Tafsir Az-Zalzalah
Kegoncangan hari kiamat
A. Asbabun Nuzul
dalam tafsir jalalain disebutkan
- Orang-orang menduga bahwa amal baik yg kecil tidak dianggap
Imam Ibnu Abu Hatim telah mengetengahkan sebuah hadis melalui Sa’id ibnu Jubair yang telah menceritakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu beberapa sahabat ketika mendengar firman-Nya: Al-Insan ayat 8
وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًۭا وَيَتِيمًۭا وَأَسِيرًا ٨
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan,
>> mereka disini merujuk pada ayat sebelumnya (76:5)
إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍۢ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ٥
Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur,
>> setelah mendengar ayat diatas, seorang sahabat pada saat itu berpendapat, bahwa mereka tidak akan mendapatkan pahala apa pun jika mereka memberikan sesuatu dalam kadar yang sedikit. Maka Allah menurunkan Ayatnya:
“Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat żarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.(Q.S. Az-Zalzalah: 7)
- Orang-orang lainnya berpendapat pula bahwa diri mereka tidak akan dicela hanya karena dosa kecil, seperti berbicara dusta, melihat wanita yang lain, mengumpat, dan perbuatan berdosa lainnya yang sejenis.
Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat żarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (Q.S. 99 Az-Zalzalah, 8)
B. Tafsir
- 1-5: bumi akan mengalami suatu hal yang tidak biasa di hari Akhir
اِذَا زُلۡزِلَتِ الۡاَرۡضُ زِلۡزَالَهَا
Ayat 1. Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat,
Kata Zalzalah, dari bahasa arab زَلْزَلَ - يُزَلْزِلُ yg artinya mengguncang,
Kata ini diulang ulang sehingga mengandung Taukid (penekanan), guncangan ini bukan guncangan yg biasa
#TJ: bentuk kedahsyatan yg besar
#TIK: bergerak bagian bawahnya
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌۭ ١
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar.
> lihatlah kondisi manusia
يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَـٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَـٰرَىٰ وَلَـٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌۭ ٢
(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.
> kondisi Langit
إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنشَقَّتْ ١
Apabila langit terbelah, (QS. Insyiqoq: 1)
وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ كُشِطَتْ ١١
dan apabila langit dilenyapkan, (attakwir (81:11)
> kondisi gunung²
وَتَرَى ٱلْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ ۚ صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ ۚ إِنَّهُۥ خَبِيرٌۢ بِمَا تَفْعَلُونَ
Artinya: Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. An-Naml: 88)
وَبُسَّتِ ٱلْجِبَالُ بَسًّۭا ٥
dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,(Al-waqiah (56:5)
> Kondisi Bumi
insyiqoq (84:3)
وَإِذَا ٱلْأَرْضُ مُدَّتْ ٣
dan apabila bumi diratakan,
لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًۭا وَلَآ أَمْتًۭا ١٠٧
(sehingga) kamu tidak akan melihat lagi ada tempat yang rendah dan yang tinggi di sana."(Taha (20:107)
وَاَخۡرَجَتِ الۡاَرۡضُ اَثۡقَالَهَا
Ayat 2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
# TJ: perbendaharaan & orang mati dicampakkan ke permukaan bumi
# TIK: bumi memuntahkan mayat-mayat, tiang2 emas & perak (("Bumi akan memuntahkan bagian-bagian yang terdapat di dalam perutnya yang besar, seperti tiang-tiang yang terbuat dari emas dan perak. HR. Muslim
# TT: ia mengeluarkan isi yg membebaninya, berupa mayat-mayat yg dihidupkan
"Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandungnya, orang-orang yang mati." (Muhammad bin Sinan, Abu Ashim, Syabib, Ikrimah, Ibnu Abbas)
Maka ada 2 beban yg dikeluarkan bumi
a. Barang berharga: barang tambang, yg diperebutkan/ dikejar orang didunia.
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌۭ وَلَا بَنُونَ ٨٨
(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,(asyuaro 88:)
b. Mayat-mayat yg dibangkitkan, keluar dari kubur
وَقَالَ الۡاِنۡسَانُ مَا لَهَا
3. Dan manusia bertanya, "Apa yang terjadi pada bumi ini?"
manusia: seluruhnya? orang yg menemui hari kiamat? orang yg rusak/buruk?
