Bismillahirrahmanirrahim
A. Sunah Terkait Surat At-Tin
pernah di baca oleh nabi saat safar di salah satu rakaat sholat Isya
B. Asbabun Nuzul
Dalam Tafsir Jalalain, Ibnu Abbas r.a. telah menceritakan bahwa mereka yang diisyaratkan oleh ayat ini adalah segolongan orang-orang yang dituakan umurnya hingga tua sekali pada zaman Rasulullah SAW. Karena itu, ditanyakanlah perihal mereka sewaktu mereka sudah pikun. Maka Allah menurunkan firman-Nya yang menjelaskan tentang pemaafan bagi mereka, lalu dinyatakan-Nya bahwa bagi mereka pahala dari amal baik yang dahulu mereka lakukan sebelum mereka pikun.
C. Tafsir
- Allah bersumpah dengan 4 Hal
Ayat 1
وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِ ١
Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun.
> wa : huruf yg bermakna Sumpah, sebagaimana hutuf lain: Ta, bi. Wallahi, Tallahi, Billahi (Huruf akhirnya menjadi Kasroh (i) karena Majrur)
>> adapun jika Wallahu (Huruf akhirnya Dhommah (u) karena marfu), maka artinya bukan sumpah, tapi 'Dan Allah'
- dalam surat ini Allah menggunakan 4 kata sumpah: Wat-Tiini, Wajjaituuni, wathuri ..., Wa Hadza Baladi ...
# Ayat 1 Allah Bersumpah dengan buah-buah yg istimewa.
> At-Tin:
- Buah Tin yg biasa kalian makan (ibnu basyar [T])[IK]
- Nama sebuah gunung yang penuh dengan buah tin [IK]. Gunung yg menumbuhkan buah itu [J]
- Nama sebuah masjid: masjid di kota Damsyq (ibnu basyar [T])/ masjid Ashabul Kahfi/ masjid Nabi Nuh diatas gunung Judi (Muhammad bin Saad [T])[IK]
> Az-Zaitun
- Buah Zaitun yang biasa diperas (ibnu basyar [T])[IK]
- Nama sebuah masjid : masjid di kota Yerussalem (Baitul Maqdis). (Muhammad bin Saad [T])[IK]
- Gunung yg menumbuhkan buah itu [J]
>> Karakter buah tin, tidak tumbuh di mekkah, tapi tumbuh di syam. mudah di ambil, semuanya bagian buahnya dimakan, bergizi
>> Karakter Zaitun, tumbuh di syam, pohonnya mengeluarkan minyak, pohon berkah
Ayat 2
وَطُورِ سِينِينَ ٢
Demi gunung Sinai.
* Thur : gunung yg banyak pohonnya, (*Jabal: gunung yg jarang/tidak ada pohonnya)
> thur sinay
- nama bukit yang di tempat itu Allah berbicara langsung kepada Musa [IK] gunung musa & Masjidnya (ibnu basyar) [T]. Sinin: Yg diberkahi dan memiliki banyak pohon yg menghasilkan buah [J]
- nama sebuah masjid: Masjid Thur (yunus) [T]
- Ath-Thur : Setiap gunung yang tumbuh. Sinin: Bagus (abu kuraib)[T]. Sinin: Diberkahi dan bagus di syam (ibnu andil a'la)[T].
Ayat 3
وَهَـٰذَا ٱلْبَلَدِ ٱلْأَمِينِ ٣
Dan demi negeri (Mekkah) yang aman ini.
> balad al amin: Kota mekkah (ibnu abbas & lainnya) [IK]. Kota Mekah, dinamakan kota aman karena orang-orang yang tinggal di dalamnya merasa aman, baik padri zaman Jahiliah maupun di zaman Islam. [J]. Kota yang aman dari para musuhnya sehingga tidak memerangi para penduduknya. [T].
Allah berfirman dalam QS. Al-Ankabut (29:67)
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا ءَامِنًۭا وَيُتَخَطَّفُ ٱلنَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ ۚ أَفَبِٱلْبَـٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ ٱللَّهِ يَكْفُرُونَ ٦٧
Tidakkah mereka memperhatikan, bahwa Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok. Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah.
# Tiga ayat ini merupakan ayat maknanya memiliki keterkaitan dan hikmah, dalam Tafsir ibnu katsir disebabkan,
Yang pertama ialah tempat yang dipenuhi dengan tin dan zaitun, yaitu Baitul Maqdis, Allah telah mengutus Isa putra Maryam padanya. Yang kedua adalah Tur Sinai, yakni nama bukit yang padanya Allah berbicara langsung kepada Musa ibnu Imran. Dan yang ketiga ialah Mekah alias kota yang aman; yang barang siapa memasukinya, pasti dia dalam keadaan aman; di tempat inilah Allah Swt. mengutus Nabi Muhammad
Mereka mengatakan bahwa pada akhir kitab Taurat nama ketiga tempat ini disebutkan, "Allah datang dari Bukit Sinai —yakni tempat yang padanya Allah berbicara langsung kepada Musa a.s. ibnu Imran—. Dan muncul di Sa'ir, nama sebuah bukit di Baitul Maqdis, yang padanya Allah mengutus Isa. Dan tampak di bukit-bukit Faran, yakni bukit-bukit Mekah yang darinya Allah Swt. mengutus Nabi Muhammad Saw.
