Langsung ke konten utama

Tafsir AlQoriah | sesuatu yg mengetuk-ngetuk hati dengan menakutkan

A. Makna Al-Qoriah

al-Qoriah berasal dari: ق - ر - ع : yang berarti mengetuk, memukul, membenturkan
1. sesuatu yg mengetuk-ngetuk hati dengan menakutkan
2. Ketukan keras yang memekakkan telinga, yaitu suara sangkakala

Al-Qori'ah merupakan salah satu dari nama-nama hari kiamat. diantara nama hari kiamat itu masing-masing menggambarkan kedahsyatan tertentu:
  • assa'ah (yg terjadi dengan tiba2)
  • atthommah (malapetaka yg meliputi semua orang)
  • as-sokhoh (suara (sangkakala) yg memekakkan telinga)
  • yaumul hisab (hari hisab)
  • attanad (hari saling memanggil-manggil, satu menuntut yg lain, meminta tolong)
  • qiyamah (manusia berdiri menunggu persidangan Allah)
  • ba'tsu (hari kebangkitan)
peristiwa yg mengetuk-ngetuk hati manusia. manusia menyaksikan kedahsyatan, kejadian yang mengerikan sehingga hatinya bergetar seakan ada ketukan kencang didalam


B. Urutan Wahyu

Surat Al Qari’ah merupakan surat ke-30 yang turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Yakni turun setelah Surat Qurays dan sebelum Surat Al-Qiyamah.

Sedangkan secara urutan mushaf, ia merupakan surat ke-101. Yakni setelah Surat Al Adiyat. Akhir surat Al Adiyat berisi uraian tentang hari kiamat, surat ini juga berbicara tentang hari kiamat sejak awalnya. Pada akhir surat Al Adiyat ada isyarat pertanyaan kapan terjadinya itu, surat ini menjelaskan bahwa ia akan terjadi pada hari kiamat yang memiliki nama lain Al Qari’ah. Yakni suara keras yang memekakkan telinga.

C. Tafsir
  • Ayat 1, 2, & 3

{الْقَارِعَةُ - مَا الْقَارِعَةُ - وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ}
Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (Al-Qari'ah: 3)
Al-Qoriah: Diuangi sebanyak 3 kali

mal Qoriah: Apakah alQoriah itu
    Pengulangan kedua (pada kata Ma) : pertanyaan yang tidak meminta jawaban, tetapi memiliki makna membesarkan sesuatu

wa ma adrokamal Qoriah: Tahukah kamu, apakah hari kiamat itu
    Pengulangan ketiga (pada kata adroka) : Menanyakan pengetahuan terhadap perkara ghaib (Hutomah, hawiyah, Saqor, Yaumuddin), setelahnya ada jawaban yang berisi sesuatu yang diluar jangkauan akal, atau mengandung kedahsyatan

diulang 3 kali untuk menunjukkan dahsyatnya hari kiamat

  • Ayat 4
{يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ}
(yaitu) pada hari manusia seperti anai-anai yang bertebaran. (Al-Qari'ah:4)
    • kondisi manusia: hari diamana, manusia seperti laron laron yang terbang tersebar, kebingungan berpencar. Dalam tafsir Ibnu Katsir: Yakni mereka bertebaran bercerai-berai ke sana dan kemari karena kebingungan menghadapi huru-hara yang sangat menakutkan di hari itu, sehingga mereka mirip dengan anai-anai yang bertebaran. Hal yang sama digambarkan oleh Allah Swt. melalui ayat lainnya:
كَأَنَّهُمْ جَرادٌ مُنْتَشِرٌ
seakan-akan mereka belalang yang beterbangan. (Al-Qamar: 7)

  • Ayat 5
{وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ}
dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Al-Qari'ah: 5)

