Langsung ke konten utama

Tafsir Surah Al-Humazah (1-9): Hukuman Untuk Orang-Orang Yang Sombong

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah al-Alim, yang maha mengilmui, yang telah memberikan kepada kita sebagian dari ilmunya, berupa ilmu Al-Quran dan lainnya

Sebagian ulama menyampaikan kaidah yang sangat dalam maknanya:

“Ilmu itu menjaga pemiliknya, sedangkan harta, pemiliknya-lah yang menjaga harta tersebut.”

Ilmu mengarahkan, menuntun, dan menyelamatkan manusia. Sedangkan harta, bila tidak diiringi ilmu dan iman, justru sering menjerumuskan pemiliknya ke dalam kesombongan, celaan, dan kebinasaan. Gambaran ini dijelaskan dengan sangat tegas oleh Allah ﷻ dalam Surah Al-Humazah.

A. Tafsir Surah Al-Humazah (1-9): Hukuman Untuk Orang-Orang Yang Sombong

Ayat 1: Celaan terhadap Perusak Harga Diri dan Pengumpul Harta

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ ۝

"Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela"
(QS. Al-Humazah: 1)

Makna "Wail"

Kata وَيْلٌ (wail) berarti celaka, kehancuran, dan menurut sebagian ulama merupakan lembah di neraka Jahannam. Kata ini juga digunakan dalam Surah Al-Muthaffifin (QS. 83:1) bagi orang yang mengurangi hak orang lain dalam urusan harta.

Jika di Al-Muthaffifin, wail bermakna pengurangan hak itu terkait harta, maka dalam Al-Humazah, wail bermakna pengurangan hak itu terkait harga diri dan kehormatan manusia.

Makna "Humazah" dan "Lumazah"

Secara Bahasa dan Istilah

  • Humazah (هُمَزَة)
    Orang yang mengumpat dengan ucapan
    > hammaz (الهمّاز)

  • Lumazah (لُمَزَة)
    Orang yang mencela dengan perbuatan
    > isyarat mata, cibiran, mimik wajah, atau gestur merendahkan

Allah juga menyebut sifat ini dalam ayat lain:

هَمَّازٍ مَّشَّاءٍۭ بِنَمِيمٍۢ
“Yang banyak mencela dan berjalan menyebarkan fitnah.”
(QS. Al-Qalam: 11)

Tafsir Para Ulama:

  • Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما:
    Humazatil lumazah adalah orang yang suka mencela dan mencari-cari cacat orang lain.

  • Ar-Rabī‘ bin Anas:
    Humazah : Umpatan di hadapan, dan Lumazah: umpatan di belakang.

  • Qatadah:
    Merendahkan  orang lain dengan lisan dan pandangan mata, termasuk ghibah.
    Allah menyamakan ghibah dengan:

“Apakah salah seorang di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang telah mati?”
(QS. Al-Hujurat: 12)

  • Celaan bisa dilakukan:

    • Saat orang hadir

    • Saat orang tidak hadir

    • Dengan lisan

    • Dengan isyarat mata

Pelaku perbuatan ini biasanya adalah orang sombong. Mudah mencibir dan meremehkan orang lain

Hakikat Kesombongan

Rasulullah ﷺ bersabda:

الكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.”
(HR. Muslim no. 91)

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «لاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَتَنَاجَشُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخوَاناً. المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخذُلُهُ، وَلَا يَكْذِبُهُ، وَلَايَحْقِرُهُ. التَّقْوَى هَاهُنَا -وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ- بِحَسْبِ امْرِىءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ المُسْلِمَ. كُلُّ المُسْلِمِ عَلَى المُسْلِمِ حَرَامٌ: دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling tanajusy (menyakiti dalam jual beli), janganlah saling benci, janganlah saling membelakangi (mendiamkan), dan janganlah menjual di atas jualan saudaranya. Jadilah hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara untuk muslim lainnya. Karenanya, ia tidak boleh berbuat zalim, menelantarkan, berdusta, dan menghina yang lain. Takwa itu di sini–beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali–. Cukuplah seseorang berdosa jika ia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.’” (HR. Muslim) [HR. Muslim no. 2564]

