Langsung ke konten utama

BISA (Belajar Islam Sedari Awal) 3: Para Nabi dari jalur Nabi Ishaq bin Ibrahim dan Segelintir pengikutnya

Nabi Ishaq, Nabi Ya'qub & Bani Israil

    Keyakinan yang lurus kemudian berkembang, dari keturunan nabi Ibrahim. Dari istrinya Hajar, lahirlah Nabi Ismail, yang menjadi cikal bakal masyarakat arab disekitar tanah suci Mekkah. Kemudian dari istrinya Sarah, lahirlah Nabi Ishaq, dan banyak anak cucu keturunannya yang menjadi nabi dan menjadi masyarakat yang beriman. Agama terdahulu tidak memiliki nama kecuali sekedar nama “ajaran Ibrahim yang Hanif”.  Nabi Ya’qub(Israil) memiliki 12 anak, dari merekalah berkembang sebuah masyarakat yang besar dan menamakan diri mereka dengan sebutan Bani Israil (keturunan Israel/Ya’kub) dan nantinya menjadi susu-suku, salah satu anaknya Yusuf(Josep) yang juga menjadi nabi, ada juga yang bernama Yehuda (Judah) yang kemudian memiliki keturunan yang besar dan menjadi raja-raja bani Israil, sehingga Bani Israil juga sering dikenal dengan nama Suku Yehuda, karena para raja dan rakyat didominasi oleh suku mereka.

Nabi Musa, Nabi Harun, & Firaun

    Setelah Yusuf meninggal, sebagian besar Bani Israil tinggal di sekitar kediamannya di Mesir, dan ketika kepemimpinan Mesir jatuh ke tangan raja yang zalim (Fir’aun), Bani Israil hidup sebagai orang yang rendah dan budak kerja. Maka Allah mengutus Nabi Musa(Moses) dan Nabi Harun(Aeron) untuk menyeru Firaun dan Rakyatnya. Namun Firaun dan bala tentaranya tidak menerima, hanya para penyihir dan beberapa keluarga kerajaan dan bani Israil saja yang mau mengikuti. Diatas siksaan Firaun, Musa membawa Bani Israil keluar dari Mesir, dan dikejar oleh Firaun dan tentaranya. Namun Allah menyelamatkan Nabi Musa dan ummatnya, serta menenggelamkan Firaun dan bala tentaranya di laut merah. Allah menurunkan kitab Taurat(awal Perjanjian Lama) kepada Nabi Musa sebagai pedoman beragama bagi Bani Israil.

Yahudi & Kekacauan Bani Israil

    Keadaan Bani Israil, walaupun Nabi Musa ada di tengah mereka, banyak diantara mereka melakukan pembangkangan dan kemungkaran, padahal Allah telah menyelamatkan mereka dari Firaun. Sehingga pada masa-masa setelahnya, Allah kembali mengutus para nabi kepada kaum ini supaya kembali kepada keyakinan yang benar. Namun, setelah para nabi itu diutus kepada mereka, mereka tidak segan membunuh para nabi itu jika tidak sesuai dengan kehandak mereka. Hanya segelintir orang yang bertahan diatas keyakinan Taurat, dan mereka menamakan keyakinan mereka dengan nama Yahudi. 

Nabi Zakaria & Maryam

    Ditengah masyarakat bani Israil ini, pada masa Nabi Zakaria, dalam keluarga Imran dan Hana yang sedang mengandung, Hana bernazar, bahwa anaknya nanti akan diwakafkan dijalan Allah, agar menjadi manusia yang Taat. Maka lahirlah Maryam(Maria) perempuan yang suci dari keturunan yang beriman pula, ia besar dengan pengajaran nabi Zakaria sehingga Maryam menjadi sosok Wanita yang Allah muliakan. Allah meniupkan Ruh kedalam rahimnya, walaupun dia tak pernah bersentuhan dengan seorang pria pun. (Allah ingin menunjukkan kekuasaannya sebagaimana Allah menciptakan Adam). Maka lahirlah Nabi Isa(Yesus) putra Maryam di negeri Syam (Nazaret), ia dapat berbicara sejak bayi/dalam buaian untuk membenarkan kesucian Ibunya, dan ia juga mengabarkan akan dijadikan sebagai seorang utusan Allah kelak. 

