebingungan akan mayat Habil. Maka Allah memberikan petunjuknya berupa: 2 ekor burung yang saling bunuh hingga salah satunya mati, burung yang hidup menggali tanah dan menguburkan mayat burung mati. Maka Qobil menguburkan Habil seperti itu pula. Inilah kisah kejahatan pertama di Langit oelh Iblis dan kejahatan pertama oleh Qobil. Maka kita tidak sepatutnya menuruti bisikan Iblis yang mmerupakan musuh nyata bagi manusia.


Nabi Syaits hingga Nabi Idris

Beberapa waktu berlalu, Adam dan Hawa kembali melahirkan anak kembar yang kemudian lahirlah manusia yang beriman kepada Allah, dari Adam lahirlah nabi Syaits bin Adam, dan dari nabi Syaits lahir anak-anak sholeh dan kemudian dari keturunannya lahir nabi Idris, dan dari nabi Idris juga demikian shaleh keturunannya hingga lahir nabi Nuh.

Menjelang diutusnya Nabi Nuh, Ummat manusia masih merupakan umat yang memiliki satu keyakinan, yaitu mengghambakan diri untuk beribadah hanya kepada Allah sebagaimana agama nabi Adam, Syaits, dan Idris. Banyak ulama/orang shaleh/ahli Ibadah yang kemudian dijadikan sebagai panutan/guru oleh sebagian yang lain, ibadah mereka selalu dibimbing oleh ulama tersebut, diantaranya adalah Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. Kemudian Allah mewafatkan orang-orang shaleh tersebut yang kemudian membuat umat manusia kehilangan panutannya dalam beribadah.


Pengutusan Nabi Nuh

Sehingga setan membisikkan pada telinga mereka agar membuat gambar dan patung, sebagai pengingat agar tetap semangat dalam beribadah. Setelah beberapa generasi kemudian keyakinan yang murni hilang dan menyisakan patung dan gambar para ulama tersebut, sehingga setan kembali membisikkan ummat manusia, bahwa sebenarnya keberadaan gambar dan patung yang ada di tengah mereka adalah supaya disembah sebagaimana nenek moyang mereka menyembahnya. Maka jadilah mereka ummat yang menyimpang, sehingga Allah mengutus Nuh, yaitu seseorang manusia diantara mereka, yang menyerukan agar kembali beribadah hanya pada Allah saja, dan jangan menyembah patung.

Nabi Nuh menyerukan ajaran murni selama 950 tahun. Tetapi penyimpangan telah sangat fatal, hanya sedikit manusia yang menerima seruan Nabi Nuh (dan merekalah para pemenang). Bahkan karena pergaulan yang buruk, salah satu anak dari Nabi Nuh (Kan’an) tidak mau mengikuti ayahnya dan malah ikut menyembah berhala, begitupula dengan Istri nabi Nuh (Walighah).

Karena penyimpangan besar itulah Allah menurunkan hukuman selama 7 hari, berupa banjir besar kepada kaum pembangkang temasuk anak dan istri nabi Nuh, dan menyelamatkan nabi Nuh beserta orang yang beriman dan hewan-hewan yang berpasang-pasangan kedalam Kapal besar yang telah mereka buat atas bimbingan dari Allah. Jadilah bumi bersih sebersih-bersihnya dari penyimpangan yang besar.


Awal Penyebaran Umat Manusia yg berbangsa & Bersuku-Suku

Selain Kan’an, Nabi Nuh juga memiliki 3 anak yang beriman Sam, Yafits, & Ham. Dari mereka bertiga inilah yang kemudian berpencar dan menjadi suku-suku yang banyak di Bumi. Sam memiliki keturunan bangsa Arab, Persia, dan Romawi. Yafits memiliki keturunan bangsa Turki, Sicilia, Ya’juj dan Ma’juj. Kemudian Ham memiliki keturunan bangsa Qibthi, Sudan, dan Barbar. Dan para nabi kemudian muncul turun-temurun dari keturunan Sam bin Nuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jumat: Melepas Kepergian Ramadhan

﷽ Khutbah Pertama انّ الْحَمْدَ ِلله،ِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَه،ُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِه،ِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَة،ٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاء،ً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام ،َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا الله،َ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُم،ْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ... فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ!، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِه،ِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّق...

Da’wah dan Perubahan Perilaku - Ilmu Dakwah 2

Da’wah dan Perubahan Perilaku (Materi Ke-4 dari MK Ilmu Dakwah)   A. Persuasi Dakwah Persuasi dalam konteks dakwah merujuk pada usaha meyakinkan dan mempengaruhi orang lain untuk mengadopsi keyakinan, nilai, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Tujuan utama persuasi dakwah adalah membantu orang memahami dan menerima ajaran agama dengan cara yang lembut dan efektif. Berikut adalah beberapa prinsip dan strategi persuasi dalam ilmu dakwah: Pemahaman Target Audiens: Penting untuk memahami karakteristik, kebutuhan, dan pandangan target audiens. Dengan memahami siapa yang akan diberikan dakwah, pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih relevan dan persuasif. Penggunaan Argumentasi Rasional: Menggunakan argumen yang rasional dan berdasarkan bukti-bukti yang dapat diterima secara logika dapat meningkatkan daya persuasi. Penjelasan yang jelas dan terstruktur membantu orang memahami ajaran agama secara mendalam. Emosi yang Tepat: Menggunakan elemen emosional dengan bijak dapat ...

Malam Zhafaf

﷽ Malam adalah malam setelah akad nikah, dimana seorang jejaka pertama kali menyandang status sebagai suami, dan seorang gadis untuk pertama kali juga menyandang sebagai seorang istri. Malam ini merupakan malam sakral yang perlu diperhatikan oleh 2 insan yang telah bersama menjalin janji akan menjadi teman hidup serumah didunia hingga akhirat Hal-hal yang dapat diperhatikan di malam pertama pernikahan diantaranya: 1. mempersiapkan sematang mungkin, baik fisik maupun mental. sebab malam ini memiliki kesan yg sangat dalam untuk jangka waktu yg sangat lama a. laki: berhias, menghilangkan bulu ketiak, kumis, kuku, bulu kemaluan, merapihkan janggut, memakai wewangian dan bersiwak. sebagaimana dalam riwayat muslim, bahwa Aisyah menuturkan kebiasaan Rasulullah saat pertama kali memasuki rumah yaitu sikat gigi, dan ada kemungkinan kemudian menyambut istri beliau dengan ciuman. b. wanita: sama halnya dengan laki-laki, berhias, terutama memotong kuku karena malam itu wanita cenderung mencengkram...