Khutbah Pertama:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، أَحْمَدُهُ وَأَشْكُرُهُ وَأَسْتَعِيْنُهُ وَأَسْتَغْفِرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، فِي رُبُوْبِيَتِهِ وَإِلَهِيَتِهِ وَأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ:
أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى،
Ibadallah,
Hari ini, dengan penuh kebahagiaan, kita telah memasuki momen yang telah kita dan kaum muslimin lainnya tunggu tunggu, yaitu waktu yang menjadi harapan. harapan bagi orang yang penuh dosa, harapan bagi para sholihin para sholihat yg merindukan surga. inilah momen yg telah kita tunggu tunggu kedatangan nya
Bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang dirahmati dimana pintu-pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits riwayat al-Tirmidzi dan Ibn Majjah berikut.
“Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ketika tiba awal malam bulan Ramadhan, para setan dan pemimpin-pemimpinnya dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada yang dibuka. Pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada yang ditutup, lalu ada penyeru yang berseru, ‘Hai orang yang mencari kebaikan, teruskanlah. Hai orang yang mencari keburukan, berhentilah.” (Lihat: Ibn Majjah al-Qazwaini, Sunan Ibn Majjah, [Beirut: Dar Fikr, T.t], j. 2, h. 26.).
kemudian pada sebelum sebelum nya, kita telah melaluinya, namun kebutuhan kita terhadap moment ini tidak bisa diabaikan
karena pada bulan ini, disetiap harinya, selalu ada nama-nama yang Allah hapus dari kependudukan di neraka
Rasulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda,
ﺇﻥ ﻟﻠﻪ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﺘﻘﺎﺀ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ _ ﻳﻌﻨﻲ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ _ , ﻭﺇﻥ ﻟﻜﻞ ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻲ ﻛﻞ ﻳﻮﻡ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﺩﻋﻮﺓ ﻣﺴﺘﺠﺎﺑﺔ
“Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala memberikan kebebasan dari siksa neraka pada setiap malam –yakni di bulan Ramadan- dan sesungguhnya setiap muslim pada waktu siang dan malam memiliki doa yang terkabul (mustajabah)”. (HR. Bazzar)
itulah kenapa kita tidak boleh puas dengan hanya beramal dihari-hari pertama, karena kita tidak tahu apakah hari kemarin kita mendapatkan penghapusan nama dari neraka, atau malah nama kita masih tercantum.
oleh karena itulah tiap hari dalam ramadan ini, harus kita maksimalkan setiap harinya, bahkan hari ini harus lebih baik amalannya dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik amalannya dari hari ini. supaya kita menjadi hamba yang Allah hapus namanya dari KTP ahli neraka
disebutkan dalam hadist,
وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607)
isilah bulan Ramadhan ini dengan kebaikan kebaikan, jangan sia-siakan dengan bicara/nongkrong yg sia-sia, aplagi yg mendatangkan murka Allah, harus kita isi dengan kebaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/385). Dinilai shahih oleh Al-Arna’uth dalam Takhrijul Musnad (8991)
kalaulah seseorang tidak diberikan hidayah oleh Allah untuk merapat dalam barisan orang-orang yg berbuat baik di bulan Ramadhan ini, maka dia memang ditakdirkan tidak mendapatkan manfaat dari berbuat baik, kita tahu bahwa balasan paling tinggi dari berbuat baik adalah masuk surga, tapi jika memang masih ada yg tidak mau maka masih ada tempat kedua diakhirat nanti
A. Bulan puasa bulan sabar
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Ash-shaumu nishfush-shabri (puasa itu setengah sabar)." Dirawikan Imam At-Tirmidzi
Sabar dalam 3 hal: menaati perintah Allah walau malas, menjauhi maksiat walau nikmat, dan menerima takdir Allah yg tidak disukai
Puasa adalah amalan istimewa
1. Karena didalamnya seseorang berusaha meninggalkan syahwat dan nafsunya secara total karena Allah
2. Puasa adalah amalan rahasian antara hamba dan Allah, bahkan tidak diketahui oleh malaikat pencatat jika dia berniat dalam hatinya. Itulah sebuah cinta yang paling tulus, hanya dia dan Allah saja yg tahu.
Hati-hatilah dari perusak-Perusak puasa
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Athabrani)
- Jangan bohong, melakukan / berkata yg sia-sia / menjaga isi kepala / menjaga isi perut
» 2 kegembiraan bagi orang yang berpuasa
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ
Artinya, “Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan, kegembiaran ketika berbuka puasa/berhari raya, dan kegembiraan ketika bertemu Tuhannya,” (HR Muslim).
B. Bulan empati
Ibnu khuzaimah dalam shahihnya
Ia adalah bulan empati (terhadap fakir dan miskin). Bulan dimana rezeki orang mukminditambah, siapa memberi makan buka bagi orang berpuasa dibulan tersebut, itu akan menjadi pengampunan bagi dosa-dosanyadan pembebas dari api neraka. Ia mendapatkan pahala puasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang puasa itu sedikit pun" (HR. Ibnu Khuzaimah)
Bukan hanya memberi bukaan di masjid, tapi juga berilah kepada tetangga yang fakir miskin di sekitar kita
C. Bulan Al-Quran
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an” (QS. Al-Baqarah: 185).
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup.” (HR. Bukhari no. 3554 dan Muslim no. 2307)
» keutamaan membaca Al-Quran
اِقْرَؤُوْا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ
“Bacalah Al-Qur’an karena pada hari kiamat, ia akan datang sebagai syafaat untuk para pembacanya.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 804]
singkat nya jamaah sekalian. bulan Ramadhan adalah bulan untuk berlomba kebaikan, meraih sebanyak-banyaknya pahala, keberkahan, ampunan.
tapi kalau Ramadhan yg membawa beraneka ragam kebaikan itu tidak kita ambil, tidak kita dapatkan. lantas mau dibulan apa lagi kita mendapatkan nya
kalau bulan Ramadhan ini tidak mengajarkan kita untuk berubah, meramaikan sholat 5 waktu di masjid contohnya, lantas mau dibulan apalagi kita berubah?
kami ingatkan kembali, siapa yang diharamkan dari mendapatkan kebaikan pada bulan ramadhan ini, maka dia orang yang telah diharamkan dari kebaikannya
Komentar
Posting Komentar
Jika ada kesalahan, mohon agar diluruskan
Jika ada kritik/saran, silahkan diajukan
Harap tinggalkan Jejak dengan nmenyertakan apresiasi maupun komentar dan saran anda yang membangun. Agar memberi motivasi bagi kami dalam menegakkan syiar Islam, In Syaa Allah.
Barakallah, syukron telah berkunjung