Langsung ke konten utama

Adil | Pengenalan Sifat Seorang Muslim



Adil adalah sebuah usaha untuk meletakkan sesuatu sesuai dengan tempat dan hak-haknya. Dalil yang memerintahkan bertlaku adil ada pada firman Allah :

 ....فَاِنْ فَاۤءَتْ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَاَقْسِطُوْا ۗاِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

“... maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (Qs. al-Hujurat [49]: 9).

Dzolim adalah sebuah usaha untuk meletakan sesuatu tidak sesuai pada tempat dan hak-haknya. Dalil pelarangan berbuat zalim ada pada hadist/ perkataan nabi :

“Takutlah berbuat dlalim karena sungguh ia mendatangkan kegelapan-kegelapan di hari Kiamat.” (HR. Muslim)

Maka sebagai sebagai hamba Allah dan pengikut dari rasulullah, maka kita harus berlaku adil sebagaimana Allah telah menerangkan bahwa keadilan adalah neraca yang menjadi penimbang untuk tegaknya kebenaran.

لَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنٰتِ وَاَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتٰبَ وَالْمِيْزَانَ لِيَقُوْمَ النَّاسُ بِالْقِسْطِۚ ...

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka al-Kitab dan mizan (neraca, keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. ...” (QS. al-Hadid [57]: 25)

Adil setidaknya dibagi menjadi 3, berdasarkan objek/sasaran yang kita berhak adil kepadanya

  • Adil kepada Allah

Dengan melakukan perintahnya dan menjauhi larangannya, Allah telah menyuruh agar manusia saling menasihati untuk berbuat yang baik dan menjauhi berbuat yang jahat, sebagaimana firmannya:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.”(QS. Ali Imron [3]:110)

Berbuat adil kepada Allah tentu bukan membalas apa yang diberikan Allah kepada kita Hamba-hambanya, karen nikmat yang diberikan oleh allah sangat luas, sebagaimana firmannya:

وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS an-Nahl [16]: 18).

Nikmat Allah begitu luas, Mau bekerja seperti apapun kita tidak mampu berbuat adil kepada Allah, walau demikian maka sebagai hambanya, kita dapat bersikap adil atau memberikan hak-hak Allah dengan beribadah kepadanya, Allah berfirman :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.(QS. adz-Dzariyat [51]: 56)

Itulah cara kita bersikap adil pada Allah dan bersyukur atas nikmatnya. Bentuk ibadah yang paling utama adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah, kemudian sunnahnya.

Ma'ruf (kebaikan) adalah dengan berakhlak mulia, sedangkan Mungkar (kejelekan) yaitu sesuatu yang merusak dan sesuatu yang membuat hati tidak tenang. Sebagaimana hadist nabi dari sahabat Nawas bin Sam’an, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِى نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ

“Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa. Ketika kejelekan tersebut dilakukan, tentu engkau tidak suka hal itu nampak di tengah-tengah manusia.” (HR. Muslim no. 2553)

  • Adil kepada manusia/makhluk Allah

Dengan berbuat baik kepada sesama, dan tidak menyakiti sesama. Allah memerintahkan hambanya agar berlaku baik kepada sesama, dan melarang dari perbuatan keji, sebagaimana firmannya:

اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. an-Nahl: 90)

  • Adil kepada diri sendiri

Dengan selalu melakukan hal yang mengundang kebaikan pada diri sendiri, dan menjauhi hal yang mendatangkan kerusakan diri sendiri. Selalu menjaga Hati maupun fisik agar tetap sehat. Sebagaimana firman Allah:

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰىهَاۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰىهَاۗ

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9-10).

Bersikap adil kepada diri sendiri dapat juga dilakukan dengan cara memenuhi hak-hak tubuh, diantara hak-hak tubuh adalah sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadist:

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Tiap-tiap sendi anggota badan manusia harus disedekahi. Tiap hari, sejak terbit matahari, engkau mendamaikan dua orang (yang berselisih) adalah sedekah; menolong seorang menaiki kendaraannya atau mengangkatkan barangnya ke atas kendaraanya adalah sedekah; perkataan yang baik adalah sedekah; setiap langkah untuk shalat berjama’ah adalah sedekah; menyingkirkan sesuatu yang menggangu di jalan adalah sedekah” (HR Bukhari dan Muslim).

Bahwa setiap persendian manusia itu punya hak untuk disedekahi tiap pagi, tiap harinya. Yaitu dengan mendirikan 2 rakaat sholat dhuha, karena sholat dhuha membuat kinerja semua anggota badan. Wallahu a’lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Idul Adha : Ikhlas Berkorban untuk Islam

KHUTBAH PERTAMA الله اكبر ٩× اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ، وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ  الله اكبر ولله الحمد ---- الحمدلله الذي جعل يوم العيدا للمسلمين، ووحدنا بعيدِهِ كأُمَّةٍ واحدة، من غير الأمم، ونشكره على كمالِ اِحسانه، وهو الجلال والاكرام.  ---- اشهد ان لا اله الا انت وحدك لا شريك لك، اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ و اشهد ان محمدا عبدك ورسولك ----  اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَ...

Khutbah Jumat: Melepas Kepergian Ramadhan

﷽ Khutbah Pertama انّ الْحَمْدَ ِلله،ِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَه،ُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِه،ِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَة،ٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاء،ً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام ،َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا الله،َ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُم،ْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ... فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ!، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِه،ِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّق...

Pdf Qhososul Anbiya' /Kisah-Kisah Para Nabi Karya ibn Katsir

 Ibnu Katsir adallah ulama besar yang telah banyak berjuang diatas agama ini dengan berbagai karyanya, diantara karya yang beliau tulis adalah Qhososul Anbiya(قصص الانبياء ) yang diterjemahkan menjadi Kisah Para Nabi, Kisah 31 Nabi dari Adam hingga Isa 'alaihimussalam. Setiap kisah yang ditulis oleh ibn katsir ini merupakan kisah yang ilmiah dan terdapat periwayatannya secara jelas, dari tingkat keshahihan sebagaimana diambil dari Qur'an dan Hadist shahih, hingga tinggat yg dapat diterima atau juga dapat diragukan seperti kisah israiliyat. Buku ini tersedia dalam bentuk cetak maupun softfile pdf, kami hanya dapat menyediakan file pdf sebagai alternatif yg fapat kita miliki bersama dan dapat dimana saja kapan saja Kitab Pdf ini dapat diunduh melalui link terabox berikut: download pdf Kisah para nabi oleh ibn Katsir