    • kondisi bumi: jadilah gunung2, seperti kapas yang terhembuskan. gunung adalah benda yang sangat berat dan kokoh. manusia berganti2, tapi gunung tetap bertahan setiap generasi. namun hari kiamat gunung tercabut, tergoncang, bertabrakan, jadi debu yg berhamburan. Dalam Tafsir ibnu Katsir: Gunung-gunung di hari itu seakan-akan seperti bulu domba yang diawut-awut hingga menjadi beterbangan. Mujahid, Ikrimah, Sa'id ibnu Jubair, Al-Hasan, Qatadah, Ata Al-Khurrasani, Ad-Dahhak, dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "Al-'ihni, " bahwa makna yang dimaksud adalah bulu domba.
Kemudian Allah Swt. berfirman, menceritakan apa yang akan dialami oleh orang-orang yang beramal dan tempat kembali mereka berpulang, yang adakalanya di tempat yang terhormat dan adakalanya pula di tempat yang terhina sesuai dengan amal perbuatan masing-masing.

  • Ayat 6 & 7
{فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ}
Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya. (Al-Qari'ah: 6)

{فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ}
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. (Al-Qari'ah: 7)
Yakni berada di dalam surga.

adapun org yg kebaikannya berat, maka dia berada dalam kehidupan yg menyenangkan. yakni kehidupan setelah dihisab, di hari Hisab ada mizan/timbangan, yang menimbang secara detail & adil (tidak ada yang dirugikan)

فَٱلْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

    • apa yg ditimbang?
      1. catatan amal,
      2. jasad
      3. amalnya
                        tidak ada yg bertentangan.

Timbangan itu nyata, bukan kiasan

  • amal: mudah bagi Allah mengubah sesuatu abstrak/kata sifat menjadi sesuatu yang bisa ditimbang,

    • Di alam Barzakh (Kubur) Allah merubah amal menjadi bentuk sebuah sosok orang:

      Ada ketika itu datang seseorang yang berwajah tampan dan berpakaian bagus, baunya pun wangi. Ia adalah wujud dari amalan shalih seorang hamba. Sedangkan orang kafir didatangi oleh orang yang berwajah jelek. Itu adalah wujud dari amalan jeleknya. (HR. Ahmad)
    • Di Padang Mahsyar, sedekah menjadi naungan,

      Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, sampai diputuskan di antara manusia (pada hari kiamat).’” (HR. Ahmad)
    • bacaan Al-Baqoroh & Ali Imran akan datang 2 naungan dihari kiamat

      Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya Al-Qur'an memberi syafaat kepada pembacanya kelak di hari kiamat. Bacalah surat zahrawani —yaitu Al-Baqarah dan Ali Imran— karena sesungguhnya keduanya akan datang di hari kiamat bagaikan dua awan atau dua naungan atau dua kelompok besar burung yang terbang berbaris; keduanya akan datang membela para pembacanya. (HR. Ahmad)
  • catatan amal yang ditulis malaikat:
    "...Lantas diletakkanlah kartu-kartu dosa di salah satu daun timbangan dan kartu ampuh ‘laa ilaha illallah’ di daun timbangan lainnya.Ternyata daun timbangan penuh dosa tersebut terkalahkan dengan beratnya kartu ampuh ‘laa ilaha illalah’ tadi." (HR. Ibnu Majah)
  • berat seseorang

    • Betis Abdullah bin Mas'ud
      "Mereka tertawa melihat betis Ibnu Mas’ud yang kecil. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata (menegur), ‘Apa yang kalian tertawakan? Sungguh kaki Abdullah lebih berat dalam timbangan pada hari kiamat daripada gunung Uhud." (HR. Ahmad)

    • Menimbang seseorang berbadan gemuk
      Sungguh pada hari kiamat akan datang seseorang berbadan gemuk, namun di sisi Allah timbangannya tidak dapat melebihi berat sayap seekor nyamuk. (HR. Bukhari)

maka dia (orang yang berat timbangan baiknya) berada dalam kehidupan yang memuaskan. (Al-Qari'ah: 7)

kehidupan dunia banyak yg tidak menyenangkan. maka setelah ditimbang dan amal baiknya berat, maka kehidupan akhiratnya bahagia


{وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ}
Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya. (Al-Qari'ah: 8)
Yaitu timbangan amal keburukannya lebih berat daripada timbangan amal kebaikannya.
ini sebuah keanehan, padahal dalam aturan Allah, 1 kebaikan dapat dibalas 10 hingga 700 kebaikan, sedangkan 1 keburukan dibalas dengan 1 keburukan.


