Kitab Lathoiful Ma'arif yg ditulis oleh Imam Ibnu Rajab ini merupakan kitab yg menerangkan perihal agenda-agenda amalan yg dilakukan dan dirincikan sesuai bulan bulan hijriyah, dari bulan Muharram hingga Zulhijjah.
Kitab ini berisikan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Hadist, kemudian di lengkapi pula dengan syair-syair para ulama dna juga penjelasan dari penulis kitab ini
Diantara syair-syair:
Aku tidak menjual nyawaku pada-Mu kecuali agar aku berjumpa dengan-Mu
Dan aku tidak menyerahkannya kecuali dengan kontan
Jika Engkau penuhi apa yang Engkau ucapkan
Akupun memenuhinya dengan sempurna
Jika Engkau tidak mau memberikannya, maka jaminan gadai itu ada di tanganku
(Jika tugas pekerjaan seseorang kurang, imbalannya pun kurang sesuai kekurangan yang ada pada tugas tersebut. Maka jangan salahkan siapa-siapa selain dirinya sendiri)
Bisa jadi Engkau murka sementara hatiku lalai
Salam sejahtera di dunia-akhirat jika Engkau telah ridha
Jika saja aku tahu, siapa yang amalnya diterima dibulan ini
Maka diucapkanlah selamat kepadanya
Alangkah rugi, hai yang ditolak amalnya
Orang yang Ramadhan pergi meninggalkannya tapi tidak diterima amalnya
Semoga Allah menghinakannya dengan kehinaan yang berat
Apa yang kuperbuat, begitulah takdir berjalan
Keuntungan diraih orang lain sementara aku merugi
Aku tertawan dan terikat oleh dosa dan terjauhkan dari rahmat
Mungkinkah takdir itu dapat diubah lagi?
Orang-orang berjalan sementara kemalangan menghentikanku
Mereka meraih kedekatan (dengan Allah) sementara aku dijauhkan
Cukup, cukuplah bagiku, sampai kapan Engkau menjauhkan aku
Musuh-musuhku adalah penyakitku, dan mereka semua menyerangku
Kekuatan-kekuatan cinta-Mu mengecilkan semua kekuatanku
Setelah Engkau menjauhiku, pantaslah jika aku menjadi lemah
Begitu lemah daya kekuatanku dan Engkau tahu keadaanku
Kasihilah aku, aku sebagai hamba telah berdiri di depan pintu-Mu
Bulan itu telah habis dan berlalu, alangkah sedihnya aku
Yang berhasil mendapatkan surga hanyalah mereka yang berkhidmat
Sedangkan orang yang lalai dan malang menjadi bersedih seperti aku ini
Celakalah dia, betapa besar kerugiannya
Yang tidak menanam di musim tanam
Maka kamu tidak melihatnya memanen
Kecuali kesedihan dan penyesalan
Hari raya orang yang cinta bukan mendatangi lapangan
Sambil menunggu kedatangan amir dan sultan
Hari raya adalah ketika engkau di sisi Allah
Menjadi orang yang mulia, didekatkan kepada-Nya, dan mendapatkan keamanan
Demi keterasinganku, betapa aku terabaikan
Tidakkah Engkau menyayangi dan memberi kepadaku
Bahagia hari Id memenuhi berbagai penjuru negeri
Sementara kesedihanku semakin bertambah besar dan tak kunjung hilang
Jika aku berjanji tidak akan mengulanginya
Jika ampunan-Mu tidak diinginkan oleh orang yang bersalah
Lalu siapakah yang memberi kemurahan kepada ahli maksiat?
Jika tidak ada yang mengharap-Mu selain orang baik
Lalu kepada siapa ahli maksiat berharap dan berdoa
Mengapa ampunan tak diharapkan dari Rabb kita
Bagaimana kebaikan-Nya tidak kita inginkan?
