Langsung ke konten utama

Tafsir Al-Lail

 A. Asbabun Nuzul

Ibnu Abbas r.a. telah menceritakan bahwa ada seorang lelaki yang memiliki sebuah pohon kurma, hanya saja pohon kurma miliknya itu, salah satu tangkainya menjulur ke dalam rumah seseorang yang miskin lagi banyak anaknya. Apabila lelaki itu datang untuk memetik buahnya, ia langsung menaikinya dan memetik buahnya. sewaktu ia naik dan memetiknya, tentu saja ada beberapa buah kurma yang terjatuh, lalu buah kurma yang terjatuh itu diambil oleh anak-anak si orang miskin tadi. Lelaki itu segera turun dari pohon kurmanya dan langsung mengambil buah yang terjatuh itu dari tangan anak-anak orang yang miskin itu. Apabila ia menjumpai buah kurma itu berada di mulut salah seorang di antara mereka, ia segera memasukkan jari telunjuknya ke mulut anak itu dengan maksud untuk mengeluarkan buah kurma dari mulut si anak itu.

Lalu orang miskin itu mengadukan hal tersebut kepada Nabi SAW. Nabi berkata kepadanya: "sekarang pergilah kamu". Kemudian Nabi sAW. menemui pemilik kurma itu dan berkata kepadanya: "Berikanlah kepadaku tangkai pohon kurmamu yang menjuntai ke dalam rumah si Fulan itu, dan kelak kamu akan mendapat pohon kurma di surga sebagai penggantinya.

Laki itu menjawab: "sesungguhnya aku telah diberi (hal yang serupa), dan sesungguhnya aku memiliki banyak pohon kurma, tetapi tiada suatu pohon kurma pun yang lebih mempesonakanku dan lebih banyak buahnya daripada pohon kurma itu".

setelah itu si lelaki pergi menemui lelaki lain yang tadi mendengar percakapan antara dirinya dan Rasulullah SAW. Kemudian lelaki lain itu datang kepada Rasulullah SAW. dan berkata kepadanya: "wahai Rasulullah, apakah engkau akan memberikan juga kepadaku tawaran yang pernah engkau ajukan kepada lelaki tadi jika aku mengambil pohon kurmanya",. Rasulullah SAW. menjawab: "Ya tentu saja".

Kemudian Ielaki lain itu menemui pemilik kurma; dan sesungguhnya kedua orang tersebut sama-sama memiliki banyak pohon kurma.

Lalu pemilik kurma itu berkata kepadanya: "Apakah kamu mengira bahwasanya Muhammad memberikan kepadaku pohon kurma di surga sebagai ganti dari pohon kurmaku yang menjulur ke rumah si Furan?" Maka aku menjawab: "sesungguhnya aku pun telah diberi, hanya saja aku senang kepada buah yang dihasilkannya; dan sesungguhnya aku memiliki banyak pohon kurma, tetapi tiada suatu pohon kurma pun yang lebih menakjubkan buahnya daripada pohon kurmamu itu. Apakah kamu mau menjualnya?" pemilik kurma menjawab: 'Tidak, kecuali jika aku diberi imbalan". dengan apa yang aku inginkan, dan aku rasa orang tidak akan mau menerima keinginanku itu",

Lelaki lain itu berkata kepada pemilik kurma: "Berapakah yang kamu maui sebagai imbalannya?" Pemilik kurma menjawab: "Empat puluh buarr pohon kurma". Lelaki lain berkata: "sesungguhnya keinginanmu itu aneh-aneh saja", lalu lelaki lain itu diam berpikir sejenak. Lalu ia berkata kepada pemilik kurma: "Baiklah, aku memberikan kepadamu empat puluh buah pohon kurma sebagai imbalannya, tetapi jika kamu sungguh-sungguh, aku minta hal ini disaksikan oleh orang lain".

Lalu pemilik kurma itu memanggil kaumnya dan men;ruruh mereka menyaksikan transaksi barter ini. Kemudian lelaki lain itu pergi menemui Rasulullah sAW.

sesampainya di sana, lalu ia berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya pohon kurma itu telah menjadi milikku, sekarang aku berikan kepadamu". Kemudian Rasulullah SAW. pergi menemui orang yang miskin tadi di rumahnya, lalu ia berkata kepadanya: "Pohon kurma itu kuberikan kepadamu dan anak-anakmu". Maka Allah menurunkan firman-Nya: Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) ..." (Q.S. 92 Al-Lail, 1 hingga akhir surat)

Imam Ibnu Katsir memberikan komentarnya, bahwa hadis ini berpredikat garib jiddan (aneh sekali).