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ -فِيْمَا يَرْوِي عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى-، قَالَ: «إِنَّ اللهَ كَتَبَ الحَسَنَاتِ وَالسَّيئَاتِ، ثُمَّ بَيَّنَ ذَلِكَ: فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ.

وَإِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً، وَإِنْ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ سَيِّئَةً وَاحِدَةً» رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ فِي صَحِيْحَيْهِمَا بِهَذِهِ الحُرُوْفِ.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hadits yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Tabaraka wa Ta’ala. Beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa yang berniat melakukan kebaikan lalu tidak mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai satu(1) kebaikan yang sempurna, dan jika dia berniat mengerjakan kebaikan lalu mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai sepuluh(10) kebaikan hingga tujuh ratus(700) lipat hingga perlipatan yang banyak. Jika dia berniat melakukan keburukan lalu tidak jadi mengerjakannya, maka Allah menulis itu di sisi-Nya sebagai satu(1) kebaikan yang sempurna, dan jika dia berniat melakukan keburukan lalu mengerjakannya, maka Allah menulis itu sebagai satu(1) keburukan.” (HR. Bukhari, no. 6491 dan Muslim, no. 131 di kitab sahih keduanya dengan lafaz ini).

Dari sekian banyak waktu dan umur di dunia, apakah dia isi dengan keburukan, hingga tidak ada yang memberatkan amal baiknya?

ini menandakan dosa orang ini sangat parah.

Firman Allah Swt.:
{فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ}
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (Al-Qari'ah: 9)

Ummuhu (ibunya) neraka Hawiyah: Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah
  • Kepala/otak, terjatuh ke dalam neraka dengan kepala di bawah, yaitu neraka Jahanam. Lalu diungkapkan dengan ummihi yang artinya otaknya. (Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ikrimah, Abu Saleh, dan Qatadah)
  • Tempat Pulang, Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah tempat asal yang menjadi tempat kembalinya dan tempat ia berpulang adalah Hawiyah, yaitu nama lain dari neraka.
  • Apinya seolah memeluknya, seolah seperti anak kecil yg digenggam ibu(neraka)
{وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ نَارٌ حَامِيَةٌ}
dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (Al-Qari'ah: 10-11)
{نَارٌ حَامِيَةٌ}
(Yaitu) api yang sangat panas. (Al-Qari'ah: 11)
Yakni sangat panas lagi sangat kuat nyala dan gejolak apinya.

tahukan engkau apa itu hawiyah, yaitu api yg dipanaskan: api biasa saja sudah panas, apalagi api yg dipanadkan, sesuatu yg panas dan terus dipanaskan

Dalam Tafsir Ibnu katsir disebutkan,

Imam Bukhari meriwayatkannya dari Ismail ibnu Abu Uwais, dari Malik. Dan Imam Muslim meriwayatkannya dari Qutaibah, dari Al-Mugirah ibnu Abdur Rahman ibnu Abuz Zanad dengan sanad yang sama. Dan pada sebagian lafaznya disebutkan: Sesungguhnya api neraka itu lebih unggul daripada api dunia dengan enam puluh sembilan(69) kali lipatnya, yang masing-masing bagian sama panasnya sama dengan panas api dunia.

Imam Ahmad telah meriwayatkan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abuz Zanad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. Dan juga Amr, dari Yahya ibnu Ja'dah: Sesungguhnya api kalian ini merupakan satu bagian dari tujuh puluh(70) bagian api neraka Jahanam. Ia telah dicelupkan ke dalam laut sebanyak dua kali; seandainya tidak demikian, niscaya Allah tidak akan menjadikan padanya suatu manfaatpun bagi seseorang.

