MK Produksi Media Cetak dan Online
1: Persiapan Awal dalam Membangun Media Cetak/Online
Ketika kita ingin memulai perjalanan dalam membangun dan menghasilkan media cetak atau online, ada beberapa langkah awal yang perlu diperhatikan.
Penyatuan Tujuan: Pertama-tama, semua anggota tim harus memiliki tujuan yang sama. Ini penting agar setiap usaha kita memiliki fokus yang jelas dan konsistensi dalam panduan informasi.
Nama Produksi yang Baik: Pilih nama produksi yang unik, mudah diingat, dan mencerminkan esensi dari apa yang ingin kami sampaikan. Nama yang baik akan membantu merek kita dikenal oleh audiens.
2: Jenis-jenis Berita dan Bentuk Konten
Dalam proses pembuatan konten berita, ada beberapa jenis berita dan bentuk konten yang perlu diperhatikan.
Jenis Berita: Berita dapat berbentuk hardnews yang memberikan informasi utama, softnews yang lebih ringan dan humanis, serta investigasi yang mendalam untuk mengungkap fakta-fakta yang tersembunyi.
Editorial dan Foto Jurnal: Selain itu, ada bentuk pemaparan lain seperti editorial yang menampilkan pandangan redaksi, dan foto jurnal yang menggunakan gambar untuk menceritakan suatu peristiwa.
3: Fungsi Utama Produksi Berita dan Keunggulan Media Online
Produksi berita memiliki fungsi penting, terutama di era digital.
Media Cyber: Berita juga berfungsi sebagai media cyber, dimana kita perlu dapat melihat berita dari berbagai sudut pandang agar informasi yang disajikan lebih lengkap.
Rapat Liputan: Pertemuan rutin untuk merencanakan liputan sangat penting dalam menjaga kualitas konten dan koordinasi tim.
Keunggulan Media Online: Di era jurnalistik masa depan, media online memiliki keunggulan, termasuk kemudahan produksi, inklusivitas yang memungkinkan siapa pun menjadi juru bicara, serta kemampuan untuk menjangkau khalayak global dengan cepat.
4: Prinsip-prinsip Yang membuat Produksi Media Cetak tetap bertahan
Tidak peduli jenis media yang digunakan, beberapa prinsip penting yang harus dipegang teguh.
Terjaga dari Hoax: Berita palsu atau hoax harus dihindari dengan melakukan verifikasi yang cermat sebelum menyajikan informasi.
Kode Etik: Mengikuti kode etik dalam pemberitaan adalah landasan penting untuk menjaga kualitas dan integritas konten.
Fakta yang Akurat: penghilangan fakta yang akurat dan wajib adalah kewajiban yang tidak bisa diabaikan.
Pertanggungjawaban dan Etika: Berita harus dapat dipertanggungjawabkan dan penyampaiannya harus memperhatikan etika jurnalistik.
5: Tujuh Unsur Berita yang Membangun Informasi Berkualitas di Era Digital
Di era digital yang serba canggih ini, berita tidak lagi terbatas pada teks cetak. Kini, berita dapat diperbarui dengan berbagai elemen multimedia, seperti animasi, video, tautan ke YouTube, dan berita terkait lainnya. Namun, dibalik segala inovasi ini, terdapat tujuh unsur penting yang tetap menjadi fondasi dalam penyajian berita yang efektif dan berkualitas.
