﷽
Diceritakan, bahwa ketika Nabi Muhammad wafat, beberapa sahabat yg mengetahuinya sangat bersedih
namun beberapa sahabat yg tidak mengetahui nya, membantah dan marah jika ada yg mengatakan bahwa nabi wafat
salah satunya adalah umar bin khottob, ketika umar mendengar kabar wafatnya Rasulullah, umar langsung menuju kerumunan kaum muslimin kemudian mengangkat pedangnya dan berteriak, "siapa yg mengatakan Rasulullah wafat, akan ku penggal kepalanya"
kemudian, datanglah abu bakar, abu bakar menenangkan umar dan membacakan surat Ali imron: 144
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ ۚ أَفَإِي۟ن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ ٱنقَلَبْتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَٰبِكُمْ ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ ٱللَّهَ شَيْـًٔا ۗ وَسَيَجْزِى ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ
Artinya: Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)?
seketika, semua sahabat sadar, dan umar berkata dalam hatinya: seolah-olah ayat itu baru diturunkan
yaitu seolah-olah semuanya lupa, padahal banyak penghafal Al-Quran ketika itu, namun saat abu bakar membacakan 1 ayat tersebut, seakan2 masih baru di telinga mereka, dan mereka kemudian sadar semuanya
saat dalam kondisi tersebut, abu bakar kemudian melanjutkan,
"siapa yg menyembah Muhammad, maka muhammad telah wafat
namun siapa yg menyembah Allah, maka Allah yg maha hidup"
___
begitulah keadaan kita sekarang
"siapa yg menyembah Ramadhan, maka Ramadhan telah pergi. namun siapa yg menyembah Allah, maka Allah itu yg maha hidup, maha dekat dan tidak pernah pergi"
___
jangan kita katakan bulannpuasa sudah berlalu, karena bulan lain pun tetap bisa puasa,
“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.”(HR. Bukhari)
jangan kita katakan bulan Tarawih sudah selesai. karena jam2 kita sekarang, dan jam di bulan Ramadhan kemarin itu sama, sama2 24 jam. matahari tetap terbenam, bulan tetap bersinar, porsi malam kita juga sama. maka sholat malam tetap dapat kita kerjakan
“Allah merahmati seorang lelaki yang bangun pada malam hari, lalu ia shalat dan membangunkan istrinya. Jika istrinya menolak, ia memercikkan air pada wajahnya.
Allah merahmati seorang perempuan yang bangun pada malam hari, lalu ia shalat dan membangunkan suaminya. Jika suaminya menolak, ia memercikkan air pada wajahnya.” (HR. Abu Daud, sanadnya sahih)
____
terakhir, Dalam ayat yg sering kita hafal, Allah berfirman
فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Artinya: Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim)
Maka, setelah kita melakukan amalan, kita lakukan amalan lain, terus seperti seth subuh, baca Quran, setelah baca quran, zikir pagi, setelah itu sholat dhuha, dan banyak amalan2 lainnya yg bisa kita jadikan bekal untuk dibawa ke akhirat nanti
___
jadi intinya, sembahlah Allah selalu, bukan di bulan Ramadhan saja. dibulan apapun, Allah tetaplah Allah, tetap sebagai Tuhan yg harus disembah, sebagaimana kita sebagai hamba Allah, yg terus mendapatkan curahan Rezeki dari Allah
tetap semangat, jangan malu beribadah jangan malu kemasjid hanya karena dibilang "tumben kemasjid, tumben ngaji, rajin ya"
tanamkan dalam hati, kita beribadah adalah untuk allah, karena kita banyak dosa, makanya kita ingin taubat kepada Allah.
biarkan mereka bicara macam2, mungkin mereka sudah yakin masuk surga, makanya ga perlu lagi ibadah, ga perlu lagi sholat
baarakallah fiikum jamian, semoga kita diberikan hidayah dan keistiqomahan dalam ibadah, dan semoga kita dipertemukan bersama di hari kiamat sebagai hamba Allah yg beruntung, dan masuk ke dalam surga bersama para orang sholeh
Komentar
Posting Komentar
Jika ada kesalahan, mohon agar diluruskan
Jika ada kritik/saran, silahkan diajukan
Harap tinggalkan Jejak dengan nmenyertakan apresiasi maupun komentar dan saran anda yang membangun. Agar memberi motivasi bagi kami dalam menegakkan syiar Islam, In Syaa Allah.
Barakallah, syukron telah berkunjung