Imam Hakim telah mengetengahkan sebuah hadis melalui Amir ibnu Abdullah ibnuz Zubair yang ia terima dari ayahnya yang telah menceritakan bahwa Abu Quhafah berkata kepada Abu Bakar: "Aku lihat kamu telah memerdekakan banyak budak yang lemah. Alangkah baiknya seandainya kamu memerdekakan budak-budak yang kuat-kuat yang mampu membela dan melindungi dirimu, hai anakku". Abu Bakar inenjawab: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku melakukan demikian hanyalah karena mengharapkan pahala yang ada di sisi Allah". Kemudian turunlah ayat-ayat ini berkenaan dengan sikap Abu Bakar itu, yaitu firman- Nya: "Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertaqwa". (Q.S. 92 Al-Lail, 5 hingga akhir surat)

Imam Ibnu Abu Hatim telah mengetengahkan sebuah hadis melalui urwah, bahwa Abu Bakar Aq-Siddiq telah memerdekakan tujuh orang hamba sahaya yang semuanya disiksa oleh majikan mereka karena beriman kepada Allah. Berkenaan dengan sikapnya itu turunlah ayat ini, yaitu firman-Nya: "Dan kelak akan dijauhkan orang yang bertakwa dari neraka itu". (Q.S 92 Al-Lail, 17 hingga akhir surat)

Imam Bazzar telah mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnuz Zubair yang telah menceritakan bahwasanya ayat ini, yaitu firman-Nya: "Padahal tidak ada seseorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya (Q.S. 92 Al-Lail, 19 hingga akhir surat). diturunkan berkenaan dengan amal perbuatan yang dilakukan oleh Abu Bakar As-Siddiq.


B. Tafsir

 

وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ ١

1.  Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

IK: Menyelimuti semua makhluk dengan kegelapannya

J: menutupi semua apa yang ada di langit dan di bumi dengan kegelapan


# kebiasaan orang arab, ketika ingin menekankan sesuatu, maka diawali dengan sumpah.

demikian lah Allah menurunkan Firman nya ditanah arab,

إِنَّآ أَنزَلْنَـٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّۭا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ٢
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur`an berbahasa Arab, agar kamu mengerti. (QS. Yusuf: 2)

sehingga Al-Quran pun menggunakan metode mereka, yakni mendahului suatu yg penting dengan kata sumpah


# hanya Allah berhak bersumpah dengan apa saja yg Allah kehendaki
# sedangkan kita tidak boleh bersumpah, kecuali bersumpah dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah


Rasulullah bersabda.

مَن حلَفَ بغَيرِ اللهِ فقدْ كفَرَ أو أشرَكَ
“Barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah maka dia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan” [Abu Daud dalam kitab Al-Iman 3251. At-Tirmidzi dalam kitab An-Nudzur 1535]

Pembukaan surat dengan Sumpah: Allah bersumpah demi malam
keutamaan waktu malam:
1. waktu terbaik berduaan dengan Allah,
”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 1808)

2. sholat malam lebih dicintai Allha dari sholat siang,
“Lakukanlah salat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan, dan mencegah dari perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi, hadis hasan)

3. sholat wajib di awal kenabian adalah qiamullail
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah Muharrom. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

4. pujian Allah untuk penghuni surga,
كَانُوا۟ قَلِيلًۭا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ١٧ وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ١٨
mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam, dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).

5. Derajat orang-orang yg sholat malam
“Barangsiapa yang salat malam dengan membaca 10 ayat, maka dia tidak dicatat sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang salat malam dengan membaca 100 ayat, maka dicatat sebagai orang yang taat (tunduk kepada Allah). Dan barangsiapa yang salat malam dengan membaca 1000 ayat, maka dia dicatat sebagai orang yang mendapatkan pahala yang melimpah (muqanthirin).”(HR. Abu Dawud no. 1398 dan Ibnu Hibban no. 2572)

وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰىۙ ٢

2.  demi siang apabila terang benderang,

J: yaitu Apabila menampakkan dirinya

 

وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىٓ ۙ ٣

3.  dan demi penciptaan laki-laki dan perempuan,

> Makna huruf Ma pada ayat ini:

1. ma mausul: alladzi: yg menciptakan laki-laki dan perempuan : yaitu Demi Allah

2. ma masdariyah: demi penciptaan laki dan perempuan. dalam riwayat lain, wa dzakari wal unsa