1. Fokus Fokus harus menjadi acuan berita—mulai dari judul hingga kalimat terakhirnya harus berhubungan langsung dengan fokus. Banyak berita di media daring Indonesia yang fokusnya kurang jelas atau uraiannya melebar dari fokus. Arah penulisan berita semestinya “turun ke dalam”, bukan melebar ke kanan atau kiri. Suatu fakta yang menurut awam "relevan" belum tentu relevan alias melebar. Hal ini membutuhkan pelatihan dan praktik. Fokus cerita harus ditentukan sebelum jurnalis melakukan peliputan, seperti mewawancara ahli, mengambil gambar, dan mencatat hal-hal yang terjadi. Jurnalis menentukan fokus berdasarkan riset sederhana (background research) yang dilakukan sebelum meliput, Riset paling mudah berupa mencari informasi di internet atau media lain. Untuk menentukan fokus, pertanyaan yang bisa Anda jukan: Apa yang baru? Apa hal penting atau menarik dari peristiwa tersebut? Apa yang akan diperoleh khalayak dari membaca tulisan atau menonton video ini? Fokus memberikan konteks dan orientasi ke depan. 2. Fakta (akurat dan diverifikasi) Berita jelas harus memuat fakta, bukan opini jurnalis dan imajinasi narasumber, dan ini tidak boleh sembarang fake, Jurnalisme hanya menyajikan fakta yang akurat dan sudah diverifikasi. Kebenaran atau fakta yang akurat bersifat mutlak. Jurnalis harus teliti dalam mencarat dan menyajikan fakta, Meskipun yakin mendengar atau membacanya secara tepat dari suatu sumber, jurnalis perlu mengeceknya terlebih dahulu di internet atau sumber lain sebelum menerbitkannya. Verifikasi menjadi ciri khas praktik jurnalisme Journalism is the business of verification, yang berarti urusat utama jurnalisme adalah verifikasi atau pemeriksaan pengujian fakta. Memeriksa atau menguji fakta merupakan pekerjaan khas jurnalis, yang tidak rutin dilakukan kelompok profesi lainnya. Pada era media sosial, kesalahan fakta lebih terbuka lebar karena jurnalis dan media dituntut lebih cepar dan lebih sering menyampaikan berita. Namun, godaan untuk cepat dan berita menjadi viral tidak boleh melupakan prinsip sebuah fakta harus dipastikan benar terlebih. 3.Nilai Berita Secara teori, ada delapan aspek nilai berita, yaitu kebaruan pengaruh, relevansi, konflik, popularitas, emosi, ketidakwajaran, dan kedekatan jarak.
Setiap berita harus memiliki nilai berita yang nyata bagi audiens. Nilai ini dapat berupa dampak yang dirasakan oleh masyarakat, relevansi dengan isu-isu terkini, atau kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam tentang topik tersebut.
4. Jawaban: Berita harus memberikan jawaban kepada pembaca atau penonton. Pertanyaan umum seperti "Apa?", "Siapa?", "Kapan?", "Bagaimana?", dan "Mengapa?" harus dijawab dalam penyajian berita. Ini memungkinkan audiens untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai peristiwa atau isu yang dibahasa.
5. Sumber: Setiap informasi yang disajikan harus memiliki sumber yang jelas dan dapat dipercaya. Penyebutan sumber membantu membuktikan keakuratan dan keabsahan informasi yang diberikan, serta memberi kesempatan bagi pembaca untuk melakukan pengecekan lebih lanjut.
6. Kejelasan: Penyajian berita harus dilakukan dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti oleh audiens. Gaya penulisan yang rumit atau teknis dapat mengisyaratkan pesan yang ingin disampaikan. Dalam lingkungan digital yang penuh dengan informasi singkat, kejelasan adalah kuncinya.
7. Etika: Berita yang baik harus dihasilkan dengan menjunjung tinggi standar etika jurnalistik. Hal ini mencakup aspek seperti melindungi privasi individu, menghindari penghalang, serta memastikan bahwa berita disajikan dengan objektivitas dan tanpa bias.
Dalam dunia yang semakin terkoneksi ini, unsur-unsur ini tetap menjadi fondasi yang krusial untuk menyampaikan informasi dengan akurat, berbobot, dan membangun kepercayaan. Meskipun berita dapat dihidupkan kembali dengan elemen-elemen multimedia, nilai-nilai inti ini tetap berfungsi sebagai panduan dalam memproduksi konten berita yang bermakna.
Komentar
Posting Komentar
Jika ada kesalahan, mohon agar diluruskan
Jika ada kritik/saran, silahkan diajukan
Harap tinggalkan Jejak dengan nmenyertakan apresiasi maupun komentar dan saran anda yang membangun. Agar memberi motivasi bagi kami dalam menegakkan syiar Islam, In Syaa Allah.
Barakallah, syukron telah berkunjung