Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

BISA (Belajar Islam Sedari Awal) 5: Nabi Terakhir berasal dari Jalur Nabi Ismail bin Ibrahim

Keturunan Nabi Ismail & Tanah Suci  Dari keturunan Ismail-lah nantinya akan diutus nabi akhir zaman yang membawa keyakinan sebagaimana para nabi terdahulu, lahir dikalangan umat yang sedang kacau, sehingga dengan kehadirannya sebagai seorang nabi tersebut, ia mampu menjadi solusi bagi masyarakat. Ia lahir di tanah Arab, atau disebut sebagai tanah Bakkah(Mekkah), tanah suci pertama, yaitu yang dimuliakan sejak Nabi adam turun kedunia.  Tanah itulah yang pertama kali dibangun sebagai Rumah Ibadah kepada Allah oleh nabi Adam, namun bangunannya runtuh oleh banjir besar pada zaman nabi Nuh, dan kembali dibangun oleh nabi Ibrahim dan Putranya nabi Ismail sebagai tempat ibadah haji, karena pusat(bagian titik tengah) bumi terletak disana. Suku Jurhum VS Suku Khuza'ah Disanalah nabi Ismail besar dan tinggal besama keluarganya dan Suku Jurhum Yaman, serta menghasilkan keturunan yang akan selalu menjaga tanah suci Bakkah, air Zamzam dan menjaga ajaran nabi Ibrahim yang murni mengesak...

BISA (Belajar Islam Sedari Awal) 4: Umat Nabi Isa hingga Nabi Akhir Zaman

Nabi Isa meng-ESA-kan Allah & mengabarkan kedatangan Nabi setelahnya (yaitu: nabi Muhammad) Diantara ajaran yang disampaikan oleh para nabi terdahulu hingga nabi Isa yaitu menyampaikan agar mengesakan Allah dan akan datang nabi terakhir. Hal ini sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab para nabi terdahulu, seperti kitab Perjanjian Lama (Taurat {Musa/Moses}, Zabur {Daud/David}) dan Perjanjian Baru (Injil {Isa}). Berikut keterangan kitab terdahulu yang menerangkannya, bahwa Tuhan yang benar adalah Allah, dan bahwa akan diutus pula Nabi akhir zaman, Dalam Ulangan 18:15 , tertulis: Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Di awal telah disebutkan bahwa Bani Israil berasal dari Keturunan nabi Ibrahim, yaitu Ishaq dan Yaqub. Dalam ayat Ulangan 18:15 ini, kata “dari antara saudara-saudaramu” memiliki arti ‘saudara dari Israil(Yaqub & Ishaq)’, atau keturunan lain da...

BISA (Belajar Islam Sedari Awal) 3: Para Nabi dari jalur Nabi Ishaq bin Ibrahim dan Segelintir pengikutnya

Nabi Ishaq, Nabi Ya'qub & Bani Israil      Keyakinan yang lurus kemudian berkembang, dari keturunan nabi Ibrahim. Dari istrinya Hajar, lahirlah Nabi Ismail, yang menjadi cikal bakal masyarakat arab disekitar tanah suci Mekkah. Kemudian dari istrinya Sarah, lahirlah Nabi Ishaq, dan banyak anak cucu keturunannya yang menjadi nabi dan menjadi masyarakat yang beriman. Agama terdahulu tidak memiliki nama kecuali sekedar nama “ajaran Ibrahim yang Hanif”.  Nabi Ya’qub(Israil) memiliki 12 anak, dari merekalah berkembang sebuah masyarakat yang besar dan menamakan diri mereka dengan sebutan Bani Israil (keturunan Israel/Ya’kub) dan nantinya menjadi susu-suku, salah satu anaknya Yusuf(Josep) yang juga menjadi nabi, ada juga yang bernama Yehuda (Judah) yang kemudian memiliki keturunan yang besar dan menjadi raja-raja bani Israil, sehingga Bani Israil juga sering dikenal dengan nama Suku Yehuda, karena para raja dan rakyat didominasi oleh suku mereka. Nabi Musa, Nabi Harun, ...

Khutbah haji Wada'

Pada hari kedelapan bulan Dzulhijah, Rasulullah -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- menuju Mina.  Beliau salat Zuhur, Ashar, Magrib, dan Isya, serta bermalam di sana.  Pagi harinya, beliau berangkat ke Arafah untuk melaksanakan wukuf lalu berkhotbah di sana. Di antara isi khotbah beliau adalah,  “Sesungguhnya darah dan harta kalian haram (suci, tidak boleh diganggu) atas kalian menetapkan haramnya (sucinya) hari dan bulan kalian pada saat ini dan seperti (sucinya) negeri kalian ini.  Ketahuilah!  Bahwasanya semua tradisi jahiliah tidak berlaku lagi, darah-darah (dendam) jahiliah juga tidak berlaku lagi, darah pertama yang aku batalkan dari darah-darah kita adalah darah Ibnu Rabi'ah bin Haris yang dibesarkan di Bani Sa'ad lalu pembunuhan kabilah Hudzail.  Riba jahiliah juga tidak berlaku lagi.  Riba pertama yang saya batalkan adalah riba Al-Abbas bin Abdul Muththalib, semuanya dihapus dan tidak berlaku lagi. “  Bertakwalah kalian dalam menghadapi wan...

Pulanglah, Kamu Melangkah Terlalu Jauh

Pernahkah kamu merasa hidupmu berjalan, tapi tak tahu ke mana arahnya? Bangun, kerja, tidur, ulang lagi. Semua rutinitas terasa hampa. Hati bertanya, "Untuk apa semua ini? Untuk siapa aku berlelah-lelah?" Buku ini bukan sekadar bacaan—ia adalah ajakan pulang. Pulang kepada jati diri manusia yang paling dalam. Kepada fitrah suci yang selama ini mungkin terlupakan. Fitrah yang menjanjikan kedamaian, tujuan hidup, dan arah yang benar dalam dunia yang makin membingungkan. Bacalah… dan temukan kembali siapa dirimu, siapa Tuhanmu, dan untuk apa kamu diciptakan.   Tentang Buku ini Buku : Pulanglah, Kamu Melangkah Terlalu Jauh Penulis : Abrar Karim Terbit pada : 15 Muharram 1447/ 10 Juli 2025 Cocok dibaca untuk : Muslim, Muallaf, Mereka yg dilembutkan Hatinya pada Islam Usia pembaca : Cocok dibaca untuk semua kalangan, dan atau dibacakan sebagai pendidikan dan pengajaran Desain : buku saku minimalis, ukuran A6, dapat dibawa dan disimpan dengan nyaman Bisa dijadikan sebagai hadiah ...