IK: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Alqamah, bahwa ia datang ke negeri Syam, lalu masuk masjid Dimasyq (Damaskus) dan mengerjakan salat dua rakaat di dalamnya, lalu mengucapkan doa berikut: "Ya Allah, berilah aku rezeki teman duduk yang saleh." Lalu duduklah ia bergabung ke dalam majelis Abu Darda, maka Abu Darda bertanya kepadanya, "Dari manakah engkau berasal?" Alqamah menjawab, "Dari Kufah." Abu Darda bertanya, bahwa bagaimanakah engkau mendengar bacaan Ibnu Ummi Abdin (maksudnya Abdullah ibnu Mas'ud) terhadap firman Allah Swt: Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan. (Al-Lail: 1-3)

Maka Alqamah membacakannya dengan bacaan berikut: dan (demi) laki-laki dan perempuan. (Al-Lail: 3) Tanpa memakai wama khalaqa, sehingga bacaannya menjadi waz zakari wal un'sa. Maka Abu Darda menjawab, bahwa sesungguhnya ia pernah mendengar bacaan itu dari Rasulullah Saw., tetapi mereka masih tetap meragukan bacaan itu. Dan demikianlah ayat ini dibaca oleh Ibnu Mas'ud dan Abu Darda; dan Abu Darda sendiri telah me-rafa'-kannya, yakni telah mendengarnya langsung dari Rasulullah Saw.

Adapun menurut pendapat jumhur ulama, maka mereka membacanya sebagaimana yang termaktub di dalam mushaf usmani, yaitu mushaf induk yang telah disebarkan ke berbagai negeri Islam di masa itu, yaitu: dan penciptaan laki-laki dan perempuan. (Al-Lail: 3)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

وَخَلَقْناكُمْ أَزْواجاً
dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan. (An-Naba': 8)
Dan firman-Nya:

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنا زَوْجَيْنِ
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan. (Adz-Dzariyat: 49)

Mengingat sumpah yang dikemukakan dengan menyebut nama berbagai hal yang berlawanan, maka subjek sumpahnya pun demikian pula. yaitu menekankan tentang urusan manusia itu beragam

  • Ragam urusan manusia



اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰىۗ ٤

 4.  sesungguhnya usahamu benar-benar beraneka ragam.

ada siang, malam, ada gelap terang, ada pria dan wanita

usaha manusia beraneka ragam
baik, buruk, jadilah yg baik,

J: beraneka macam; ada orang yang beramal atau bekerja untuk mendapatkan surga, dengan cara menempuh jalan ketaatan; dan ada pula orang yang beramal atau bekerja untuk neraka, dengan cara menempuh jalan kemaksiatan.

dermawan, dan pelit


  • Ragam 1: Dermawan

فَاَمَّا مَنْ اَعْطٰى وَاتَّقٰىۙ ٥

 5.  Siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa

dikaitkan dengan takwa, sehingga menjukkan keduanya tidak dipisah

sehingga dermawan ada 2: dikaitkan dengan takwa dan yg tidak bertakwa


infak dengan takwa: infak dengan tulus ikhlas

infak tanpa takwa:
- riya,
- ujub,
- mengungkit sedekah

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقَـٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْـَٔاخِرِ ۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌۭ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٌۭ فَتَرَكَهُۥ صَلْدًۭا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍۢ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَـٰفِرِينَ ٢٦٤
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya` (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir. (QS. Al-Baqoroh : 264)

- termasuk juga, bersedekah tapi belum bayar hutang

ikhlas itu berat

وَصَدَّقَ بِالْحُسْنٰىۙ ٦

 6.  serta membenarkan adanya (balasan) yang terbaik (surga),

Orang yang bertakwa: Mereka yang memberi (bersedekah), bertakwa, dan membenarkan janji Allah (Al-Husna). 

Husna

J: Membenarkan Kalimat Tauhid: infak di jalan Allah yang dilakukannya dan bertakwa kepada-Nya yang dijalankannya itu tiada lain berangkat dari keimanannya kepada kalimat La ilaha illa Allah

tobari: maksudnya membenarkan 3 hal
1. kalimat tauhid
2. surga
3. diberi ganti dari Allah

مَّن ذَا ٱلَّذِى يُقْرِضُ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًۭا فَيُضَـٰعِفَهُۥ لَهُۥ وَلَهُۥٓ أَجْرٌۭ كَرِيمٌۭ ١١
Barangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia,  (QS. Al-Hadid: 11)

Allah namakan infak dengan sebitan qord: hutang, seakan kita meminjamkan kepada Allah, dan akan Allah bayar hutang itu kelak diakhirat
يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ
"Wahai anak Adam, berinfaklah (bersedekahlah), niscaya Aku akan memberi nafkah (rezeki) kepadamu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Tiap pagi 2 malaikat berdoa: yaa Allah beri ganti
"Tidak ada satu hari pun ketika seorang hamba memasuki waktu pagi melainkan ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.' Dan yang lainnya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah kehancuran (harta) bagi orang yang kikir.'" (HR. Bukhari dan Muslim).