Maka Allah Swt. menyebutkan nama-nama ketiga tempat itu seraya memberitakan tentang mereka yang diutus-Nya secara tertib dan menurut urutan zamannya. Untuk itulah hal ini berarti Allah bersumpah dengan menyebut yang mulia, lalu yang lebih mulia darinya, kemudian yang lebih mulia dari keseluruhannya.
jangan mengikuti kesalah pahaman sebagian kelompok, sebagaimana liberal: semua agama sama, yahudi, nasrani, mereka menyamakan agama-agama yg mengatasnamakan agama terdahulu itu sama, padahal telah berubah, sehingga Islam datang untuk memperbaharui Agama Allah yg murni.
وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
# Peraturan tanah haram: Dalam sebuah hadist, Rasulullah menerangkan
- binatang buruan yang ada di dalamnya tidak boleh dikejar,
- duri pohon yang tumbuh di dalamnya tidak boleh dipatahkan,
- benda-benda yang jatuh tidak boleh diambil kecuali bagi orang yang mengumumkannya.
- Barang siapa terbunuh, maka keluarganya boleh memilih yang terbaik antara dua perkara (denda atau qishash).’
- Lalu Abbas berkata, ‘Kecuali tumbuhan idzkhir, wahai Rasulullah. Sebab kami menggunakannya di kuburan dan rumah kami.’ Beliau bersabda, “Kecuali tumbuhan idzkhir.’” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 2434 dan Muslim, no. 1355]
# Ukuran tanah haram:
Ukuran luas Tanah Haram (wilayah suci) di Makkah adalah sekitar 550 kilometer persegi dengan panjang kawasan sekitar 127 km, sedangkan di Madinah luasnya melingkar sekitar 12 mil atau berdiameter 24 mil (sekitar 44 km dari sisi ke sisi).Tanah Haram Makkah
Luas Wilayah: Sekitar 550 km².
Jarak Batas dari Masjidil Haram:Utara (At-Tan'im): Sekitar 7,5 km.
Utara (Wadi Nakhlah): Sekitar 13 km.
Selatan (Adhât Laban): Sekitar 16 km.
Timur (Ji'ranah): Sekitar 22 km.
Barat (Al-Hudaibiyyah): Sekitar 22 km.
Timur/Tenggara (Arafah): Sekitar 22 km.
Tanah Haram Madinah
Bentuk: Melingkar mengelilingi kota Madinah.
Ukuran Diameter: 24 mil (dengan radius 12 mil dari pusat kota atau Masjid Nabawi).
Konversi Ukuran: 1 mil setara dengan 1,848 km, sehingga diameter totalnya sekitar 44,352 km.
رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَرُزْقَ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
# Allah bersumpah dengan 4 hal tersebut untuk menegaskan tentang perkara yang ada pada ayat berikutnya
Ayat 4
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍۢ ٤
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,
> Allah bersumpah kemudian menyatakan bahwa Allah Swt. telah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling baik dan rupa yang paling sempurna, tegak jalannya dan sempurna, lagi baik semua anggota tubuhnya.
>> manusia diciptakan dalam keadaan paling indah. bukan seperti adanya evolusi-evolusi.
- Yg benar: manusia awal, tinggi, tampan, mengcil sampai sekarang
- Yg salah: teori evolusi, dari kecil jadi besar, ini mustahil
tubuh manusia adalah bentuk makhluk yg sempurna, berjalan tegak, serasi, tidak bertangan banyak, tidak berwajah banyak
# kisah pada zaman khalifah Ja'far Al-Mansur. kasus gombalan yang salah faham, "jika rembulan lebih cantik darimu, kamu akan ku talak 3"
Alkisah, ada seorang lelaki yang sangat mencintai istrinya. Karena saking cintanya, ia ingin memuji sang istri dengan ungkapan gombal. Ia berkata kepada istrinya, "Wahai istriku, kalau rembulan lebih cantik daripada engkau, maka engkau saya talak tiga."
Sang istri, yang mendengar hal itu, merasa tersinggung dan sedih karena ia merasa rembulan memang lebih cantik daripada manusia. Akhirnya, sang istri menjaga jarak dan merasa dirinya telah ditalak tiga oleh suaminya. Lelaki tersebut pun menjadi pusing dan mengadukan masalahnya kepada khalifah saat itu, Abu Ja'far al-Mansur.
Khalifah kemudian mengumpulkan para ulama untuk dimintai pendapat. Banyak ulama yang berpendapat bahwa talak tersebut jatuh (cerai), karena menurut tradisi, rembulan dianggap sebagai simbol keindahan tertinggi. Namun, di antara para ulama tersebut, ada seorang ulama dari kalangan Hanafiah yang berpendapat sebaliknya.
