Nabi Isa meng-ESA-kan Allah & mengabarkan kedatangan Nabi setelahnya (yaitu: nabi Muhammad)
Diantara ajaran yang disampaikan oleh para nabi terdahulu hingga nabi Isa yaitu menyampaikan agar mengesakan Allah dan akan datang nabi terakhir. Hal ini sebagaimana tercantum dalam kitab-kitab para nabi terdahulu, seperti kitab Perjanjian Lama (Taurat {Musa/Moses}, Zabur {Daud/David}) dan Perjanjian Baru (Injil {Isa}). Berikut keterangan kitab terdahulu yang menerangkannya, bahwa Tuhan yang benar adalah Allah, dan bahwa akan diutus pula Nabi akhir zaman, Dalam Ulangan 18:15 , tertulis:
Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
Di awal telah disebutkan bahwa Bani Israil berasal dari Keturunan nabi Ibrahim, yaitu Ishaq dan Yaqub. Dalam ayat Ulangan 18:15 ini, kata “dari antara saudara-saudaramu” memiliki arti ‘saudara dari Israil(Yaqub & Ishaq)’, atau keturunan lain dari Nabi Ibrahim yang merujuk pada nabi Ismail dan keturunannya. Maka nabi akhir zaman inilah yang berasal dari keturunan Ismail, yakni Nabi Muhammad.
Nabi Muhammad dalam Kitab-Kitab
Terbukti dalam kitab Taurat tertulis secara terang-terangan, yaitu Dalam Kidung Agung 5:16, tertulis dalam bahasa Ibrani:
חִכּוֹ מַמְתַּקִּים וְכֻלּוֹ מַחֲמַדִּים זֶה דוֹדִי וְזֶה רֵעִי בְּנוֹת יְרוּשָׁלִָם
Bacaan dalam huruf Latin:
"Hikko mamittaqim, vekullo Machmadim, zeh dodi vezeh re’i, bnot Yerushalayim."
➡ Kata "Machmadim" (מַחֲמַדִּים) berasal dari akar kata "Machmad" (מַחֲמַד) yang berarti Muhammad (محمد) dalam bahasa Arab.
➡ Jika kata ini diterjemahkan secara harfiah, seharusnya berbunyi:
"Mulutnya manis dan seluruhnya adalah Muhammad (Machmadim). Inilah kekasihku dan sahabatku, wahai putri-putri Yerusalem."
Dikuatkan pula dalam Perjanjian Baru, Dalam Yohanes 16:12-14, Nabi Isa berkata,
"Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu tidak dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran(Nabi Muhammad), Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran..."
Kemudian terdapat pula penegasan dari Al-Qur’an surat As-Saff: 6
"Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: ‘Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul setelahku yang bernama Ahmad.'"
Penyimpangan Ajaran Nashrani
Menyambung kisah sebelumnya,
Setelah para Hawariyun ini tiada, dan generasi berganti, banyak penyimpangan terjadi dikalangan Bani Israil. Hanya menyisakan segelintir orang yang masih dalam keyakinan mengesakan Allah, sedangkan kebanyakan dari mereka telah merubah-rubah ajaran, menambah dan atau mengurangi isi kitab para nabi terdahulu, dan bahkan mencampur adukkan keyakinan yang benar dengan keyakinan yang salah.
Ajaran Nasrani sudah tersebar ke kalangan kerajaan Romawi, mereka menamakan nabi Isa dengan sebuatan Kristus (Masias/Nabi) dan mereka menamakan keyakinannya dengan agama Kristen yang berasal dari bahasa Yunani ‘Cristianos’ yang berarti ‘pengikut kristus’. Namun kemudian keyakinan kristen ini mulai tercampur dengan keyakinan Romawi terdahulu, yang identik dengan keyakinan yunani yang mempercayai benda-benda langit (Dewa-dewa).
Pengaruh Paulus & Budaya Romawi
Dalam kepercayaan para dewa, terdapat kasta dewa, seperti tuhan tertinggi, tuhan kedua, ketiga, dan seterusnya. Hal ini disebut dengan Politeistik atau paganisme atau kepercayaan pada tuhan yang banyak. Dalam ajaran mesir kuno terdapat Tritunggal, sekte hindu ada Trimurti. Maka ketika agama nasrani masuk kedalam lingkungan Romawi, konsep ini mulai diserap untuk membuat ajaran nasrani lebih mudah diterima oleh masyarakat Romawi yang terbiasa menyembah banyak tuhan.
Dimulai dari munculnya nabi palsu, yang dikenal dengan Paulus(Saulus), ia bukan seorang nasrani yang murni, bukan pula seorang Hawari atau keturunan Hawari, ia seorang Yahudi berkebangsaan Romawi, ia mengaku mendapatkan wahyu, dan diantara ajaran dustanya adalah memperkenalkan bahwa Nabi Isa(Yesus) sebagai anak tuhan, dan keselamatan cukup didapat dengan beriman tanpa beramal sesuai hukum para nabi terdahulu. Kemudian juga menghapus hukum Taurat (larangan makan Babi, sunat, dll), sehingga ajarannya mudah diterima masyarakat, dan bahkan mulai menjadi ajaran resmi kerajaan.