ليس الخبرُ كالمعايَنَةِ
tidak sama antara yg mendengar kabar dan melihat langsung
intinya seketika goncangan itu membuat manusia kaget
#TJ: dengan nada ingkar, manusia berucap, mengapa bumi jadi begini?
#TIK: manusia menolak kejadian bahwa bumi yg harusnya tenang permanen, malah bergerak berguncang keras. Bumi bergoncang atas perintah Allah dan tidak ada tempat berlindung bagi mereka
# manusia (orang kafir) terkaget, mengapa bumi jadi begini?
Abu Kuraib menceritakan kepada kami, ia berkata: Ibnu Yaman menceritakan kepda kami dari Asy'ats, dari Ja'far, dari Sa'id, ia berkata, "Pernah terjadi gempa bumi pada masa Abdullah, lalu Abdullah berkata, 'Mengapa kamu? Sungguh, seandainya ia berbicara, maka terjadilah Kiamat'.
يَوۡمَٮِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخۡبَارَهَا
4. Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
#TJ:bumi menceritakan semua amalan baik dan buruk orang yg dilakukan diatas permukaan nya
#TIK: bumi bersaksi atas semua yg dikerjakan oleh orang-orang diatasnya,
Abu ‘Abdirrahman an-Nasa-i dan lafazh ini miliknya dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah ﷺ membaca ayat ini: ﴿ يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا ﴾ ‘Pada hari itu bumi menceritakan beritanya,’ beliau bertanya, ‘Apakah kalian mengetahui apa berita yang disampaikannya?’ Mereka menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.’ Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya beritanya adalah dia bersaksi bagi setiap hamba, laki-laki maupun perempuan atas apa yang telah mereka lakukan di atasnya. Dia akan mengatakan, ‘Dia mengerjakan ini dan itu, pada hari ini dan itu.’ Demikian itulah beritanya.’” Kemudian at-Tirmidzi mengatakan: “Ini merupakan hadits hasan shahih gharib.”
# TT: Abdullah bin Mas'ud: bumi menyampaikan berita nya, Allah memerintah ini padaku, mewahyukan ini kepadaku, serta mengizinkan aku melakukannya
sejak dulu alam ingin menghabisi manusia atas kedzaliman yg manusia lakukan, tapi belum diizinkan Allah
Maryam (19:90)
تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ ٱلْأَرْضُ وَتَخِرُّ ٱلْجِبَالُ هَدًّا ٩٠
hampir saja langit pecah, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, (karena ucapan itu),’
أَن دَعَوْا۟ لِلرَّحْمَـٰنِ وَلَدًۭا ٩١
karena mereka menganggap (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.
وَمَا يَنۢبَغِى لِلرَّحْمَـٰنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا ٩٢
Dan tidak mungkin bagi (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak.
namun pada hari itu bumi menerangkan beritanya, dengan guncangan dan gempa, serta mengeluarkan orang-orang mati dari dalam perutnya keatas permukaan, dengan wahyu Allah kepadanya dan izin Allah kepadanya untuk itu
memberitakan tentang:
a. "Tentang apa yang diperbuat di permukaannya yang berupa kebaikan atau keburukan." (Ibnu Humaid,deri Mahran, dari Sufyan)
b. tentang apa yang terjadi padanya dan di atas permukaannya yang berupa amal perbuatan para hamba. (Yunus, Ibnu Wahb, Ibnu Zaid
c. "Memberitahukan kepada manusia tentang apa yang mereka perbuatan di atasnya." (Muhammad bin Amr, Abu Ashim, Isa, Al Harits, Al Hasan, Warqa, Ibnu Abi Najih, dari Mujahid)
bumi menjadi saksi atas seluruh kejadian yg terjadi diatasnya (baik atau buruk). Allah maha tahu, tapi hari kiamat Allah ingin memperlihatkan bukti, dengan saksi².
a. malaikat pencatat: infithor 11-12
كِرَامًۭا كَـٰتِبِينَ ١١
yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (perbuatanmu),
يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ ١٢
mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.
مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌۭ ١٨
Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat). (Qaf (50:18)
b. tangan & kaki:
ٱلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَآ أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ ٦٥
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (yasin 65)
c. kulit² bicara:
وَقَالُوا۟ لِجُلُودِهِمْ لِمَ شَهِدتُّمْ عَلَيْنَا ۖ قَالُوٓا۟ أَنطَقَنَا ٱللَّهُ ٱلَّذِىٓ أَنطَقَ كُلَّ شَىْءٍۢ وَهُوَ خَلَقَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍۢ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ٢١
Dan mereka berkata kepada kulit mereka, "Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?" Kulit mereka menjawab, "Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah, yang (juga) menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu yang pertama kali dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan."
> Diantara agar Bumi bersaksi baik pada kita adalah Perbanyak menelusuri permukaannya dengan kebaikan
- mengambil jalan yg berbeda ketika pergi dan pulang sholat ied
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari raya biasa mengambil jalan yang berlainan (ketika pergi dan ketika kembali dari mushalla-pen)” [Hadits Riwayat Bukhari 986].
- Bergeser ketika bangun untuk Sholat Sunnah
“Apakah kalian tidak mampu untuk maju atau mundur, atau geser ke kanan atau ke kiri ketika shalat.” Maksud beliau: “shalat sunah”. [HR. Abu Daud & Ibnu Majah, dishahihkan al-Albani]
بِاَنَّ رَبَّكَ اَوۡحٰى لَهَا
5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) padanya.
#TJ: tidak mustahil, karena Tuhan yg maha kuasa yg memerintahkan nya demikian
#TIK: rabb memerintah bumi. a) mewahyukan, b) memberi izin, c) membelah diri
# TT:
a. mewahyukan,"(Maksudnya adalah) auhaa ilaihaa 'mewahyukan kepadanya'."Muhammad bin Sinan Al Qazzaz, Abu Ashim, Sy[ah] dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas)
b. memerintahkan, 'Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu)
kepadanya'. Allah memerintahkan nya, maka bumi mengeluarkan apa yg ada di dalamnya ' dan
melepaskannya (Muhamnad bin Amr, Abu Ashim, Isa, Al Harits, Al Hasan, Warqa, Ibnu Abi Najitu, dari Mujahid)
c. mengizinkan, Allah memerintahkan ini kepadaku,
mewahyukan ini kepadaku, serta mengizinkanku melakuhannya." (Abdullah bin Mas'ud)
- 6-8: Hari kebangkitan dan perhitungan
يَوۡمَٮِٕذٍ يَّصۡدُرُ النَّاسُ اَشۡتَاتًا ۙ لِّيُرَوۡا اَعۡمَالَهُمۡؕ
6. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya.
#TJ: manusia berangkat meninggalkan tempat penghisaban, bermacam-macam, berpisah, ada yg ke kanan agar bisa melihat surga, dan ada yg ke kiri agar bisa melihat neraka
#TIK:manusia keluar bermacam2. a) menentang hisab dalam wujud yg beragam, b) macam golongan: sengsara & bahagia, c) balasan kebaikan/keburukan
#TT: pada hari itu manusia keluar dari tempat hisabsecara berkelompok dan terpisah, golongan di sebelah kanan menuju surga dan golongan di sebelah kiri menuju neraka.
manusia keluar dalam keadaan bermacam-macam dan terpisah-pisah,
ada yang ke sebelah kanan dan ada yang ke sebelah kiri, supaya diperlihatkan kepada mereka balasan amal perbuatan mereka.
jadi, orang yang berbuat baik selama di dunia dan taat kepada Allah, diperlihatkan kepadanya amalnya dan, kemuliaan yang disediakan Allah baginya pada hari itu, sebagai balasan atas ketaataan kepada Allah sewaktu di dunia
Sementara orang yang berbuat buruk dan bermaksiat tertadap Allab diperlihatkan kepadanya amal perbuatannya dan balasannya, serta apa yang disediakan Allah baginya yang berupa kehinaan dan kenistaan di dalam Jahanam sebagai balasan atas kemaksiatan dan kekufuran terhadap Allah sewaktu di dunia
فَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرًا يَّرَهٗ
7. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,
#TJ: Yaitu pahala
#TT: Sesungguhnya ini merupakan penghitungan yg detail." (Abi Kuraib, Ibnu Ali, Al A'masy, dari Ibrahim At-Taimi, Abdullah, Al Harits bin Suwaid)
- cara kerja balasan seberat dzarroh
Abu Bakar sedang makan bersama Nabi SAW, maka ia berhenti (dari makannya), lalu berkata, "Wahai Rasululah, sungguhkah aku akan melihat kebaikan dan keburukan yang telah kuperbuat?" Beliau menjawab,
"Apa yang engkau lihat berupa hal-hal yang kau benci, maka itu adalah (balasan) dari keburukan yang seberat-berat dzarrah, dan disimpankan (untukmu ganjaran) dari kebaikan yang sebesar-besar dzarrah, hingga kelak itu diberikan kepadamu pada Hari Kiamat."(dalam kitab Abu Kilabah)
- dzarroh:
a) sesuatu yg sangat kecil. semut kecil yg baru lahir, yg jika ditimbang, tidak ada nilainya. (hadist: org sombong akan dihimpun pada hari kiamat seperti dzarri (semut kecil) dgn rupa manusia
Rasulullah bersabda
يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ
"Orang-orang yang sombong akan dihimpun pada hari kiamat seperti semut dalam bentuk manusia.