Ulama tersebut berargumen bahwa talak tidak jatuh, karena wanita (manusia) jauh lebih cantik daripada rembulan. Ia mendasarkan pendapatnya pada firman Allah dalam surat At-Tin ayat 4:
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (ahsani taqwim)."
Karena manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna dan indah dibanding makhluk lainnya, maka pujian lelaki tersebut dianggap benar dan sang istri tidak ditalak.
Ayat 5
ثُمَّ رَدَدْنَـٰهُ أَسْفَلَ سَـٰفِلِينَ ٥
kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya,
> asfala safilin: tempat terendah:
- Tua: Yaitu kepada usia yang paling hina [IK]. Pikun: ungkapan ini merupakan kata kiasan bagi masa tua, karena jika usia telah lanjut,kekuatan pun sudah mulai melemah dan pikun. Dengan demikian, ia akan berkurang dalam beramal; berbeda dengan sewaktu masih muda. Sekalipun demikian dalam hal mendapat pahala ia akan mendapat imbalan yang sama sebagaimana sewaktu ia beramal di kala masih muda. [J]
- Neraka jahannam: kemudian sesudah penciptaan yang paling baik lagi paling indah itu, tempat kembali mereka adalah ke neraka, jika mereka tidak taat kepada Allah dan tidak mengikuti rasul-rasul-Nya. [IK]
# sehingga Ikrimah mengatakan bahwa barang siapa yang hafal Al-Qur'an seluruhnya, maka ia tidak akan memasuki usia yang paling hina. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.
Ayat 6
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍۢ ٦
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.
ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
> ajrun goiru mamnun: ganjaran tidak terputus
- diakhirat: ganjaran yg tidak terputus, sempurna, tidak berkurang, tidak terbatas
- pahala yg terus didapat walau tua: org yg telah beriman di masa muda, walaupun nantinya dia menjadi tua, maka amalannya tidak dianggap berkurang dan terus dicatat sebagaimana ia masih muda, puasanya berkurang, dIkirnya berkurang, sholatnya terlupa karena sering pikun waktu pikun rakaat
Ayat 7
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِٱلدِّينِ ٧
Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?
- apa yg membuat mereka mendustakan engkau setelah semua penjelasan yg di bawa Nabi Muhammad ? maka siapakah yang medustakanmu, hai Muhammad, setelah adanya hujjah-hujjah yang kami kemukakan ini. Iafazh "addin" maksudnya adalah ketaatan terhadap Allah, kebenaran yang engkau diutus dengannya, dan Allah akan membangkitkan kembali orang-orang yg di dalam kubur [T]
- apa yg membuat engkau (manusia) mendustakan hari kebangkitan
> Sesungguhnya kamu telah mengetahui permulaan kejadianmu dan telah mengetahui bahwa Tuhan yang mampu menciptakan dari semula berkuasa pula untuk mengembalikannya jadi hidup, bahkan itu lebih mudah bagi-Nya. Maka apakah yang mendorongmu mendustakan adanya hari pembalasan, padahal engkau telah mengetahui hal tersebut? [IK]ayat 8
أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَحْكَمِ ٱلْحَـٰكِمِينَ ٨
Bukankah Allah Hakim yang paling adil?
- hakim: paling berhukum. bukankah Allah, hai Muhammad, Allah hakim yang paling adil pada hukum-hukum-Nya dan,detail ketentuannya di antara para hamba-Nya? Sebagaimana sampai kepada kami bahwa apabila Rasulullah SAW sampai pada bacaan ini maka beliau mengatakan balaa wa ana minasysyahidin 'tentu, dan untuk itu aku termasuk yang menyaksikan' (bisyr)[T]
- hikmah: paling hikmah, adil, tidak dibiarkan yg dzolim begitu saja tanpa pengadilan akhirat
> Yakni bukankah Dia Hakim yang paling adil, yang tidak melampaui batas dan tidak aniaya terhadap seseorang pun. Dan termasuk dari sifat adil-Nya ialah Dia mengadakan hari kiamat, lalu orang yang dianiaya di dunia dapat membalas kepada orang yang pernah berbuat aniaya kepadanya di hari itu.
hadis Abu Hurairah secara marfu':
Apabila seseorang di antara kamu membaca Wat Tini Waz Zaituni (surat At-Tin), lalu sampai pada ayat terakhirnya, yaitu firman Allah Swt., "Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya, " maka hendaklah ia mengucapkan, "Benar, dan aku termasuk orang-orang yang menjadi saksi atas hal tersebut.” [IK]
Komentar
Posting Komentar
Jika ada kesalahan, mohon agar diluruskan
Jika ada kritik/saran, silahkan diajukan
Harap tinggalkan Jejak dengan nmenyertakan apresiasi maupun komentar dan saran anda yang membangun. Agar memberi motivasi bagi kami dalam menegakkan syiar Islam, In Syaa Allah.
Barakallah, syukron telah berkunjung