Trinitas adalah buatan manusia
Penyimpangan kristen terus berkembang hingga terdapat penetapan konsep Trinitas, yaitu tuhan ada tiga (Tuhan Bapa, Tuhan Putra, dan Tuhan Roh Kudus) pada Konsili Nicea (325 M) dan ajaran Nabi Isa yang asli mulai hilang dari mayoritas Bani Israil maupun Non-Bani Israil.
Kisah pembantaian orang-orang yang beriman mengesakan Allah
Hanya sedikit yang masih berpegang teguh pada ajaran kitab para nabi, namun kondisi mereka selalu disudutkan. Sebagaimana dalam sebuah kisah tragis,yaitu pembantaian ribuan orang yang mengesakan Allah.
“Dahulu ada seorang raja dari golongan umat sebelum kalian, ia mempunyai seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir tersebut berada dalam usia senja, ia mengatakan kepada raja bahwa ia sudah tua dan ia meminta agar dikirimkan anak yang akan jadi pewaris ilmu sihirnya. Maka ada seorang anak yang diutus padanya. Tukang sihir tersebut lalu mengajarinya.
Di tengah perjalanan ingin belajar, anak ini bertemu seorang rahib (pendeta) dan ia pun duduk bersamanya dan menyimak nasehat si rahib. Ia pun begitu takjub pada nasehat-nasehat yang disampaikan si Rahib. Ketika ia telah mendatangi tukang sihir untuk belajar, ia pun menemui si rahib dan duduk bersamanya. Ketika terlambatnya mendatangi tukang sihir, ia dipukul, maka ia pun mengadukannya pada rahib. Rahib pun berkata, “Jika engkau khawatir pada tukang sihir tersebut, maka katakan saja bahwa keluargaku menahanku. Jika engkau khawatir pada keluargamu, maka katakanlah bahwa tukang sihir telah menahanku.”
Pada suatu saat ketika di waktu ia dalam keadaan yang demikian itu, lalu tibalah ia di suatu tempat dan di situ ada seekor binatang besar yang menghalangi orang banyak (di jalan yang dilalui mereka). Anak itu lalu berkata, “Pada hari ini saya akan mengetahui, apakah penyihir itu yang lebih baik ataukah rahib itu.” Ia pun mengambil sebuah batu kemudian berkata, “Ya Allah, apabila perkara rahib itu lebih dicintai di sisi-Mu daripada tukang sihir itu, maka bunuhlah binatang ini sehingga orang-orang banyak dapat berlalu.” Lalu ia melempar binatang tersebut dan terbunuh. Lalu orang-orang bisa lewat. Lalu ia mendatangi rahib dan mengabarkan hal tersebut. Rahib tersebut pun mengatakan, “Wahai anakku, saat ini engkau lebih mulia dariku. Keadaanmu sudah sampai pada tingkat sesuai apa yang saya lihat. Sesungguhnya engkau akan mendapat cobaan, maka jika benar demikian, janganlah menyebut namaku.”
Anak itu lalu dapat menyembuhkan orang buta dan yang berpenyakit kulit. Ia pun dapat menyembuhkan orang-orang dari berbagai macam penyakit. Berita ini pun sampai di telinga sahabat dekat raja yang telah lama buta. Ia pun mendatangi pemuda tersebut dengan membawa banyak hadiah. Ia berkata pada pemuda tersebut, “Ini semua bisa jadi milikmu asalkan engkau menyembuhkanku.” Pemuda ini pun berkata, “Aku tidak dapat menyembuhkan seorang pun. Yang mampu menyembuhkan hanyalah Allah. Jika engkau mau beriman pada Allah, aku akan berdo’a pada-Nya supaya engkau bisa disembuhkan.” Ia pun beriman pada Allah, lantas Allah menyembuhkannya.
Sahabat raja tadi kemudian mendatangi raja dan ia duduk seperti biasanya. Raja pun bertanya padanya, “Siapa yang menyembuhkan penglihatanmu?” Ia pun menjawab, “Rabbku.” Raja pun kaget, “Apa engkau punya Rabb (Tuhan) selain aku?” Sahabatnya pun berkata, “Rabbku dan Rabbmu itu sama yaitu Allah.” Raja tersebut pun menindaknya, ia terus menyiksanya sampai ditunjukkan anak yang tadi. (Ketika anak tersebut datang), raja lalu berkata padanya, “Wahai anakku, telah sampai padaku berita mengenai sihirmu yang bisa menyembuhkan orang buta dan berpenyakit kulit, serta engkau dapat melakukan ini dan itu.” Pemuda tersebut pun menjawab, “Sesungguhnya aku tidaklah dapat menyembuhkan siapa pun. Yang menyembuhkan adalah Allah.” Mendengar hal itu, raja lalu menindaknya, ia terus menyiksanya, sampai ditunjukkan pada pendeta yang menjadi gurunya. (Ketika pendeta tersebut didatangkan), raja pun memerintahkan padanya, “Kembalilah pada ajaranmu!” Pendeta itu pun enggan. Lantas didatangkanlah gergaji dan diletakkan di tengah kepalanya. Lalu dibelahlah kepalanya dan terjatuhlah belahan kepala tersebut. Setelah itu, sahabat dekat raja didatangkan pula, ia pun diperintahkan hal yang sama dengan pendeta, “Kembalilah pada ajaranmu!” Ia pun enggan. Lantas (terjadi hal yang sama), didatangkanlah gergaji dan diletakkan di tengah kepalanya. Lalu dibelahlah kepalanya dan terjatuhlah belahan kepala tersebut.