Ayat 2-3:


ٱلَّذِى جَمَعَ مَالًۭا وَعَدَّدَهُۥ ۝ يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ ۝

"yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, Dia mengira hartanya dapat mengekalkannya."
(QS. Al-Humazah: 2-3)

Muhammad bin Ka‘ab al-Qurazhi berkata:

"Hartanya membuatnya lalai di siang hari, dan ketika malam tiba, ia teronggok seperti bangkai busuk."

 

B. Sebab Turunnya Ayat (Asbābun Nuzūl)

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa ayat-ayat ini turun berkenaan dengan tokoh-tokoh Quraisy yang sombong karena harta dan kedudukan:

  1. Ubay bin Khalaf
    Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari ‘Utsman bin ‘Affan dan Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ayat ini turun tentang Ubay bin Khalaf, tokoh Quraisy yang kaya raya dan sering mengejek Rasulullah ﷺ dengan hartanya.

  2. Al-Akhnas bin Syariq
    Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari As-Suddi, bahwa ayat (1–3) turun berkenaan dengan al-Akhnas bin Syariq yang gemar mencela dan mengumpat.

  3. Jamil bin ‘Amir al-Jumhi
    Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari, dari seorang suku Riqqah.

  4. Umayyah bin Khalaf
    Diriwayatkan oleh Ibnu al-Mundzir dari Ibnu Ishaq, bahwa Umayyah bin Khalaf selalu mencela Rasulullah ﷺ bila bertemu dengannya, maka turunlah Surah Al-Humazah (1–9).

Namun Mujahid رحمه الله menegaskan:

“Ayat ini bersifat umum, tidak terbatas pada satu orang.”

Artinya, setiap orang yang memiliki sifat ini termasuk dalam ancaman ayat.

Ayat 4:

كَلَّا ۖ 
Sekali-kali tidak!
(QS. Al-Humazah: 4)

sekali-kali tidak, masalah tidak seperti yg mereka kira

Orang sombong cenderung:

  • Pelit

  • Menyangka jika punya harta maka akan kekal(sehat selalu) 

  • Menyangka umur panjang karena kekayaan

Padahal waktu hidupnya habis untuk menjaga harta, bukan harta menjaga dirinya. Banyak uang itu mengurangi umur, waktu habis untuk menghitung-hitung harta, habis untuk menjaga kelengkapan harta nya 

لَيُنبَذَنَّ فِى الْحُطَمَةِ ۝

“Sungguh dia akan dilemparkan ke dalam Huthomah.”
(QS. Al-Humazah: 4)

Huthomah dari kata Hutmah atau Tahim, berarti yang melumat.

salah satu nama neraka, yaitu Huthomah, yg menghancurkan penghuni nya

Ayat 5-6:


وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْحُطَمَةُ ۝ نَارُ ٱللَّهِ ٱلْمُوقَدَةُ ۝ 

"Dan tahukah kamu apakah (neraka) Ḥuṭamah itu? Yaitu api Allah yang dinyalakan"

(QS. Al-Humazah: 5-6)

Api Allah, berlipat-lipat dari api dunia, yg melumat segala sesuatu, yg telah di nyalakan, terus dipanaskan.

Ayat 7:


ٱلَّتِى تَطَّلِعُ عَلَى ٱلْأَفْـِٔدَةِ ۝
"yang (membakar) sampai ke hati"
(QS. Al-Humazah: 7)

Yaitu yg langsung masuk luar dalam ke jantung dada, dada adalah tempat kesombongan, sehingga ia mengumpat karena dadanya dipenuhi kesombongan
  • Tsabit al-Bannani:
    Api yg membakar sampai ke hati, sedangkan ketika itu mereka dalam keadaan hidup (sadar).

