Asy-Syams
A. Hubungan dengan surat lain
Surat ini ditempatkan setelah surat Al-Balad, bahwa surat Al-Balad berisi tentang dunia adalah negeri ujian. Sehingga, kita menyadari bahwa langkah yang tepat agar tetap kuat bertahan berjuang hidup didunia yang penuh dengan ujian ini adalah dengan membersihkan hati. Sebab, dari sanalah titik awal-nya. Yaitu dengan menyucikan jiwa kemudian dapat mendatangkan/memancarkan cahaya terang benderang dan mencerahkan, sehingga ujian/rintangan jalan menjadi mudah dilewati
B. Tafsir
- Sumpah-Sumpah (1-8)
# kebiasaan orang arab, ketika ingin menekankan sesuatu, maka mereka mendahului-nya dengan sumpah. Demikian lah Allah menurunkan Firman nya ditanah arab,
إِنَّآ أَنزَلْنَـٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّۭا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ ٢
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur`an berbahasa Arab, agar kamu mengerti. (QS. Yusuf: 2)
# sehingga Al-Quran pun menggunakan metode mereka, yakni mendahului suatu yg penting dengan kata sumpah
# hanya Allah yg berhak bersumpah dengan apa saja yg Allah kehendaki
# sedangkan kita tidak boleh bersumpah, kecuali bersumpah dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah
Rasulullah bersabda.
مَن حلَفَ بغَيرِ اللهِ فقدْ كفَرَ أو أشرَكَ
“Barangsiapa yang bersumpah atas nama selain Allah maka dia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan” [Abu Daud dalam kitab Al-Iman 3251. At-Tirmidzi dalam kitab An-Nudzur 1535]
وَٱلشَّمْسِ وَضُحَىٰهَا
1. Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
Dhuhaha:
J: Memancarkan sinarnya dipagi hari
T: Cahaya pada Siang hari, karena cahaya matahari yang tampak adalah siang hari (tidak hanya pagi saja)
Allah menciptakan matahari dengan porsi tugas yang pas. tidak terlalu dekat /panas sehingga bisa membakar bumi, tidak pula terlalu jauh sehingga bumi kekurangan panas yang membuat bumi membeku. Porsi panas yang pas dan waktu-waktu bersinarnya membuat matahari menjadi sumber manfaat bagi manusia dan penghuni bumi lainnya
وَٱلْقَمَرِ إِذَا تَلَىٰهَا
2. dan bulan apabila mengiringinya,
Talaha: T: mengiringi matahari/ J: Mengiringi terbenamnya matahari
T: Bulan mengiringi matahari pada setengah pertama bulan, dan matahari mengiringi bulan pada setengah sisanya. Pada
setengah yang pertama bulan mengiringi matahari, Yaitu
matahari terlebih dulu, lalu bulan, sedangkan pada setengah
bulan lainnya, bulanlah yang lebih dulu mendahului matahari,
sernentara matahari mengiringinya (Ibnu Athiyah)
IK: ada juga yg berpendapat bulan mengiringi matahari di malam Lailatul (Malik telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam)
وَٱلنَّهَارِ إِذَا جَلَّىٰهَا
3. dan siang apabila menampakkannya,
IK: Cuacanya Cerah
وَٱلَّيْلِ إِذَا يَغْشَىٰهَا
4. dan malam apabila menutupinya,
IK: apabila malam menutupi matahari saat matahari tenggelam
وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَىٰهَا
5. dan langit serta pembinaannya,
T: langit serta yang membangunnya, yakni yang menciptakannya. Membangunnya adalah menjadikannya sebagai atap untuk bumi.
وَالسَّماءَ بَنَيْناها بِأَيْدٍ- أَيْ بِقُوَّةٍ- وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ وَالْأَرْضَ فَرَشْناها فَنِعْمَ الْماهِدُونَ
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya. Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami). Adz-Dzariyat: 47-48)
وَٱلْأَرْضِ وَمَا طَحَىٰهَا
6. dan bumi serta penghamparannya,
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّىٰهَا
7. dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
T: Bisa bermakna masdar > jiwa serta kesempurnaannya. atau bermakna Man(Siapa) > Dialah (Allah) yang menyempurnakan jiwa, serta menciptakannya hingga sempurna
IK: Begitulah fitrahnya jiwa: Yaitu penciptaannya yang sempurna dengan dibekali fitrah yang lurus lagi tegak, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْها لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Ar-Rum: 30)
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىٰهَا
8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
T: kehendak Allah: maka Allah menerangkan kepada jiwa, yang selayaknya dilakukan atau ditinggalkan, yang berupa kebaikan, keburukan, ketaatan, dan kemaksiatan
Allah berfirman:
وَهَدَيْنٰهُ النَّجْدَيْنِ
Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan) (QS. Al-Balad:10)
Dalam hadist disebutkan,
Abu al-Aswad melaporkan bahwa 'Imran bin Husain bertanya kepadanya: Apa pendapatmu, apa yang dilakukan orang-orang hari ini di dunia, dan berusaha untuk itu, apakah itu sesuatu yang telah ditentukan untuk mereka atau sudah ditetapkan untuk mereka atau apakah nasib mereka di akhirat akan ditentukan oleh fakta bahwa para Nabi mereka membawa ajaran yang tidak mereka amalkan?Saya berkata: Tentu saja, itu adalah sesuatu yang telah ditentukan untuk mereka dan sudah ditetapkan untuk mereka.