Sedangkan dlaam ash-Shahihain disebutkan bahwa
Dia lebih penyayang kepada hamba-Nya
Daripada sayang seorang ibu kepada anaknya
Jika kamu merasa sakit karena dosa-dosamu maka bertaubatlah
Dengan menengadahkan tangan di malam hari di saat gelap gulita
Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah
Sesungguhnya keputusanmu itu lebih besar dosanya daripada dosa-dosamu
Rahmat-Nya bagi para pendosa adalah kemurahan
Aku mohon ampun kepada Allah atas puasaku
Sepanjang hidupku dan juga atas shalatku
Puasa kita semuanya tersobek
Begitu pula shalatnya, seperti apalah shalatku ini
Bangun dikegelapan malam
Akan tetapi yg banyak kulakukan hanyalah tidurku
Jika aku tidak layak dekat dengan-Mu
Maka cukuplah Engkau maafkan dosaku
Jika bukan karena takwa dan jernihnya pikiran
Karena takut terjerumus ke jurang kebinasaan
Niscaya aku terjang semua larangan dimasa muda
Ia habiskan apa yang ia jalani di masa lalu
Lalu kamu tidak melihat ia kembali lagi pada malam-malam berikutnya
Orang sukses bukan yang bahagia karena dunianya
Orang sukses adalah yang selamat dari api neraka
Salam sejahtera dari Ar-Rahman sepanjang masa
Kepada bulan dan zaman terbaik yang telah berlalu
Salam sejahtera kepada bulan puasa
Sungguh ia adalah bulan yang berisi keamanan besar dari Ar-Rahman
Jika hari-hari cemerlangmu berlalu begitu cepat
Maka kesedihan di hatikuatas kepergianmu tidak pernah hilang
Dapatkah yang tersia-sia dari hari kita itu tergantikan
Mustahil, zaman tidak mungkin digantikan
Satu hari senilai denga sekian nyawa yang diperjualbelikan
Tapi hari yang lain tidak bernilai walaupun hanya satu dirham
Perpisahan membuatmu bersedih, lalu apa yang dapat kau perbuat
Apakah kamu akan bersabar atas perpisahan itu atau mengeluh
Jika kamu menangis ketika mereka masih bersamamu
Lalu bagaimana mereka pergi meninggalkanmu
Aku teringat hari-hari dan malam-malam yang berlalu
Mengingatnya membuat air mata ini berderai
Adakah satu hari di mana ia kembali
Mungkinkah aku kembali terhubung dengannya
Adakah keakraban setelah kekasih berpaling
Mungkinkah bulan purnama kan terbit ketika ia telah tenggelam
Dengarlah rintihan orang-orang yang rindu jika kamu bisa mendengarnya
Sang kekasih pergi dihantatkan oleh deraian air mata yang deras bercucuran
Jik gunung yang keras diperintah untuk berpisah dari satu keakraban
Tentu ia tidak akan sanggup melakukannya
Apakah kamu abaikan sesuatu yang kamu cintai ketika ia disampingmu
Lalu kamu mengejarnya ketika ia telah berada di kejauhan?
Kamu menangis karena rindu setelah mereka pergi
Da kamu bertanya di tempat-tempat persinggahan: Ke mana mereka berjalan?
Kamu tidak pernah menanyai mereka ketika mereka ada
Sekarang kamu berharap negeri-negeri memberi informasi kepdamu
Maka salahkan dirimu sendiri dan jangan salahkan para musafir
Matilah menahan kesedihan, tida adauzur lagi bagimu
Semoga dan semoga, sebelum waktu perpisahan tiba
Semua harapan kebaikan masih dapat diraih
Yang patah dapat ditambal dan yag bertaubat masih diterima taubatnya
Orang yang banyak dosa dibebaskan dari neraka
Dan orang yang sengsara mendapat kebahagiaan
Komentar
Posting Komentar
Jika ada kesalahan, mohon agar diluruskan
Jika ada kritik/saran, silahkan diajukan
Harap tinggalkan Jejak dengan nmenyertakan apresiasi maupun komentar dan saran anda yang membangun. Agar memberi motivasi bagi kami dalam menegakkan syiar Islam, In Syaa Allah.
Barakallah, syukron telah berkunjung