  • Muhammad bin Ka‘ab:
    Api itu memakan segala sesuatu dati tubuh, sehingga ketika api sampai di hatinya mendekati kerongkongan, api itu kembali ke jasadnya(berulang seperti itu)

Ayat 8:

إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ ۝

“Sungguh neraka itu ditutup rapat atas mereka,

Neraka ditutup, tidak ada tempat kabur, mereka tidak pernah ghoib/libur /keringanan, dibakar selamanya, mereka ingin keluar, tapi mereka tidak akan pernah keluar

Ayat 9:

Dalam tiang-tiang yang panjang.”

(QS. Al-Humazah: 9)

 Ada dua pendapat di kalangan para ulama tentang maksud dari مُّمَدَّدَةٍ (tiang-tiang yang dipanjangkan) ini.

  • Pendapat pertama, sebagian ulama mengatakan maksudnya adalah setelah neraka Jahannam ditutup maka Allah akan mendatangkan tiang-tiang yang panjang untuk menutup neraka agar neraka tersebut seakan-akan semakin sulit untuk terbuka.
  • Pendapat kedua, sebagian ulama yang lain mengatakan maksudnya orang-orang kafir yang masuk neraka Jahannam akan dibakar dalam keadaan dililit dengan besi panjang di tangan dan kaki mereka. (lihat Tafsir al-Baghowi 8/531)
  • ‘Athiyyah al-‘Aufi: tiang dari besi

  • As-Suddi: tiang yang berasal dari Api

  • Ibnu ‘Abbas: pintu-pintu(penutup) neraka yang panjang


*Sumber, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir At-Taysir, Quran Mapping

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jumat: Melepas Kepergian Ramadhan

﷽ Khutbah Pertama انّ الْحَمْدَ ِلله،ِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا، وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَه،ُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِه،ِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَة،ٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاء،ً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام ،َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا الله،َ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُم،ْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ ... فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ!، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِه،ِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّق...

Da’wah dan Perubahan Perilaku - Ilmu Dakwah 2

Da’wah dan Perubahan Perilaku (Materi Ke-4 dari MK Ilmu Dakwah)   A. Persuasi Dakwah Persuasi dalam konteks dakwah merujuk pada usaha meyakinkan dan mempengaruhi orang lain untuk mengadopsi keyakinan, nilai, dan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama. Tujuan utama persuasi dakwah adalah membantu orang memahami dan menerima ajaran agama dengan cara yang lembut dan efektif. Berikut adalah beberapa prinsip dan strategi persuasi dalam ilmu dakwah: Pemahaman Target Audiens: Penting untuk memahami karakteristik, kebutuhan, dan pandangan target audiens. Dengan memahami siapa yang akan diberikan dakwah, pesan dakwah dapat disampaikan dengan lebih relevan dan persuasif. Penggunaan Argumentasi Rasional: Menggunakan argumen yang rasional dan berdasarkan bukti-bukti yang dapat diterima secara logika dapat meningkatkan daya persuasi. Penjelasan yang jelas dan terstruktur membantu orang memahami ajaran agama secara mendalam. Emosi yang Tepat: Menggunakan elemen emosional dengan bijak dapat ...

Pdf Kumpulan Materi Khutbah Jumat 3 Jilid Ebook

Berikut adalah ebook kumpulan materi khutbah Jum'at yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi pera mubaligh, dai, ataupun dapat menjadi penambah wawasan keislaman bagi pembaca pada umumnya. Judul Buku: Khutbah Jum'at Kontemporer Mendakwahkan Islam Rahmatan Lil 'alamin Penulis: Muhammad Hanifuddin, dkk. Ebook terdiri dari 3 jilid, dan dapat diunduh melalui link google drive dibawah ini Jilid I Jilid II Jilid III