Dia (lebih lanjut) berkata: Lalu, apakah itu bukan suatu ketidakadilan/kezhaliman (untuk menghukum mereka)?
Saya merasa sangat terganggu karena (pertanyaan) itu, dan berkata: Segala sesuatu adalah ciptaan Allah dan berada dalam kekuasaan-Nya. Dia (Allah) tidak akan ditanya tentang apa yang Dia lakukan, tetapi mereka akan ditanya;
kemudian dia berkata kepadaku: Semoga Allah merahmatimu, saya tidak bermaksud menanyakanmu tetapi untuk menguji akalmu.
Dua orang dari suku Muzaina datang kepada Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah, apa pendapatmu tentang apa yang dilakukan orang-orang di dunia dan berusaha untuk itu, apakah itu sesuatu yang telah ditentukan untuk mereka; sesuatu yang sudah ditetapkan untuk mereka dan apakah nasib mereka di akhirat akan ditentukan oleh fakta bahwa para Nabi mereka membawa ajaran yang tidak mereka amalkan, sehingga mereka layak mendapatkan hukuman?
Kemudian, beliau berkata: Tentu saja, itu terjadi sebagaimana yang telah ditentukan oleh Takdir dan sudah ditetapkan untuk mereka, dan pandangan ini dikonfirmasi oleh ayat dari Kitab Allah, Yang Maha Tinggi dan Mulia: "Demi jiwa dan Yang menyempurnakannya, kemudian Dia mengilhamkan kepada jiwa itu keburukannya dan kebaikannya". (HR. Muslim 2650)
# Jika Allah menginginkan kebaikan pada seseorang, Dia akan memberikan tanda-tanda khusus sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan para ulama:
Dalam potongan hadist lain
Rasululullah bersabda, "Adapun orang yang telah ditakdirkan termasuk orang-orang yang berbahagia, maka dimudahkan bagi mereka untuk mengamalkan perbuatan orang-orang yang berbahagia. Dan adapun orang yang telah ditakdirkan termasuk orang-orang yang celaka, maka dimudahkan bagi mereka melakukan perbuatan orang-orang yang celaka." (HR. Bukhari)
# Jika Allah menginginkan kebaikan pada seseorang, Dia akan memberikan tanda-tanda khusus sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ dan para ulama:
- Dipahamkan dalam agama (tafaqquh fid-din): Allah akan membuat orang tersebut gemar belajar, mengerti, dan memahami tuntunan agama Islam dengan benar. Sabda Nabi ﷺ: "Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya tentang agama" (HR. Bukhari & Muslim).
- Diberikan kemudahan untuk beramal saleh sebelum wafat: Allah "mempekerjakan" atau menggerakkan hati orang tersebut untuk melakukan amal kebaikan, terutama di penghujung usianya, sehingga ia menutup hidup dengan taubat dan amal saleh (HR. Ahmad).
- Diberikan ujian atau musibah: Allah menimpakan cobaan di dunia agar hamba tersebut bersabar, menghapus dosa-dosanya, dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya (HR. Bukhari)
- Disegerakan sanksi atau teguran di dunia: Jika ia melakukan kesalahan, Allah menegurnya di dunia melalui kesulitan atau ujian agar ia segera sadar dan kembali kepada jalan yang benar (HR. Tirmidzi & Al-Hakim)
T: sifat dari Jiwa: Allah menjadikan padanya kefasikan dan ketakwaan.
# Macam-macam Jiwa(nafs)
2. An-Nafsu Al-Lawwamah: Jiwa yang suka mencela, menyesali kesalahan, atau bimbang antara dorongan keburukan dan kebaikan (QS. Al-Qiyamah: 1-2).
Dalam sebuah hadist, yg juga terdapat dalam Hadits arbain ke-27
عَنِ النَّواسِ بنِ سَمعانِ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، عَنِ النَّبيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( البِرُّ حُسْنُ الخُلُقِ ، والإثْمُ : ما حَاكَ في نَفْسِكَ ، وكَرِهْتَ أنْ يَطَّلِعَ عليهِ النَّاسُ )) . رواهُ مسلمٌ
Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Al-birr adalah husnul khuluq (akhlak yang baik). Sedangkan al-itsm adalah apa yang menggelisahkan dalam dirimu. Engkau tidak suka jika hal itu nampak di hadapan orang lain.” (HR. Muslim)
عَنِ النَّواسِ بنِ سَمعانِ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، عَنِ النَّبيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( البِرُّ حُسْنُ الخُلُقِ ، والإثْمُ : ما حَاكَ في نَفْسِكَ ، وكَرِهْتَ أنْ يَطَّلِعَ عليهِ النَّاسُ )) . رواهُ مسلمٌ
Dari An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Al-birr adalah husnul khuluq (akhlak yang baik). Sedangkan al-itsm adalah apa yang menggelisahkan dalam dirimu. Engkau tidak suka jika hal itu nampak di hadapan orang lain.” (HR. Muslim)
# Sehingga hati/jiwa yg belum sepenuhnya mati, akan menegur pemiliknya, bahwa ada sesuatu yg salah dari tindakannya, seperti riya
3. An-Nafsu Al-Ammarah bis-Su': Jiwa yang cenderung atau selalu menyuruh kepada keburukan dan memperturutkan hawa nafsu (QS. Yusuf: 53).
