﷽
Indonesia sebagai negara beriklim tropis dan dengan berbagai habitat alam Marga dan satwa yang beraneka ragam tentu menyimpan cerita kelam di dalamnya. Diantaranya adalah peristiwa gempa di Cianjur Jawa Barat pada tanggal 21 November, yang kemudian disusul dengan erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa tanggal 6 Desember 2022 lalu.
Gunung Semeru merupakan gunung dengan track record gunung tertinggi keempat di Indonesia ini telah menyimpan kisah-kisah Aktif erupsinya dari masa ke masa. Terekam peristiwa erupsi terjadi sejak tahun 1818, dan pernah terjadi juga secara beruntun yaitu pada 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1952, 1953, 1954, 1955-1957, 1958, 1959, dan 1960. Kemudian masih terus aktif melakukan tugasnya sebagai makhluk Allah secara beruntun pada tahun 2000-an hingga kini pada tanggal 04 Desember 2022.
Dilansir dari TribunBatam.id(04/12/22), bahwa kawah yang kini ada di gunung semeru telah terbentuk sejak tahun 1912, dan kasus terparah terjadi tahun 1994, tepatnya tanggal 13 Februari yang tercatat ada dua orang hanyut oleh lahar dan tujuh orang meninggal dunia karena awan panas.
Fenomena memilukan ini kembali terulang pada hari Ahad tanggal 4 Desember 2022. Dilansir dari antaranews (04/12/22) Gunung Semeru telah mengalami 22 kali letusan yang menyebabkan statusnya naik dari siaga level 3 menjadi awas level 4. Beberapa laporan dari pos pengamatan gunung api ppga Semeru di gunung sawur Sofyan menyebutkan pengamatan aktivitas seni rupa dan periode 4 Desember 2022 yaitu gunung Semeru juga juga mengalami satu kali gempa guguran dengan amplitudo 17 mm dan lama gempa 210 detik serta dua kali gempa harmonik dengan amplitudo 3 sampai 12 mm dan lama gempa 26 sampai 105 detik
Dilansir dari Magma Indonesia (06/12/22) Erupsi gunung Semeru tanggal 6 Desember 2022 juga telah menciptakan kolam letusan kurang lebih 400 meter di atas puncak atau 4.076 m di atas permukaan laut. Erupsi juga menambah kelabunya langit dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah selatan dan Barat Daya. Bencana ini telah berdampak parah pada dua dusun di Pronojiwo Lumajang Jawa Timur hampir semua rumah yang ada di Dusun tersebut rata dengan tanah tersapu oleh lahar dingin Gunung Semeru. Kemudian dilansir pula dari Tribun jatim.com menyebutkan dari Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto terdapat 12 titik pengungsian yang sudah disiapkan yang hingga saat ini telah diisi sebanyak 2219 masyarakat sekitar yang terdampak erupsi gunung Semeru.
Antara (04/12/22) menyebutkan BPBD Jatim memastikan telah mendistribusikan bantuan kepada korban bencana erupsi gunung Semeru tercatat dari Ahad sore terdapat 200 paket sembako 50 karton mie instan 1000 kg beras 200 liter minyak 200 kg gula 200 kaleng sarden 100 karton air mineral 100 lembar selimut 50 lembar terpal 50 unit kasur lipat dan 50 buah bantal Selain itu terdapat pula 50 paket pakaian perempuan 50 pakaian pria beserta 12 karton deterjen 2 karton sabun mandi Rp10.000 lembar masker kain Rp10.000 lembar masker medis 4000 lembar masker anak dan 6000 lembar masker kain dewasa. Gatot menerangkan "bantuan ini akan terus mengalir", ini dibuktikan dengan diterjunkannya sebanyak 15 personil tim pendahulu oleh BPBD, yang membawa bantuan berupa 1 unit truk swrba guna, pickup serbaguna, mobil ranger dan mobil dinas operasional.
Gatot menambahkan " Kami menghimbau agar masyarakat tidak berkegiatan di radius 19 km dari lokasi wilayah erupsi karena hingga saat ini terpantau guguran awan panas mencapai 17 km"
Telah kita saksikan bahwa penutupan akhir tahun dengan berbagai macam fenomena memilukan di nusantara ini menjadi evaluasi bagi kita bersama khususnya bagi yang berkeyakinan kepada tuhan yang maha esa. Bahwa Allah yang maha kuasa ini tidak menurunkan sesuatu kecuali karena perbuatan tangan manusia itu sendiri, sebagaimana yang difirmankannya dalam kitab sucinya Al-Quran surat Ar-Rum ayat 41 :
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Jika manusia mau berpikir, Maka bukanlah suatu yang mustahil apabila bencana yang beruntun ini dapat di hentikan untuk selamanya oleh yang maha kuasa asalkan manusia dapat kembali kepada jalan yang benar. Antara (04/12/22) juga mewartakan, Telah dicanangkan aksi dari pemerintah Jawa Timur khususnya dilumajang untuk memberantas segala macam maksiat.
Namun masih saja ada umat yang keliru menyikapi peristiwa peristiwa masa lalu dengan melihat hanya dari aspek sainsnya saja, ada juga yang salah kaprah dalam menolak bala dan musibah dengan membawa kebodohan nenek moyang seperti sesajen, bahkan hingga mengakui kebenaran bahwa tradisi nenek moyang sebagai bagian dari agama. Ini telah menjadi problemagika berat bagi umat saat ini, semoga kita semua, penulis maupun pembaca dan umat yang mengaku beriman kepada Allah dan hari Akhir agar selalu dilindungi oleh Allah dari berbagai bencana dan juga mengakhirkan hidup kita dengan husnul khotimah kemudian mengumpulkan kita bersama orang orang yang sholeh di akhirat kelak.
Dilansir dari MUIdigital mengenai bencana erupsi semeru pada tahun 2021 di tanggal yang sama, Sekretaris Jendral MUI, Buya Amirsyah Tambunan mengatakan "kita tidak boleh larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Musibah adalah suatu ujian bagi keimanan seseorang. Melalui ujiannya itu, kadar keimanan dan konsistensi penghambaan manusia kepada Tuhannya mesti kembali dipertanyakan. Maka musibah itu harus disikapi dengan sabar dan penuh hikmah karena setiap musibah terdapat pesan Allahﷻ. yang disampikan kepada umat-Nya."
(Jurnalis : Abrar Karim)
Komentar
Posting Komentar
Jika ada kesalahan, mohon agar diluruskan
Jika ada kritik/saran, silahkan diajukan
Harap tinggalkan Jejak dengan nmenyertakan apresiasi maupun komentar dan saran anda yang membangun. Agar memberi motivasi bagi kami dalam menegakkan syiar Islam, In Syaa Allah.
Barakallah, syukron telah berkunjung