  • Kapan Dinyalakan?
dari Abbas Ad-Dauri, dari Yahya ibnu Bukair, telah menceritakan kepada kami Syarik, dari Asim, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah yang meiigatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Api neraka dinyalakan selama seribu tahun hingga memerah, kemudian dinyalakan lagi selama seribu tahun hingga memutih, kemudian dinyalakan lagi selama seribu tahun hingga menghitam, maka api neraka itu hitam lagi gelap. (HR. Tirmizi)

  • Api yang paling ringan
dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Sesungguhnya ahli neraka yang paling ringan azabnya ialah seseorang yang mengenakan sepasang terompah, yang otaknya mendidih karenanya.(HR. Ahmad)

  • Efek Neraka terhadap Dunia
Neraka mengadu kepada Tuhannya, untuk itu ia berkata, "Ya Tuhanku, sebagian dariku memakan sebagian yang lainnya, " maka diberi izin baginya untuk mengeluarkan dua kali hembusan napasnya; sekali di musim dingin dan yang sekali lagi di musim panas. Maka yang sangat dingin yang kamu jumpai di musim dingin bersumber darinya. Dan panas yang amat terik yang kamu jumpai di musim panas, bersumber dari panasnya. (HR. bukhari Muslim)

Apabila panas sangat terik, maka tunggulah sampai panasnya menurun dan jangan salat dahulu, karena sesungguhnya panas yang memuncak itu merupakan embusan dari neraka Jahanam. (HR. BUKHARI MUSLIM)


Ref Buku: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir At-Taysir
Ref Video: Kajian Ust Firanda Andirja
Ref Artikel: ibnukatsironline.com, Muslim.or.id, Rumaysho.com, Almanhaj.or.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jumat: Melepas Kepergian Ramadhan

﷽ Khutbah Pertama انّ الْحَمْدَ ِلله،ِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَه،ُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِه،ِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَة،ٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاء،ً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام ،َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا الله،َ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُم،ْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ... فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ!، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِه،ِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّق...

Da’wah dan Perubahan Perilaku - Ilmu Dakwah 2

Da’wah dan Perubahan Perilaku (Materi Ke-4 dari MK Ilmu Dakwah)   A. Persuasi Dakwah Persuasi dalam konteks dakwah merujuk pada usaha meyakinkan dan mempengaruhi orang lain untuk mengadopsi keyakinan, nilai, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Tujuan utama persuasi dakwah adalah membantu orang memahami dan menerima ajaran agama dengan cara yang lembut dan efektif. Berikut adalah beberapa prinsip dan strategi persuasi dalam ilmu dakwah: Pemahaman Target Audiens: Penting untuk memahami karakteristik, kebutuhan, dan pandangan target audiens. Dengan memahami siapa yang akan diberikan dakwah, pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih relevan dan persuasif. Penggunaan Argumentasi Rasional: Menggunakan argumen yang rasional dan berdasarkan bukti-bukti yang dapat diterima secara logika dapat meningkatkan daya persuasi. Penjelasan yang jelas dan terstruktur membantu orang memahami ajaran agama secara mendalam. Emosi yang Tepat: Menggunakan elemen emosional dengan bijak dapat ...

Pdf Kumpulan Materi Khutbah Jumat 3 Jilid Ebook

Berikut adalah ebook kumpulan materi khutbah Jum'at yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi pera mubaligh, dai, ataupun dapat menjadi penambah wawasan keislaman bagi pembaca pada umumnya. Judul Buku: Khutbah Jum'at Kontemporer Mendakwahkan Islam Rahmatan Lil 'alamin Penulis: Muhammad Hanifuddin, dkk. Ebook terdiri dari 3 jilid, dan dapat diunduh melalui link google drive dibawah ini Jilid I Jilid II Jilid III