#Doa 1
dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. bila bacaannya sampai pada ayat ini, yaitu firman-Nya: dan jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (Asy-Syams: 7-8)Maka beliau Saw. menghentikan bacaannya, lalu berdoa:
«اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، وَخَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا»
Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, Engkau adalah Yang Memiliki dan Yang Menguasainya, dan (Engkau) adalah sebaik-baik yang menyucikannya. (HR. Thabrani)
- Sumpah-sumpah itu untuk menekankan pentingnya Tazkiyah an-Nafs
Ayat selanjutnya merupakan Jawabul Qosam (kalimat yang berfungsi sebagai isi sumpah atau jawaban dari kalimat sumpah)
قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا
9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
T: sesungguhnya beruntunglah orang yang Allah sucikan jiwanya sehingga banyak penyuciannya dari kekufuran dan kemaksiatan, serta memperbaikinya dengan amal-amal shalih.
IK: beruntunglah orang yang jiwanya dibersihkan oleh Allah, dan merugilah orang yang jiwanya ditakdirkan kotor oleh Allah Swt.
وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
T: sesungguhnya merugilah dia dalam pencariannya, sehingga tidak menemukan kebaikan yang dicarinya untuk dirinya
Dassaha: T: adalah orang yang Allah kotori jiwanya sehingga menistakannya dan merendahkannya. Ia dijadikan berpaling dari petunjuk sehingga melakukan kemaksiatan dan meninggalkan ketaatan kepada Allah.
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ١٨
Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. (QS. Lukman: 18)
ٱلَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَـٰٓئِرَ ٱلْإِثْمِ وَٱلْفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلْمَغْفِرَةِ ۚ هُوَ أَعْلَمُ بِكُمْ إِذْ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَإِذْ أَنتُمْ أَجِنَّةٌ فِى بُطُونِ أُمَّهَـٰتِكُمْ ۖ فَلَا تُزَكُّوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ ٣٢
(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa. (QS. An-Najm: 32)
#Doa 2
dari Zaid ibnu Arqam yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. acapkali mengucapkan doa berikut:
«اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْهَرَمِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ. اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ. وَعِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَدَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا»
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kepikunan, sifat pengecut, sifat kikir, dan azab kubur. Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik yang menyucikannya, Engkau adalah Pemilik dan Yang Menguasainya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah kenyang (puas), dari ilmu yang tidak bermanfaat, dan dari doa yang tidak diperkenankan.
-----
bersambung
- Contoh orang yang mengotori hati & akibatnya
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَىٰهَآ
11. (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas,
T: Mendustakan Adzab, kaum Tsamud telah mendustakan karena kezhalimannya, yakni dengan adzabnya yang dijanjikan Shalih AS kepada mereka. Adzab itu adalah kejadian luar biasa yang menimpa mereka
T: Tidak mengakui kesalahan, bahwa kaum Tsamud mendustakan kemaksiatan mereka terhadap Allah
إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشْقَىٰهَا
12. ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,
فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ ٱللَّهِ نَاقَةَ ٱللَّهِ وَسُقْيَٰهَا
13. lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: (“Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya”.
Maksudnya )
Yaitu, hati-hatilah terhadap unta betina Allatl dan minumannya Shalih memperingatkan mereka tentang minuman unta itu karena telah didahului dengan perintah dari Allah kepada mereka bahwa unta itu berhak terhadap tempat minum sehari, dan mereka berhak terhadap tempat minum itu sehari lainnya di selain hari untuk unta betina itu.
فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُم بِذَنۢبِهِمْ فَسَوَّىٰهَا
14. Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),
وَلَا يَخَافُ عُقْبَٰهَا
15. dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.
T: sebagian Qurro (pembaca quran) membacanya dengan bacaan 'Falaa yakhofu 'uqbaha'
Komentar
Posting Komentar
Jika ada kesalahan, mohon agar diluruskan
Jika ada kritik/saran, silahkan diajukan
Harap tinggalkan Jejak dengan nmenyertakan apresiasi maupun komentar dan saran anda yang membangun. Agar memberi motivasi bagi kami dalam menegakkan syiar Islam, In Syaa Allah.
Barakallah, syukron telah berkunjung