Langsung ke konten utama

Isra' Mi'raj, Perayaan atau Peringatan?

Isra Mi'raj merupakan peristiwa agung yang nyata dan benar adanya, yaitu telah Allah abadikan dalam 2 surat,

1. Isra'(perjalanan darat) pada QS. Al-Isra' ayat 1

سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًۭا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَـٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَـٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

2. Mi'raj(perjalanan ke langit) pada QS. An-Najm ayat 13-18

وَلَقَدْ رَآهُ نزلَةً أُخْرَى (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (14) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (15) إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (16) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى (17) لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى (18)

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratilmuntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. ( QS An-Najm : 13-18)


Namun demikian, tidak ada dalil shahih mengenai tanggal dan waktu terjadi nya Isra & Mi'raj, begitu pula para ulama berselisih pendapat tentang tanggalnya. Tanggal 27 Rajab ini, merupakan salah satu pendapat, namun juga bukan pendapat yg shahih.

Maka, yang terpenting dari peristiwa tersebut, adalah nilai apa yg dapat kita ambil dari peristiwa itu, yaitu:

  1. Supaya kita semua dapat menghitung nilai sholat kita. Sholat adalah amalan yg didapatkan oleh Nabi melalui peristiwa besar ini, dan tanpa melalui malaikat Jibril. Maka, sungguh tidak layak jika seseorang pulang dari peringatan isra mi'raj, tanpa ada rasa bersalah, atau tanpa adanya keinginan untuk memperbaiki sholat nya
  2. Mengedepankan dalil syari dibandingkan akal. Abu Bakar dijuluki sebagai Ash-Shidiq, karena cara beliau membenarkan nabi, sangat jauh melebihi seluruh umat nabi Muhammad. Maka, apabila kita mendengar sebuah ayat, hadist atau perkataan ulama yg berdasarkan pada keduanya, maka hendaklah kita sami'na waatho'na (kami dengar dan taat)
  3. Kepunyaan Allah-lah langit dan bumi, dan Dia bebas berkehendak terhadap sesuatu. Bisa saja Allah langsung bicara kepada nabi Muhammad seperti nabi Musa di dunia, tapi Allah hendak memberikan pelajaran besar pada hambanya dengan dipanggilnya nabi Muhammad ke Sidratul Muntaha
  4. Sebelum bertemu Allah di langit, Jibril membelah dan mencuci hati nabi Muhammad. Bahwa jika nabipun demikian, apalagi kita, kita harus selalu menyucikan diri dan jiwa kita
  5. Setelah peristiwa isra mi'raj, nabi tidak menyimpan peristiwa untuk diri sendiri, tapi langsung mengabarkan kepada masyarakat, walaupun mengakibatkan orang-orang mendustakan nya, bahwa itu tidak masuk akal. Namun Allah menguatkan Nabinya melalui Abu Bakar, beliau membela dan membenarkan kejadian tersebut. Bahwa hendaklah kita tidak menutupi kebenaran, dan membela kebenaran


Catatan:

Isra Mi'raj bukan sebuah perayaan, karena hari Raya Islam hanya ada 2, yaitu idul fitri dan idul adha.

Oleh karena itu, disebut sebagai Peringatan Isra Mi'raj, yaitu mengingat-ingat kejadian dan mengambil hikmah dari Isra Mi'raj, sebagaimana poin2 diatas


Perayaan dan Peringatan

Perayaan: identik dengan Kegembiraan, pesta, kemeriahan

Peringatan: menekankan pada pengenangan, perenungan, mengambil nilai-nilai pada suatu peristiwa masa lalu

A. Perayaan

Perayaan yg dalam Agama Islam hanya 2, yaitu Idul Fitri & Adha

> disyariatkan karena terdapat pedoman untuk memeriahkan, dan bersenang-senang di dalamnya. Yaitu dengan sholat ied, dan berqurban

Kemudian juga terdapat hari Hari Raya pekanan, yaitu Hari Jum'at.

> Telah disyariatkan pula bentuk-bentuk perayaan untuk memeriahkan nya, yaitu sholat Jum'at 2 rakaan

Hari yang disyariatkan bisa dirayakan juga adalah hari Aqiqah, hari Nikah.

Maka dapat disimpulkan, Hari Raya yang disyariatkan dalam Islam adalah hari-hari yang didalamnya terdapat pengkhusus-an amalan ibadah, sebagai bentuk memeriahkan hari tersebut.

Jadi, selain dari hari-hari tersebut tidaklah sepantasnya melakukan pengadaan dan pengkhususan ibadah padanya, seperti hari² peringatan


B. Peringatan

Adalah sebagaimana namanya, Per-ingat-an. Yaitu mengingat sesuatu.