Mereka akan diselimuti kehinaan dari segala arah, dan mereka akan diseret ke dalam penjara di neraka yang disebut Bulas, yang ditimpa api yang menyala, mereka akan diberi minum dari perasan orang-orang neraka, yaitu tanah yang kotor.
(tirmidzi 2492)
b) debu sisa hempasan ditangan
c) partikel yg terlihat ketika ada cahaya matahari saat membuka tirai
(suatu terkecil: atom)
#TT: khabar tentang masa mendatang,
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya," ia berkata, "Tidak seorang pun, baik mukmin maupun kafir, yang melakukan perbuatan baik atau buruk sewaktu di dunia, kecuali Allah akan mendatangkan perbuatan itu kepadanya.
Adapun orang mukmin, akan diperlihatkan kepadanya kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukannya, lalu Allah mengampuni keburukan-keburukannya, sedangkan bagi orang kafir, kebaikan-kebaikannya ditolak, dan ia diadzab akibat keburukan-keburukannya."
dari Muhammad bin Ka'b Al Qurazhi, "Tidak ada seorang pun yang berbuat baik, baik mukmin maupun kafir, kecuali pahalanya atas Allah yang disegerakan di dunianya, atau ditangguhkan di akhiratnya kelak."
Tsaur menceritakan kepada kami dari Ma'mar, dari Qatadah, dari Muhammad bin Ka'b, ia berkata, "Orang beriman akan melihat kebaikan-kebaikannya di akhirat, sedangkan orang kafir akan melihat kebaikan-kebaikannya di dunia."
muslim dan kafir memiliki 2 pembalasan yg berbeda
"Adapun orang mukmin, maka hukuman keburukannya dijadikan di dunia, sementara ganjaran kebaikannya ditangguhkan (di akhirat), sedangkan orang kafir, ganjaran kebaikannya disegerakan di dunia, sementara balasan keburukannya ditangguhkan (di akhirat).
"Barangsiapa dari orang kafir mengerjakan kebaikan, walaupun sebesar dzarrah, maka ia akan melihat ganjarannya di dunia pada dirinya dan keluarganya, hartanya dan anaknya, sampai ia keluar dari dunia, sedangkan di akhirat tidak ada ganjaran baginya. (Muhammad bin Muslim Ath-Thaifi, Amr bin Qatadah, Muhammad bin Ka'b Al Qurazhi)
dalil orang kafir tidak mendapat balasan kebaikan diakhirat
dari Aisyah, ia berkata: Aku berkata, "Wahai Rasulullah, Ibnu Jad'an pada masa Jahiliyah suka menyambung tali kekerabatan dan memberi makan orang miskin, apakah itu akan berguna baginya?" Beliau menjawab,"Itu tidak akan berguna baginya, karena ia tidak pernah mengucapkan, 'Wahai Tuhanku, ampunilah kesalahanku pada Hari Pembalasan'." (Ibnu Waki menceritakan kepada kami, ia berkata: Hafsh menceritakan kepada kami dari Daud, dari Asy-Sya'bi, dari Masruq,)
Salman bin Amir datang kepada Rasulullah SAW, lalu berkata, "Sesungguhnya ayahku suka menyambung tali kekerabatan, memenuhi janji, dan memuliakan tamu." Beliau bertanya,"Apakah ia meninggal sebelum Islam?" Ia menjawab, "Benar." Beliau lalu bersabda,"Itu tidak akan bermanfaat baginya."