Kemudian giliran pemuda tersebut yang didatangkan. Ia diperintahkan hal yang sama, “Kembalikan pada ajaranmu!” Ia pun enggan. Kemudian anak itu diserahkan kepada pasukan raja. Raja berkata, “Pergilah kalian bersama pemuda ini ke gunung ini dan itu. Lalu dakilah gunung tersebut bersamanya. Jika kalian telah sampai di puncaknya, lalu ia mau kembali pada ajarannya, maka bebaskan dia. Jika tidak, lemparkanlah ia dari gunung tersebut.” Lantas pasukan raja tersebut pergi bersama pemuda itu lalu mendaki gunung. Lalu pemuda ini berdo’a, “Ya Allah, cukupilah aku dari tindakan mereka dengan kehendak-Mu.” Gunung pun lantas berguncang dan semua pasukan raja akhirnya jatuh. Lantas pemuda itu kembali berjalan menuju raja.
Ketika sampai, raja berkata pada pemuda, “Apa yang dilakukan teman-temanmu tadi?” Pemuda tersebut menjawab, “Allah Ta’ala telah mencukupi dari tindakan mereka.” Lalu pemuda ini dibawa lagi bersama pasukan raja. Raja memerintahkan pada pasukannya, “Pergilah kalian bersama pemuda ini dalam sebuah sampan menuju tengah lautan. Jika ia mau kembali pada ajarannya, maka bebaskan dia. Jika tidak, tenggelamkanlah dia.” Mereka pun lantas pergi bersama pemuda ini. Lalu pemuda ini pun berdo’a, “Ya Allah, cukupilah aku dari tindakan mereka dengan kehendak-Mu.” Tiba-tiba sampan tersebut terbalik, lalu pasukan raja tenggelam. Pemuda tersebut kembali berjalan mendatangi raja. Ketika menemui raja, ia pun berkata pada pemuda, “Apa yang dilakukan teman-temanmu tadi?” Pemuda tersebut menjawab, “Allah Ta’ala telah mencukupi dari tindakan mereka.”
Ia pun berkata pada raja, “Engkau tidak bisa membunuhku sampai engkau memenuhi syaratku.” Raja pun bertanya, “Apa syaratnya?” Pemuda tersebut berkata, “Kumpulkanlah rakyatmu di suatu bukit. Lalu saliblah aku di atas sebuah pelepah. Kemudian ambillah anak panah dari tempat panahku, lalu ucapkanlah, “Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah Tuhan dari pemuda ini.” Lalu panahlah aku karena jika melakukan seperti itu, engkau pasti akan membunuhku.” Lantas rakyat pun dikumpulkan di suatu bukit.
Pemuda tersebut pun disalib di pelepah, lalu raja tersebut mengambil anak panah dari tempat panahnya kemudian diletakkan di busur. Setalah itu, ia mengucapkan, “Bismillah robbil ghulam, artinya: dengan menyebut nama Allah Tuhan dari pemuda ini.” Lalu dilepaslah dan panah tersebut mengenai pelipisnya. Lalu pemuda tersebut memegang pelipisnya tempat anak panah tersebut menancap, lalu ia pun mati. Rakyat yang berkumpul tersebut lalu berkata, “Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut. Kami beriman pada Tuhan pemuda tersebut.”
Raja datang, lantas ada yang berkata, “Apa yang selama ini engkau khawatirkan? Sepertinya yang engkau khawatirkan selama ini benar-benar telah terjadi. Manusia saat ini telah beriman pada Tuhan pemuda tersebut.” Lalu raja tadi memerintahkan untuk membuat parit di jalanan lalu dinyalakan api di dalamnya. Raja tersebut pun berkata, “Siapa yang tidak mau kembali pada ajarannya, maka lemparkanlah ia ke dalamnya.” Atau dikatakan, “Masuklah ke dalamnya.” Mereka pun melakukannya, sampai ada seorang wanita bersama bayinya.
Wanita ini pun begitu tidak berani maju ketika akan masuk di dalamnya. Anaknya pun lantas berkata, “Wahai ibu, bersabarlah karena engkau di atas kebenaran.” (HR. Muslim no. 3005).
Komentar
Posting Komentar
Jika ada kesalahan, mohon agar diluruskan
Jika ada kritik/saran, silahkan diajukan
Harap tinggalkan Jejak dengan nmenyertakan apresiasi maupun komentar dan saran anda yang membangun. Agar memberi motivasi bagi kami dalam menegakkan syiar Islam, In Syaa Allah.
Barakallah, syukron telah berkunjung