Dalam Islam terdapat sejarang yang luar biasa dan perlu selalu diingat dan diambil nilainya

> Sebagaimana Rasulullah, yang pernah melaksanakan puasa Asyuro (10 Muharram), namun karena Yahudi juga melakukannya dengan dalih bersyukur atas kemenangan nabi Musa, Maka nabi berisyarat bahwa dirinya dan kaum muslimin lebih pantas bersyukur untuk Nabi Musa, maka beliau ingin menambah puasa sehari sesudah atau sebelum Asyura

Dalam kontek ini, Nabi memperingati Hari kemenangan nabi Musa dari kejaran Fir'aun. Namun mengenai amalan puasa, sudah ada sejak lama, dan agar menyelisihi Yahudi, maka beliau menambah sehari atau sesudah tanggal 10 Muharam

Mengenai peringatan terhadap sejarah-sejarah masa lampau, tidaklah diperkenankan mengkhususkan amalan tertentu, tapi cukup dengan mengingat sejarah dan mengambil nilai-nilai yang terkandung didalamnya.


C. Hakikat Islam

Karena agama Islam bukan agama rekayasa, bukan agama yang berdiri diatas mimpi atau katanya-katanya, tapi Islam adalah agama yang dibangun diatas Kalam Allah Al-Quran, dan bimbingan Rasulullah yaitu hadist dan Sunnahnya.

Islam bukan hanya berisi pengagungan pada sosok nabi Muhammad dan menyanjung-nyanjung beliau belaka

Tapi adalah agama ini adalah agama Tentang Allah, menyanjung Allah dengan cara mengikuti ajaran Nabi Muhammad ﷺ

Ibadah Islam bukan dengan banyak-banyakan, bukan dengan keren-kerenan, bukan kelompok-kelompokkan. Tapi Ibadah dalam Islam adalah sebisa mungkin menyamai tata cara beribadah baginda Rasulullah ﷺ, sabda Beliau:

  • Sholatlah sebagaimana kalian melihatku sholat
  • Hendaklah kalian mengambil tata cara pelaksanaan Haji kalian dari ku
  • Siapa yang mencintai sunnahku maka dia mencintaiku, siapa yang mencintaiku, maka akan bersamaku dalam surga

Rasulullah pernah mencela ibadah orang berlebih-lebihan dalam beramal

1. Memperbanyak sholat malam tanpa tidur

2. Berpuasa siang tanpa berbuka(hari libur)

3. Melajang tanpa menikah (dgn niat agar cinta pada Allah tidak terganggu oleh aktivitas pernikahan)


Rasulullah pernah mewanti-wanti agar kita tidak menjadi mengikuti agama terdahulu.

Agama Nasrani saat ini, bukanlah agama yg mengikuti ajaran nabi Isa

Tapi hanya sekedar agama tentang Nabi Isa dan menyanjungnya

Maka jangan masuk ke lubang sesat yang sama, yaitu tidak menjadikan agama hanya untuk menyanjung nabi tanpa meneladaninya, tetapi benar-benar mengikuti ajarannya untuk menyanjung-nyanjung Allah sebagai Pencipta dan Pemeliharaan Alam semesta


D. Peringatan Isra Mi'raj

Dengan memahami konteks diatas, maka peristiwa Isra mi'raj bukan sebuah perayaan yg didalamnya harus mengkhususkan amalan tertentu, tapi sebuah per-ingat-an yg tentunya mengingat kepada kita semua bahwa telah terjadi peristiwa yg besar, dengan izin Allah, seorang manusia mampu pergi dengan jarak yg sangat jauh dalam waktu semalam saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jumat: Melepas Kepergian Ramadhan

﷽ Khutbah Pertama انّ الْحَمْدَ ِلله،ِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَه،ُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِه،ِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَة،ٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاء،ً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام ،َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا الله،َ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُم،ْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ... فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ!، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِه،ِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّق...

Da’wah dan Perubahan Perilaku - Ilmu Dakwah 2

Da’wah dan Perubahan Perilaku (Materi Ke-4 dari MK Ilmu Dakwah)   A. Persuasi Dakwah Persuasi dalam konteks dakwah merujuk pada usaha meyakinkan dan mempengaruhi orang lain untuk mengadopsi keyakinan, nilai, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Tujuan utama persuasi dakwah adalah membantu orang memahami dan menerima ajaran agama dengan cara yang lembut dan efektif. Berikut adalah beberapa prinsip dan strategi persuasi dalam ilmu dakwah: Pemahaman Target Audiens: Penting untuk memahami karakteristik, kebutuhan, dan pandangan target audiens. Dengan memahami siapa yang akan diberikan dakwah, pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih relevan dan persuasif. Penggunaan Argumentasi Rasional: Menggunakan argumen yang rasional dan berdasarkan bukti-bukti yang dapat diterima secara logika dapat meningkatkan daya persuasi. Penjelasan yang jelas dan terstruktur membantu orang memahami ajaran agama secara mendalam. Emosi yang Tepat: Menggunakan elemen emosional dengan bijak dapat ...

Pdf Kumpulan Materi Khutbah Jumat 3 Jilid Ebook

Berikut adalah ebook kumpulan materi khutbah Jum'at yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi pera mubaligh, dai, ataupun dapat menjadi penambah wawasan keislaman bagi pembaca pada umumnya. Judul Buku: Khutbah Jum'at Kontemporer Mendakwahkan Islam Rahmatan Lil 'alamin Penulis: Muhammad Hanifuddin, dkk. Ebook terdiri dari 3 jilid, dan dapat diunduh melalui link google drive dibawah ini Jilid I Jilid II Jilid III