Sedekah tidak mengurangi harta
"Sedekah itu tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim).

intinya, washoddawobil husna, ketika bershodaqoh, maka sertailah dengan membenarkan 'Husna'

kebutuhan si kaya kepada si miskin, itu melebihi kebutuhan si miskin dari si kaya

kebutuhan si kaya: pahala2 akhirat, meredam kemurkaan Allah, rezeki ditambah, kebahagiaan /kelembutan hati saat bersedekah

si miskin hanya dapat, makan, minum, kebutuhan, selesai

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰىۗ ٧

 7.  Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan).

J: Yusro: Surga

 allah yg mudahkan, didorong pula dari didoakan oleh si miskin


Dari Abu Hurairah: Rasulullah ﷺ bersabda, "Perumpamaan si kikir dan si dermawan adalah seperti dua orang yang mengenakan jubah besi." Rasulullah ﷺ juga bersabda, "Perumpamaan si dermawan dan si kikir adalah seperti dua orang yang memiliki dua jubah besi dari dada mereka hingga ke tulang selangka mereka, dan ketika si dermawan ingin bersedekah, jubah itu menjadi luas hingga menutupi seluruh tubuhnya sehingga menyembunyikan ujung jarinya dan menutupi jejaknya (menghapus jejaknya). Dan ketika si kikir ingin mengeluarkan, jubah itu menempel dan setiap cincin terjebak di tempatnya dan ia berusaha untuk memperlebar, tetapi tidak menjadi lebar." (HR. Bukhori)

sehingga terdapat sebuah kaidah : Al-Jazā’ min Jinsil ‘Amal (الْجَزَاءُ مِنْ جِنْسِ الْعَمَلِ)

Allah Ta’ala juga berfirman,

هَلْ جَزَآءُ ٱلْإِحْسَٰنِ إِلَّا ٱلْإِحْسَٰنُ

“Tidak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman: 60)




BERSAMBUNG
---

kikir dan balasannya

وَاَمَّا مَنْۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰىۙ ٨

 8.  Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)

Merasa Cukup

 J: Tidak membutuhkan pahala-nya

وَكَذَّبَ بِالْحُسْنٰىۙ ٩

 9.  serta mendustakan (balasan) yang terbaik,

 Orang yang kikir: Mereka yang pelit, merasa cukup dengan diri sendiri, dan mendustakan janji Allah. 

فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗ ١٠

 10.  Kami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan.

 Allah akan memudahkan mereka menuju kesulitan atau kesengsaraan

J: 'Usro: Neraka



وَمَا يُغْنِيْ عَنْهُ مَالُهٗٓ اِذَا تَرَدّٰىٓۙ ١١

 11.  Hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.

 di dunia - uang habis pada suatu yg tidak bermanfaat

di akhirat - akibat uang disimpan karena saking sayangnya pada harta, sehingga dikatakan ((orang pelit, hidup seperti orang miskin, dihisab seperti orang kaya)

J: Tarodda: Masuk ke Neraka
# tidak berguna lagi harta yg dulu mereka usahakan jika mereka telah masuk neraka

اِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدٰىۖ ١٢

 12.  Sesungguhnya Kamilah yang (berhak) memberi petunjuk.

J: untuk membedakan antara jalan hidayah dan jalan kesesatan; dimaksud supaya ia mengerjakan perintah Kami dengan menempuh jalan yang pertama, dan ia Kami larang dari menempuh jalan yang kedua.

semua sudah ditakdirkan, jalan mana yg ditempuh orang, dia sadar bisa memilih

 ((wa hadayna hun najdain


Pentingnya Sedekah (15:27 - 24:57): Sedekah tidak mengurangi harta, melainkan justru menambahnya. Orang yang bersedekah lebih diuntungkan daripada yang menerima sedekah, karena mendapatkan pahala, kebahagiaan, dan perlindungan dari keburukan.

