Langsung ke konten utama

Menjawab pertanyaan tentang kenapa Nabi Isa lebih banyak disebut dalam Alquran dari Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam

Menjawab tuduhan kaum yg suka menggelintirkan fakta tentang "kenapa Nabi Isa lebih banyak disebut dalam Alquran dari Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam"

Saya akan memberikan delapan jawaban.

  1. Kita perlu tahu bahwa memang Nabi Isa Alaihi Wasallam itu sangat mulia dan dimuliakan dalam Islam. Para Nabi dan Rasul itu jumlahnya seratus dua puluh empat ribu. Nabi Isa masuk di dalamnya. Dari seratus dua puluh empat ribu Nabi itu tiga ratus lima belasan itu adalah Rasul pembawa ajaran baru. Nabi Isa masuk di dalamnya. Dari tiga ratusan Nabi dan Rasul itu dua puluh limanya. Namanya tercantum dalam Alquran. Lagi-lagi. Nabi Isa ada di dalam dari dua puluh lima Nabi dan Rasul yang mulia itu ada lima Nabi ul Azmi Nabi dengan tingkat keteguhan yang sangat tinggi. Lagi-lagi Nabi Isa juga ada di dalamnya. Nabi Isa itu memang mulia. Satu-satunya Pemuliaan yang tidak mungkin diberikan oleh umat Islam kepada beliau adalah penuhanan TERHADAP diri beliau karena Nabi Isa dan nabi-nabi yang lain dengan segala keutamaan yang mereka miliki yang luar biasa itu mereka tetaplah makhluk ciptaan Allah sebagaimana kita juga ciptaan Allah.
  2. Bukan Nabi Isa yang paling banyak disebut dalam Alquran. Nabi Isa hanya disebut sebanyak lima puluh lima kali. dengan diperincian dua puluh satu kali. Nama jelas beliau disebut Isa, kemudian sebelas kali dengan sebutan Almasih dan dua puluh tiga kali disebut dengan putra Maryam. Sedangkan Nabi dengan rekor tertinggi penyebutannya adalah Nabi Musa. Beliau disebut dalam Alquran sebanyak seratus tiga puluh enam kali. Kemudian disusul oleh Nabi Ibrahim yang disebut sebanyak enam puluh sembilan kali, dan Nabi Yusuf yang disebut sebanyak lima puluh delapan kali.
  3. Banyaknya disebut tidak menunjukkan apapun. Bukan berarti bahwa dia lebih mulia daripada yang lebih sedikit disebut. Karena kalau itu ukurannya, Firaun itu berarti termasuk sosok yang yang mulia terhitung Firaun disebut sebanyak tujuh puluh empat kali. Kemudian disusul dengan setan yang disebut sebanyak delapan puluh sembilan kali.
  4. Alquran itu bukan buku biografinya Rasul Muhammad Sallallahu alaihi wasallam. Karena isi daripada Alquran itu diantaranya adalah kisah keteladanan umat-umat terdahulu, termasuk kisah para Nabi dan Rasul. Maka wajar yang diceritakan adalah figur-figur yang ada dalam kisah tersebut. Kan aneh jadinya yang diwahyukan justru kisah Nabi Muhammad. Karena Nabi Muhammad adalah sang penerima wahyu.
  5. Nabi Muhammad namanya memang hanya disebut sebanyak empat kali, tetapi jika kita kita lihat dalam Alquran, maka beliau banyak disebut, tetapi dengan kata ganti engkau dia. Bahkan kemudian ketika diperintahkan katakan wahai Muhammad itu Rasulullah yang diajak berbicara oleh Allah. Selain itu, Nabi Muhammad kemudian dalam Alquran itu dipanggil oleh Allah dengan panggilan Ya Ayuhan Nabi. Wahai Nabi ya ayuhan Rasul, wahai Rasul ini adalah panggilan penghormatan dan sekaligus menunjukkan kedekatan seperti halnya kita. Kita kalau menghormati seseorang atau mencintai seseorang, kita panggil dengan gelarnya Tuan Guru. kyai atau anak kita. Kita panggil bukan dengan namanya, tetapi dengan adik atau kakak. Termasuk contoh sederhananya saya di rumah ini. Orang yang paling saya cintai adalah istri saya. Tetapi saya lupa kapan terakhir menyebut namanya. Karena ketika saya memanggilnya, saya panggil dengan panggilan sayang, Hani, cinta dan semisalnya karena panggilan ini menunjukkan kedekatan dan kecintaan.
  6. Sedikitnya nama Nabi Muhammad disebut dalam Alquran karena Alquran itu memang bukan buku biografi Rasulullah Muhammad Sallallahu alaihi wasallam. Dia wahyu Allah. Dan di sini jika kita jeli dan cerdas melihatnya, justru ini menjadi salah satu bukti bahwa Alquran bukanlah buatan Muhammad Sallallahu alaihi wasallam. Saya pernah membaca di sebuah buku psikologis bahwa pendusta itu cenderung suka menceritakan dan membangga-banggakan dirinya. Jika Alquran ini adalah karangan Muhammad, maka ini kesempatan beliau mengeksplor dirinya. Apalagi tentang dirinya dan keluarganya akan disebut-sebut.
  7. Isi Alquran bahkan sebagiannya memuat teguran Allah atas kekeliruan Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. Dan ini lagi-lagi menjadi bukti bahwa Alquran itu adalah wahyu Allah. Kalau Muhammad mengarang kitab sucinya. minimal dia akan edit agar namanya tidak disebut secara kurang bagus di dalam Alquran. Kita temukan dalam Alquran, Rasulullah ditegur karena ketidak tepatannya dalam ijtihad dakwah: "Muhammad berbuka masam dan berpaling". Jangan begitu Muhammad. Sesungguhnya agama ini hanya pengingat. Jangan pilih-pilih siapa yang hendak engkau dakwahi. Kemudian juga ada ayat yang sangat menegur keras Rasulullah Muhammad karena kesalahan ijtihadnya dalam peperangan Allah Ta'ala berfirman. bagi seorang nabi itu punya tawanan perang sampai dia bisa menaklukkan musuh-musuhnya. Dalam riwayat itu Rasulullah sampai nangis sesungguhkan karena ditegur lewat ayat ini.
  8. Baiklah kita ikuti logika dari si penuduh ini. Kalau itu ukurannya kira-kira mana yang lebih mulia, banyak disebut atau namanya dijadikan sebagai nama surah. Di dalam Alquran tidak ada surah Isa, tidak ada surah Al-Masih, tapi ada surah Muhammad. Kalau logika si penuduh tersebut diikuti, sudah CUKUP untuk membungkam ketika nama Nabi Muhammad dijadikan sebagai salah satu nama surah dalam Al-quran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jumat: Melepas Kepergian Ramadhan