Setelah itu ia pun beranjak. Rasulullah SAW kemudian berkata,"Panggilkan orang tua itu kepadaku."
Ia pun datang lagi. Rasulullah SAW lalu bersabda,"Sesungguhnya itu tidak akan bermanfaat baginya, akan tetapi akan (bermanfaat) bagi penerusnya, sehingga mereka tidak akan pernah dihinakan, tidak akan pernah dinistakan, dan tidak akan pernah kekurangan materi.
وَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
8. dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
#TJ: Merasakan balasannya
#TT: orang mukmin, maka ia akan melihat balasannya di dunia pada dirinya, keluarganya, hartanya, dan anaknya, sampai ia keluar dari dunia, sedangkan di akhirat, tidak ada lagi balasan baginya."(Muhammad bin Muslim Ath-Thaifi, Amr bin Qatadah, Muhammad bin Ka'b Al Qurazhi)
haruskah manusia itu ditakdirkan berdosa, sehingga perlu mendapatkan ganjaran keburukan atas dosanya?
Yunus bin Abdil A'la menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, ia berkata: Huyayy bin Abdillah mengabarkan kepadaku dari Abu Abdirrahman Al Hubuli, dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, ia berkata: Turunnya ayat, "إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا" "Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat)," yaitu ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq sedang duduk, dan ia menangis, maka Rasulullah SAW bertanya,
مَا يُبْكِيكَ يَا أَبَا بَكْرٍ؟
"Apa yang membuatmu menangis, wahai Abu Bakar?" Ia menjawab, "Surah inilah yang membuatku menangis." Rasulullah SAW lalu bersabda,
لَوْلَا أَنَّكُمْ تُخْطِئُونَ وَتُذْنِبُونَ فَيَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ، لَخَلَقَ اللَّهُ أُمَّةً يُخْطِئُونَ وَيُذْنِبُونَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ
"Seandainya kalian tidak pernah berbuat salah dan berdosa sehingga Allah mengampuni kalian, niscaya Allah menciptakan suatu umat yang berbuat salah dan berdosa, lalu Allah mengampuni mereka.
7-8
#TIK: Amalan seberat Dzarroh
bahkan dalam pemeliharaan kuda atau hewan ternak, bisa mendatangkan pahala, bisa pula mendatangkan dosa
Dari Abu Hurairah,Rasulullah bersabda "Kuda itu untuk tiga orang. Bagi seseorang kuda itu akan menjadi pahala, bagi seorang lagi akan menjadi satar (penutup), dan bagi seorang yang lainnya akan menjadi dosa.
Adapun orang yang mendapatkan pahala adalah orang yang mengikat kuda itu di jalan Allah, lalu dia membiarkannya di tempat penggembalaan atau taman dalam waktu yang lama, maka apa terjadi selama masa penggembalaannya di tempat penggembalaan dan taman itu' maka ia akan menjadi kebaikan baginya. Dan jika dia menghentikan masa penggembalaannya lalu kuda itu melangkah satu atau dua langkah, maka jejak kaki dan juga kotorannya akan menjadi kebaikan baginya. Dan jika kuda itu menyeberangi sungai lalu ia minum air dari sungai tersebut, maka yang demikian itu menjadi kebaikan baginya, dan kuda itu pun bagi orang tersebut adalah pahala.
Dan orang yang mengikat kuda itu karena untuk memperkaya diri dan demi kehormatan diri tetapi dia tidak lupa hak Allah dalam pemeliharaannya, maka kuda itu akan menjadi satar baginya.
Serta orang yang mengikatnya karena perasaan bangga dan riya', maka ia hanya akan menjadi dosa baginya." (HR. Bukhari)
C. Keutamaan Membaca
a. subuh,
“Bahwasanya sahabat mendengar Nabi membaca pada salat Subuh surah Az-Zalzalah.” (HR. Abu Dawud)
atau dalam riwayat lain didua rakaatnya, entah karena beliau lupa atau karena hal lain
Komentar
Posting Komentar
Jika ada kesalahan, mohon agar diluruskan
Jika ada kritik/saran, silahkan diajukan
Harap tinggalkan Jejak dengan nmenyertakan apresiasi maupun komentar dan saran anda yang membangun. Agar memberi motivasi bagi kami dalam menegakkan syiar Islam, In Syaa Allah.
Barakallah, syukron telah berkunjung