Nabi Isa & Nashrani

    Bani Israil adalah kaum yang pembangkang, Mereka membunuh Nabi Zakaria dan anaknya Nabi Yahya. Dan hanya segelintiir orang  yang mau beriman kepada Nabi Isa, mereka disebut Hawariyun, sahabat setia yang taat mempelajari kitab Injil(awal Perjanjian Baru) yang diturunkan kepada Nabi Isa. Orang Yahudi menyebut mereka dengan sebutan Nasrani yang berarti ‘agama yang dibawa oleh orang Nazaret’. 

Puncak Kejahatan Bani Israil

  Nabi Isa menyerukan kaumnya agar kembali kepada keyakinan yang benar, namun Bani Israil menentangnya, dan tidak menganggapnya sebagai seorang nabi, bahkan hendak membunuhnya, sehingga nabi Isa selalu mengembara bersama ibunya. Hingga suatu ketika mereka melapor kepada Raja Damaskus, serta memfitnah bahwa Nabi Isa telah menghasut masyarakat untuk memberontak kepada raja, dengan demikian, Raja memerintahkan pasukan untuk menangkap dan menyalipnya serta kepalanya diikat dengan duri agar tidak mengganggu orang lagi. Namun Allah menyelamatkan dan mengangkat nabi Isa ke langit, serta merubah wajah salah seorang diantara Bani Israil sehingga menyerupai wajah Nabi Isa, maka tersaliblah ia. Tapi sebenarnya mereka sendiripun tidak yakin terhadap siapa yang disalib itu. 

    Dari kejadian ini, terpecahlah keyakinan Bani Israil, sebagian besar menjadi Yahudi dan hanya segelintir orang Hawari yang memegang ajaran nabi Isa. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penuntut Ilmu tidak akan Kecewa - Khutbah Jumat

﷽ اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، اشهد ان لا اله الا انت وحدك لا شريك لك، اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ و اشهد ان محمدا عبدك ورسولك  اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ أم بعد، عباد الله، اصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون  Jamaah jum'at yg dirahmati Allah Pada kesempatan kali ini, kami ingin mengangkat sebuah tema bahwa tidak akan ada kekecewaan bagi mereka yg benar-benar menuntut ilmu, baik itu ilmu dunia maupun ilmu akhirat.  Kita bisa melihat gambaran nya dalam keh...

Da’wah dan Perubahan Perilaku - Ilmu Dakwah 2

Da’wah dan Perubahan Perilaku (Materi Ke-4 dari MK Ilmu Dakwah)   A. Persuasi Dakwah Persuasi dalam konteks dakwah merujuk pada usaha meyakinkan dan mempengaruhi orang lain untuk mengadopsi keyakinan, nilai, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Tujuan utama persuasi dakwah adalah membantu orang memahami dan menerima ajaran agama dengan cara yang lembut dan efektif. Berikut adalah beberapa prinsip dan strategi persuasi dalam ilmu dakwah: Pemahaman Target Audiens: Penting untuk memahami karakteristik, kebutuhan, dan pandangan target audiens. Dengan memahami siapa yang akan diberikan dakwah, pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih relevan dan persuasif. Penggunaan Argumentasi Rasional: Menggunakan argumen yang rasional dan berdasarkan bukti-bukti yang dapat diterima secara logika dapat meningkatkan daya persuasi. Penjelasan yang jelas dan terstruktur membantu orang memahami ajaran agama secara mendalam. Emosi yang Tepat: Menggunakan elemen emosional dengan bijak dapat ...

Pdf Kumpulan Materi Khutbah Jumat 3 Jilid Ebook

Berikut adalah ebook kumpulan materi khutbah Jum'at yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi pera mubaligh, dai, ataupun dapat menjadi penambah wawasan keislaman bagi pembaca pada umumnya. Judul Buku: Khutbah Jum'at Kontemporer Mendakwahkan Islam Rahmatan Lil 'alamin Penulis: Muhammad Hanifuddin, dkk. Ebook terdiri dari 3 jilid, dan dapat diunduh melalui link google drive dibawah ini Jilid I Jilid II Jilid III