﷽ Khutbah Pertama انّ الْحَمْدَ ِلله،ِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَه،ُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِه،ِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَة،ٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاء،ً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام ،َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا الله،َ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُم،ْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ... فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ!، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِه،ِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّق...

Da’wah dan Perubahan Perilaku - Ilmu Dakwah 2

Da’wah dan Perubahan Perilaku (Materi Ke-4 dari MK Ilmu Dakwah)   A. Persuasi Dakwah Persuasi dalam konteks dakwah merujuk pada usaha meyakinkan dan mempengaruhi orang lain untuk mengadopsi keyakinan, nilai, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Tujuan utama persuasi dakwah adalah membantu orang memahami dan menerima ajaran agama dengan cara yang lembut dan efektif. Berikut adalah beberapa prinsip dan strategi persuasi dalam ilmu dakwah: Pemahaman Target Audiens: Penting untuk memahami karakteristik, kebutuhan, dan pandangan target audiens. Dengan memahami siapa yang akan diberikan dakwah, pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih relevan dan persuasif. Penggunaan Argumentasi Rasional: Menggunakan argumen yang rasional dan berdasarkan bukti-bukti yang dapat diterima secara logika dapat meningkatkan daya persuasi. Penjelasan yang jelas dan terstruktur membantu orang memahami ajaran agama secara mendalam. Emosi yang Tepat: Menggunakan elemen emosional dengan bijak dapat ...

Malam Zhafaf

﷽ Malam adalah malam setelah akad nikah, dimana seorang jejaka pertama kali menyandang status sebagai suami, dan seorang gadis untuk pertama kali juga menyandang sebagai seorang istri. Malam ini merupakan malam sakral yang perlu diperhatikan oleh 2 insan yang telah bersama menjalin janji akan menjadi teman hidup serumah didunia hingga akhirat Hal-hal yang dapat diperhatikan di malam pertama pernikahan diantaranya: 1. mempersiapkan sematang mungkin, baik fisik maupun mental. sebab malam ini memiliki kesan yg sangat dalam untuk jangka waktu yg sangat lama a. laki: berhias, menghilangkan bulu ketiak, kumis, kuku, bulu kemaluan, merapihkan janggut, memakai wewangian dan bersiwak. sebagaimana dalam riwayat muslim, bahwa Aisyah menuturkan kebiasaan Rasulullah saat pertama kali memasuki rumah yaitu sikat gigi, dan ada kemungkinan kemudian menyambut istri beliau dengan ciuman. b. wanita: sama halnya dengan laki-laki, berhias, terutama memotong kuku karena malam itu wanita cenderung mencengkram...