وَاِنَّ لَنَا لَلْاٰخِرَةَ وَالْاُوْلٰىۗ ١٣

 13.  Sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia.

 J: maka barang siapa yang mencari keduanya tanpa meminta kepada Kami, berarti dia telah sesat jalan

فَاَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظّٰىۚ ١٤

 14.  Aku memperingatkanmu dengan neraka yang menyala-nyala.

 wahai orang-orang yg kikir, ingatlah akan dahsyatnya api neraka yang menyala-nyala dan mengingatkan bahwa harta tidak akan berguna bagi pemiliknya jika ia sudah binasa (33:18).


penghuni neraka yg paling ringan adalah yg sendalnya dipakai, kepala mendidih

orang kaya didunia, ketika dicelup di neraka, ia lupa

لَا يَصْلٰىهَآ اِلَّا الْاَشْقَىۙ ١٥

 15.  Tidak masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,

 

الَّذِيْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ ١٦

 16.  yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan).

J: Berpaling dari iman

----

abu bakar

Ayat ini turun sebagai kemuliaan bagi Abu Bakar Ash-Shiddiq yang gemar memerdekakan budak (seperti Bilal bin Rabah) semata-mata mengharapkan wajah Allah

 

وَسَيُجَنَّبُهَا الْاَتْقَىۙ ١٧

 

17.  Akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa,

 

الَّذِيْ يُؤْتِيْ مَالَهٗ يَتَزَكّٰىۚ ١٨

 

18.  yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (diri dari sifat kikir dan tamak).

J: untuk membersihkannya di sisi Allah swr., umpamanya dia mengeluarkannya bukan karena ria atau pamer dan gengsi, maka setelah itu harta yang dimilikinya menJadi bersih di sisi-Nya nanti.


وَمَا لِاَحَدٍ عِنْدَهٗ مِنْ نِّعْمَةٍ تُجْزٰىٓۙ ١٩

 

19.  Tidak ada suatu nikmat pun yang diberikan seseorang kepadanya yang harus dibalas,758)

758) Maksudnya adalah bahwa orang-orang yang bertakwa membantu orang lain bukan karena orang itu berjasa kepadanya sehingga perlu membalasnya, melainkan hanya mengharap rida Allah.

اِلَّا ابْتِغَاۤءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْاَعْلٰىۚ ٢٠

 

20.  kecuali (dia memberikannya semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.

J: artinya, dia memberikan hartanya itu hanya karena mengharapkan pahala Allah

وَلَسَوْفَ يَرْضٰى ࣖ ٢١

 

21.  Sungguh, kelak dia akan mendapatkan kepuasan (menerima balasan amalnya).

J: yakni dari pahala pemberiannya itu di surga nanti. Makna ayat ini mencakup pula setiap orang yang mengerjakan amal perbuatan seperti yang telah dilakukan oleh Abu Bakar, dia akan dijauhkan dari neraka dan mendapatkan pahala yang berlimpah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Idul Adha : Ikhlas Berkorban untuk Islam

KHUTBAH PERTAMA الله اكبر ٩× اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ  الله اكبر ولله الحمد ---- الحمدلله الذي جعل يوم العيدا للمسلمين، ووحدنا بعيدِهِ كأُمَّةٍ واحدة، من غير الأمم، ونشكره على كمالِ اِحسانه، وهو الجلال والاكرام.  ---- اشهد ان لا اله الا انت وحدك لا شريك لك، اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ و اشهد ان محمدا عبدك ورسولك ----  اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَ...

Khutbah Jumat: Melepas Kepergian Ramadhan

﷽ Khutbah Pertama انّ الْحَمْدَ ِلله،ِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَه،ُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِه،ِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَة،ٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاء،ً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام ،َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا الله،َ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُم،ْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ... فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ!، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِه،ِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّق...

Malam Zhafaf

Malam Zhafah adalah malam setelah akad nikah, dimana seorang jejaka pertama kali menyandang status sebagai suami, dan seorang gadis untuk pertama kali juga menyandang sebagai seorang istri. Malam ini merupakan malam sakral yang perlu diperhatikan oleh 2 insan yang telah bersama menjalin janji akan menjadi teman hidup serumah didunia hingga akhirat Hal-hal yang dapat diperhatikan di malam pertama pernikahan diantaranya: 1. mempersiapkan sematang mungkin, baik fisik maupun mental. Sebab malam ini memiliki kesan yg sangat dalam untuk jangka waktu yg sangat lama a. laki: berhias, menghilangkan bulu ketiak, kumis, kuku, bulu kemaluan, merapihkan janggut, memakai wewangian dan bersiwak. sebagaimana dalam riwayat muslim, bahwa Aisyah menuturkan kebiasaan Rasulullah saat pertama kali memasuki rumah yaitu sikat gigi, dan ada kemungkinan kemudian menyambut istri beliau dengan ciuman. b. wanita: sama halnya dengan laki-laki, berhias, terutama memotong kuku karena malam itu wanita cenderung mencen...